Panduan Ekstrakurikuler

I.     PENDAHULUAN
Undang-Undang   Nomor   20   Tahun   2003 Pasal 3  tentang   Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Pengembangan  potensi  peserta  didik  sebagaimana  dimaksud  dalam tujuan pendidikan nasional tersebut dapat diwujudkan melalui kegiatan ekstrakurikuler yang merupakan salah satu kegiatan dalam program kurikuler.  Kegiatan  ekstrakurikuler  adalah  program  kurikuler  yang alokasi waktunya tidak ditetapkan dalam kurikulum. Jelasnya bahwa kegiatan ekstrakurikuler merupakan perangkat operasional (supplement dan complements) kurikulum, yang perlu disusun dan dituangkan dalam rencana kerja tahunan/kalender pendidikan satuan pendidikan.
Kegiatan ekstrakurikuler menjembatani kebutuhan perkembangan peserta didik yang berbeda; seperti perbedaan sense akan nilai moral dan sikap, kemampuan, dan kreativitas. Melalui partisipasinya dalam kegiatan ekstrakurikuler peserta didik dapat belajar dan mengembangkan kemampuan berkomunikasi, bekerja sama dengan orang lain, serta menemukan dan mengembangkan potensinya. Kegiatan ekstrakurikuler juga memberikan manfaat sosial yang besar.
Kegiatan  ekstrakurikuler  merupakan  salah satu perangkat operasional (supplement dan complements) kurikulum, yang perlu disusun dan dituangkan dalam  rencana kerja tahunan/kalender pendidikan satuan pendidikan (seperti disebutkan pada Pasal 53 ayat (2) butir a Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun
2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun
2005 tentang Standar Nasional Pendidikan) serta dievaluasi pelaksanaannya setiap semester oleh satuan pendidikan (seperti disebutkan pada Pasal 79 ayat (2) butir b Peraturan Pemerintah Nomor 19
Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan), serta berdasarkan pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 81A Tahun 2013 tentang ImplementasiKurikulum.

II.    TUJUAN
Pedoman kegiatan ekstrakurikuler ini disusun dengan tujuan untuk.
1.  Menjadi  arahan  operasional  dalam  pengembangan  program  dan kegiatan ekstrakurikuler oleh satuan pendidikan SMA Negeri 1 Kuala Tungkal.
2.  Menjadi   arahan   operasional   dalam   pelaksanaan   dan   penilaian kegiatan ekstrakurikuler di tingkat satuan pendidikan SMA negeri 1 Kuala Tungkal.
III.   MANFAAT PEDOMAN
Pedoman   kegiatan   ekstrakurikuler   ini   diharapkan   bermanfaat   bagi pengguna yang meliputi :
1.  Dewan  Guru  dan  Tenaga  Kependidikan  sebagai  pengembang  dan pembina program ekstrakurikuler SMA Negeri 1 Kuala Tungkal.2.  Kepala sekolah sebagai penanggung jawab program ekstrakurikuler di satuan pendidikan SMA Negeri 1 Kuala Tungkal.3.  Komite SMA Negeri 1 Kuala Tungkal sebagai mitra sekolah yang mewakili orang tua   peserta  didik  dalam  pengembangan  program  dan  dukungan pelaksanaan program ekstrakurikuler.
IV.   DEFINISI OPERASIONAL
Beberapa istilah yang perlu dijelaskan dalam pedoman ini adalah sebagai berikut.
1.  Ekstrakurikuler  adalah  kegiatan  pendidikan  yang  dilakukan  oleh peserta didik di luar jam belajar kurikulum standar sebagai perluasan dari kegiatan kurikulum dan dilakukan di bawah bimbingan sekolah dengan tujuan untuk mengembangkan kepribadian, bakat, minat, dan kemampuan peserta didik yang lebih luas atau di luar minat yang dikembangkan oleh kurikulum. Berdasarkan definisi tersebut, maka kegiatan di sekolah atau pun di luar sekolah yang terkait dengan tugas belajar suatu mata pelajaran bukanlah kegiatan ekstrakurikuler.
2.  Ekstrakurikuler wajib merupakan program ekstrakurikuler yang harus diikuti oleh seluruh peserta didik, terkecuali bagi peserta didik dengan kondisi              tertentu  yang  tidak  memungkinkannya  untuk  mengikuti kegiatan ekstrakurikuler tersebut.
3.  Ekstrakurikuler  pilihan  merupakan  program  ekstrakurikuler  yang dapat diikuti oleh peserta didik sesuai dengan bakat dan minatnya masing-masing.


V.    KOMPONEN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER A.  Visi dan Misi
1. Visi
Visi kegiatan ekstrakurikuler pada satuan pendidikan SMA Negeri 1 Kuala Tungkal adalah berkembangnya potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, dan kemandirian peserta didik secara optimal melalui kegiatan- kegiatan di luar kegiatan intrakurikuler.

2. Misi
Misi  kegiatan  ekstrakurikuler  pada  satuan  pendidikan SMA Negeri 1 Kuala Tungkal  adalah sebagai berikut:
a. Menyediakan sejumlah kegiatan yang dapat dipilih dan diikuti sesuai  dengan  kebutuhan,  potensi,  bakat,  dan  minat  peserta didik.
b. Menyelenggarakan    sejumlah    kegiatan    yang    memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk dapat mengekspresikan dan mengaktualisasikan diri secara optimal melalui kegiatan mandiri dan atau berkelompok.
B.  Fungsi dan Tujuan
1.  Fungsi
Kegiatan ekstrakurikuler pada satuan pendidikan SMA Negeri 1 Kuala Tungkal memiliki fungsi pengembangan, sosial, rekreatif, dan persiapan karir.
a.   Fungsi pengembangan, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler berfungsi untuk mendukung perkembangan personal peserta didik melalui perluasan minat, pengembangan potensi, dan pemberian  kesempatan  untuk  pembentukan  karakter  dan pelatihan kepemimpinan.
b.  Fungsi sosial, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial peserta didik. Kompetensi sosial dikembangkan dengan memberikan         kesempatan    kepada    peserta    didik    untuk memperluas pengalaman sosial, praktek keterampilan sosial, dan internalisasi nilai moral dan nilai sosial.
c.
Fungsi   rekreatif,

yakni   bahwa   kegiatan   ekstrakurikuler

dilakukan   dalam
suasana   rileks,   menggembirakan,   dan

menyenangkan  sehingga  menunjang  proses  perkembangan
peserta    didik.    Kegiatan    ekstrakurikuler    harus    dapat menjadikan kehidupan atau atmosfer sekolah lebih menantang
dan lebih menarik bagi peserta didik.
d.  Fungsi persiapan karir, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler berfungsi untuk mengembangkan kesiapan karir peserta didik melalui pengembangan kapasitas.
2.  Tujuan
Tujuan   pelaksanaan   kegiatan   ekstrakurikuler   pada   satuan pendidikan SMA Negeri 1 Kuala Tungkal adalah:
a.   Kegiatan     ekstrakurikuler     harus     dapat     meningkatkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor peserta didik.
b.  Kegiatan ekstrakurikuler harus dapat mengembangkan bakat dan minat peserta didik dalam upaya pembinaan pribadi menuju pembinaan manusia seutuhnya.

C.  Prinsip
Kegiatan  ekstrakurikuler  pada  satuan  pendidikan  SMA Negeri 1 Kuala Tungkal dikembangkan dengan prinsip sebagai berikut.
1. Bersifat  individual,  yakni  bahwa  kegiatan  ekstrakurikuler dikembangkan sesuai dengan potensi, bakat, dan minat peserta didik masing-masing.
2. Bersifat   pilihan,   yakni   bahwa   kegiatan   ekstrakurikuler dikembangkan sesuai dengan minat dan diikuti oleh peserta didik secara sukarela.
3.  Keterlibatan aktif, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler menuntut keikutsertaan peserta didik secara penuh sesuai dengan minat dan pilihan masing-masing.
4. Menyenangkan,    yakni    bahwa    kegiatan    ekstrakurikuler dilaksanakan dalam suasana yang menggembirakan bagi peserta didik.
5. Membangun etos kerja, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler dikembangkan                          dan  dilaksanakan  dengan  prinsip  membangun semangat peserta didik untuk berusaha dan bekerja dengan baik dan giat.
6. Kemanfaatan  sosial,  yakni  bahwa  kegiatan  ekstrakurikuler dikembangkan                           dan   dilaksanakan   dengan   tidak   melupakan kepentingan masyarakat.
D.  Jenis Kegiatan
Kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 1 Kuala Tungkal dapat berbentuk.
1.  Krida; meliputi Kepramukaan, Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS), Palang Merah Remaja (PMR), Kader Kesehatan Remaja (KKR), Patroli Keamanan Sekolah (PKS), Pasukan Pengibar Bendera  (Paskibra), dan lainnya;
2. Karya ilmiah; meliputi Kegiatan Ilmiah Remaja (KIR), kegiatan penguasaan keilmuan dan kemampuan akademik, Debat Hukum, penelitian, dan lainnya;
3.  Latihan/olah  bakat/prestasi;  meliputi  pengembangan  bakat Olah Raga,                  Seni   dan   Budaya,   Cinta   Alam,   Jurnalistik,   Teater, Keagamaan dll.
4.  Jenis Kegiatan Lainnya.
E.  Format Kegiatan
Kegiatan   ekstrakurikuler   dapat   diselenggarakan   dalam   berbagai bentuk.
1. Individual; yakni kegiatan ekstrakurikuler dapat dilakukan dalam format yang diikuti oleh peserta didik secara perorangan.
2. Kelompok; yakni kegiatan ekstrakurikuler dapat dilakukan dalam format yang diikuti oleh kelompok-kelompok peserta didik.
3. Klasikal; yakni kegiatan ekstrakurikuler dapat dilakukan dalam format yang diikuti oleh peserta didik dalam satu kelas.




4. Gabungan; yakni kegiatan ekstrakurikuler dapat dilakukan dalam format yang diikuti oleh peserta didik antar kelas.
5. Lapangan; yakni kegiatan ekstrakurikuler dapat dilakukan dalam format yang diikuti oleh seorang atau sejumlah peserta didik melalui kegiatan di luar sekolah atau kegiatan lapangan.

VI.  MEKANISME KEGIATAN EKSTRAKURIKULER A.  Pengembangan Program dan Kegiatan
Kegiatan ekstrakurikuler dalam Kurikulum 2013 dikelompokkan berdasarkan kaitan kegiatan tersebut dengan kurikulum, yakni ekstrakurikuler wajib dan ekstrakurikuler pilihan.
Ekstrakurikuler wajib merupakan program ekstrakurikuler yang harus diikuti oleh seluruh peserta didik, terkecuali peserta didik dengan kondisi tertentu yang tidak memungkinkannya untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler tersebut.
Dalam Kurikulum 2013, Kepramukaan ditetapkan sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib di Sekolah Menengah Atas SMA, dalam pendidikan dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Pelaksananannya dapat bekerja sama dengan organisasi Kepramukaan setempat/terdekat.
Ekstrakurikuler pilihan  merupakan kegiatan yang antara lain OSIS, UKS,  Drumband, OSN, O2SN, FLS2N, KKR, dan  PMR.  Selain  itu,  kegiatan  ini  dapat  juga  dalam  bentuk antara lain kelompok atau klub yang kegiatan ekstrakurikulernya dikembangkan atau berkenaan dengan konten suatu mata pelajaran, misalnya klub olahraga seperti klub sepak bola atau klub bola voli SMA Negeri 1 Kuala Tungkal.
Oleh Karenanya, Segenap warga SMA Negeri 1 Kuala Tungkal secara aktif mengidentifikasi kebutuhan dan minat peserta didik yang selanjutnya dikembangkan ke  dalam  kegiatan  ekstrakurikuler  yang  bermanfaat  positif  bagi peserta didik. Ide pengembangan suatu kegiatan ekstrakurikuler dapat pula berasal dari peserta didik atau sekelompok peserta didik.



Program ekstrakurikuler yang dikembangkan di SMA Negeri 1 Kuala Tungkal sesuai dengan kondisi dan Minat Siswa :
PROGRAM EKSTRAKURIKULER
<!-- [if !supportLists]-->1.Klub Kesenian : Tari, Vokal, Drama, Seni Kriya, Drumband,  Melukis, dll.

2. 
2.  Klub BAHASA :  Debat Hukum, Debat Bhs. Indonesia, Puisi, Cerpen,  Drama, DLL

3.  Klub  OLAH RAGA : Volley,  Sepak  Bola,  Basket,    Tenis Meja, Badminton,  Atletik, Silat, Karate, Yudo, Bela Diri lainnya.

4.  Klub Pencinta MIPA, IPS, Komputer, Astronomi, KIR/LPIR

5.  Klub  Pencinta  Alam dan   

 Kebersihan Lingkungan.....ADIWIYATA
6.  Klub   ROHIS SMANSA, FPRJ, KIP.......Budaya Sekolah






7.  Klub Pramuka, PMR, KKR, PKS dll.......melatih Kepemimpinan

8.  Klub PASKIBRA........melatih persiapan Upacara bendera/LKBB


Satuan pendidikan SMA Negeri 1 Kuala Tungkal selanjutnya menyusun “Panduan Kegiatan Ekstrakurikuler” yang berlaku di satuan pendidikan SMA Negeri 1 Kuala Tungkal dan mendiseminasikannya kepada peserta didik pada setiap awal tahun pelajaran.
Panduan kegiatan ekstrakurikuler yang diberlakukan di SMA Negeri 1 Kuala Tungkal Setiap bidang kegiatan  memuat.
         1.  Kebijakan mengenai program ekstrakurikuler tersebut

         2.  Rasional dan tujuan kebijakan program ekstrakurikuler tersebut
3.  Deskripsi program ekstrakurikuler tersebut meliputi:
a.  ragam kegiatan
b.  tujuan dan kegunaan kegiatan ekstrakurikuler tersebut
c.  keanggotaan/kepesertaan dan persyaratan
d.  jadwal kegiatan
e.  level supervisi Internal
f.    Hasil yang diharapkan.
4.  Manajemen program ekstrakurikuler SMA Negeri 1 Kuala Tungkal  meliputi:
a.   Struktur organisasi pengelolaan program ekstrakurikuler di SMA Negeri 1 Kuala Tungkal sesuai bidang
b.
Level   supervisi

Yang

disiapkan/disediakan

oleh

SMA N Negeri 1 K

  1 Kuala Tungkal
untuk

masing-masing

Kegiatan
 ekstrakurikuler
c.   Level   asuransi   yang   disiapkan/disediakan   oleh  SMA Negeri 1 Kuala Tungkal untuk masing-masing kegiatan ekstrakurikuler.
5.  Pendanaan dan mekanisme pendanaan program ekstrakurikuler.
B.  Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler
Peserta didik harus mengikuti program ekstrakurikuler wajib (kecuali bagi yang terkendala), dan dapat mengikuti suatu program ekstrakurikuler pilihan baik yang terkait maupun yang tidak terkait dengan suatu mata pelajaran di satuan pendidikan tempatnya belajar.
Penjadwalan waktu kegiatan ekstrakurikuler sudah harus dirancang pada awal tahun atau semester dan di bawah bimbingan Kepala Sekolah  atau  wakil  kepala  sekolah  sesuai bidang yang ditunjuk oleh Kepala sekolah dan  peserta didik. Jadwal  kegiatan ekstrakurikuler diatur sedemikian rupa sehingga  tidak  menghambat  pelaksanaan  kegiatan  kurikuler  atau dapat menyebabkan gangguan bagi peserta didik dalam mengikuti kegiatan kurikuler.




Kegiatan ekstrakurikuler dilakukan di luar jam pelajaran kurikuler yang terencana setiap hari. Kegiatan ekstrakurikuler dapat dilakukan setiap hari atau waktu tertentu (blok waktu). Kegiatan ekstrakurikuler seperti OSIS, OLAH RAGA, atau SENI mungkin saja dilakukan setiap hari setelah jam pelajaran usai. Sementara itu kegiatan lain seperti Klub OSN, Pramuka dan kegiatan lain yang memerlukan waktu panjang dapat direncanakan sebagai kegiatan dengan waktu tertentu (blok waktu).
Khusus untuk Kepramukaan, kegiatan yang dilakukan di luar sekolah atau terkait dengan berbagai satuan pendidikan lainnya, seperti Jambore Pramuka, ditentukan oleh pengelola/pembina Kepramukaan dan  diatur  agar  tidak  bersamaan  dengan  waktu  belajar  kurikuler rutin.
C.  Penilaian Kegiatan Ekstrakurikuler
Penilaian  perlu  diberikan  terhadap  kinerja  peserta  didik  dalam kegiatan ekstrakurikuler. Kriteria keberhasilan lebih ditentukan oleh proses dan keikutsertaan peserta didik dalam kegiatan ekstrakurikuler yang dipilihnya. Penilaian dilakukan secara kwantitatif dan atau kualitatif.
Peserta didik diwajibkan untuk mendapatkan nilai memuaskan pada kegiatan ekstrakurikuler wajib pada setiap semester. Nilai yang diperoleh pada kegiatan ekstrakurikuler wajib Kepramukaan berpengaruh terhadap kenaikan kelas peserta didik. Nilai di bawah memuaskan dalam dua semester atau satu tahun memberikan sanksi bahwa peserta didik tersebut harus mengikuti program khusus yang diselenggarakan bagi mereka.
Persyaratan demikian tidak dikenakan bagi peserta didik yang mengikuti program ekstrakurikuler pilihan. Meskipun demikian, penilaian tetap diberikan dan dinyatakan dalam buku rapor. Penilaian didasarkan atas keikutsertaan dan prestasi peserta didik dalam suatu kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti. Hanya nilai memuaskan atau di atasnya yang dicantumkan dalam buku rapor.
SMA Negeri 1 Kuala Tungkal Selalu memberikan penghargaan kepada peserta   didik   yang   memiliki   prestasi   sangat   memuaskan   atau cemerlang  dalam  satu  kegiatan  ekstrakurikuler wajib atau pilihan. Penghargaan tersebut diberikan untuk pelaksanaan kegiatan dalam satu kurun waktu akademik tertentu; misalnya pada setiap akhir semester, akhir tahun, atau pada waktu peserta didik telah menyelesaikan seluruh program pembelajarannya. Penghargaan tersebut memiliki arti sebagai suatu sikap menghargai prestasi seseorang. Kebiasaan satuan pendidikan SMA Negeri 1 Kuala Tungkal memberikan penghargaan terhadap prestasi baik, akan menjadi bagian dari prestasi diri peserta didik setelah mereka menyelesaikan pendidikan dan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
D.  Evaluasi Program Ekstrakurikuler
Program ekstrakurikuler merupakan program yang dinamis. Sekolah dapat menambah atau mengurangi ragam kegiatan ekstrakurikuler berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan pada setiap semester.
Sekolah melakukan revisi “Panduan Kegiatan Ekstrakurikuler” yang berlaku di Sekolah untuk tahun ajaran berikutnya berdasarkan hasil evaluasi tersebut dan mendiseminasikannya kepada peserta didik dan pemangku kepentingan lainnya.
VII.  PIHAK YANG TERLIBAT
Pihak-pihak  yang  terkait  dengan  pengembangan,  pelaksanaan,  dan penilaian kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 1 Kuala Tungkal antara lain :
A.  Satuan Pendidikan SMA Negeri 1 Kuala Tungkal
Kepala  sekolah,  dewan  guru,  guru  pembina  ekstrakurikuler,  dan tenaga kependidikan bersama-sama mengembangkan ragam kegiatan ekstrakurikuler; sesuai dengan penugasannya melaksanakan supervisi dan pembinaan dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler, serta melaksanakan evaluasi terhadap program ekstrakurikuler secara internal.
B.  Komite Sekolah SMA Negeri 1 Kuala Tungkal
Sebagai mitra sekolah yang mewakili orang tua peserta didik memberikan usulan dalam pengembangan ragam kegiatan ekstrakurikuler dan dukungan  pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler disekolah.

C.  Orang tua
Memberikan kepedulian dan komitmen penuh terhadap suksesnya kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 1 Kuala Tungkal karena pendidikan holistik bergantung pada pendekatan kooperatif antara sekolah dan orang tua dalam pola Kemitraan Keluarga dan Penguatan Ekosistem Pendidikan di Sekolah.


VIII. PENUTUP
Demikianlah pedoman ini disusun sebagai arahan operasional dalam pengembangan, pelaksanaan, dan penilaian program ekstrakurikuler pada SMA Negeri 1 Kuala Tungkal. Semoga pengembangan dan pelaksanaan program ekstrakurikuler di SMA Negeri 1 Kuala Tungkal Tanjung Jabung Barat menuai manfaat yang signifikan dalam   pengembangan   kemampuan   intelektual,   emosional,   spiritual, sosial, serta pengembangan keterampilan dan kepribadian peserta didik melalui kegiatan yang Aktif,  Kreatif, Inovatif dan Komunikatif menggapai Visi dan Misi SMA Negeri 1 Kuala Tungkal.

Kuala Tungkal, ........ Juli  2016
Kepala Sekolah,



KHAIRIL ANAM, S.Pd.
NIP.197010281997011002


==========================================================
 SALINAN

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 62 TAHUN 2014
TENTANG
KEGIATAN EKSTRAKURIKULER
PADA PENDIDIKAN DASAR DAN PENDIDIKAN MENENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang  :  a.  bahwa pengembangan potensi peserta didik sebagaimana dimaksud                   dalam   tujuan   pendidikan   nasional   dapat diwujudkan    melalui    kegiatan    ekstrakurikuler    yang merupakan salah satu kegiatan dalam program kurikuler;
b. bahwa  kegiatan  ekstrakurikuler  dapat  memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik melalui pengembangan bakat,  minat,    dan    kreativitas    serta    kemampuan berkomunikasi dan bekerja sama dengan orang lain;
c.  bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b perlu menetapkan Peraturan Menteri  Pendidikan  dan  Kebudayaan  tentang  Kegiatan Ekstrakurikuler pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah;
Mengingat    :  1.  Undang-Undang  Nomor  20  Tahun  2003  tentang  Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);
2.  Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan
Pramuka  (Lembaran  Negara  Republik  Indonesia  Tahun
2010  Nomor  131,  Tambahan  Lembaran  Negara  Republik
Indonesia Nomor 5169);
3.   Peraturan  Pemerintah  Nomor  19  Tahun  2005  tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan      Peraturan  Pemerintah  Nomor  32  Tahun  2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19
Tahun    2005    tentang    Standar    Nasional    Pendidikan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor
71, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
5410);










4.   Peraturan   Presiden   Nomor   47   Tahun   2009   tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 13
Tahun 2014;

5.   Peraturan   Presiden   Nomor   24   Tahun   2010   tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata kerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah          beberapa  kali  diubah  terakhir  dengan  Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2014;
6.   Keputusan  Presiden  Nomor  84/P  Tahun  2009  mengenai Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu II sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 54/P Tahun 2014;
7.  Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayan Nomor 54
Tahun    2013    tentang    Standar    Kompetensi    Lulusan
Pendidikan Dasar dan Menengah;
8.  Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayan Nomor 64
Tahun  2013  tentang  Standar  Isi  Pendidikan  Dasar  dan
Menengah;
9.  Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayan Nomor 65
Tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan
Menengah;
10. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayan Nomor 66
Tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan Dasar dan Menengah;
MEMUTUSKAN:
Menetapkan :  PERATURAN   MENTERI   PENDIDIKAN   DAN   KEBUDAYAAN TENTANG KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PADA PENDIDIKAN DASAR DAN PENDIDIKAN MENENGAH.


Pasal 1
Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan:
1.   Kegiatan Ekstrakurikuler adalah kegiatan kurikuler yang dilakukan oleh peserta didik di luar jam belajar kegiatan intrakurikuler dan kegiatan kokurikuler, di bawah bimbingan dan pengawasan satuan pendidikan.
2.   Satuan pendidikan adalah Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), Sekolah Menengah                   Atas/Madrasah  Aliyah  (SMA/MA),  dan  Sekolah  Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan (SMK/MAK).
Pasal 2
Kegiatan Ekstrakurikuler diselenggarakan dengan tujuan untuk mengembangkan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerjasama, dan kemandirian peserta didik secara optimal dalam rangka mendukung pencapaian tujuan pendidikan nasional.
Pasal 3 (1) Kegiatan Ekstrakurikuler terdiri atas:
a.  Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib; dan
b.  Kegiatan Ekstrakurikuler Pilihan.
(2) Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a merupakan Kegiatan Ekstrakurikuler yang wajib diselenggarakan oleh satuan pendidikan dan wajib diikuti oleh seluruh peserta didik.
(3) Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a berbentuk pendidikan kepramukaan.
(4) Kegiatan  Ekstrakurikuler  Pilihan  sebagaimana  dimaksud  pada  ayat  (1) huruf b merupakan Kegiatan Ekstrakurikuler yang dikembangkan dan diselenggarakan oleh satuan pendidikan sesuai bakat dan minat peserta didik.
(5) Kegiatan  Ekstrakurikuler  Pilihan  sebagaimana  dimaksud  pada  ayat  (1)
huruf b dapat berbentuk latihan olah-bakat dan latihan olah-minat.
Pasal 4
(1) Pengembangan    berbagai    bentuk    Kegiatan    Ekstrakurikuler    Pilihan dilakukan dengan mengacu pada prinsip:
a.  partisipasi aktif; dan b.  menyenangkan.
(2) Pengembangan    berbagai    bentuk    Kegiatan    Ekstrakurikuler    Pilihan
dilakukan melalui tahapan:
a.  identifikasi kebutuhan, potensi, dan minat peserta didik;
b.  analisis sumber daya yang diperlukan untuk penyelenggaraannya;
c.   pemenuhan kebutuhan sumber daya sesuai pilihan peserta didik atau menyalurkannya ke satuan pendidikan atau lembaga lainnya;
d.  penyusunan program Kegiatan Ekstrakurikuler; dan e.  penetapan bentuk kegiatan yang diselenggarakan;
Pasal 5
(1) Satuan  pendidikan  wajib  menyusun  program  Kegiatan  Ekstrakurikuler yang merupakan bagian dari Rencana Kerja Sekolah.
(2) Program Kegiatan Ekstrakurikuler sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
memuat:
a.  rasional dan tujuan umum;
b.  deskripsi setiap kegiatan ekstrakurikuler;
c.  pengelolaan;
d.  pendanaan; dan e.  evaluasi.
(3) Program Kegiatan Ekstrakurikuler sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disosialisasikan kepada peserta didik dan orangtua/wali pada setiap awal tahun pelajaran.
Pasal 6
(1) Pelaksanaan   program   Kegiatan   Ekstrakurikuler   mempertimbangkan penggunaan sumber daya bersama yang tersedia pada gugus sekolah atau klaster sekolah.

(2) Penggunaan sumber daya bersama sebagaimana dimaksud pada ayat (4) difasilitasi  oleh  pemerintah  provinsi  atau  pemerintah  kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya.
Pasal 7
(1) Satuan pendidikan memberikan penilaian terhadap kinerja peserta didik dalam Kegiatan Ekstrakurikuler secara kualitatif dan dideskripsikan pada rapor peserta didik.
(2) Satuan pendidikan melakukan evaluasi Program Kegiatan Ekstrakurikuler pada setiap akhir tahun ajaran untuk mengukur ketercapaian tujuan pada setiap indikator yang telah ditetapkan.
(3) Hasil evaluasi Program Kegiatan Ekstrakurikuler sebagaimana dimaksud pada           ayat   (2)   digunakan   untuk   penyempurnaan   Program   Kegiatan Ekstrakurikuler tahun ajaran berikutnya.
Pasal 8
Kegiatan Ekstrakurikuler pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah menggunakan Pedoman sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
Pasal 9
Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini, ketentuan dalam Peraturan Menteri Nomor 81A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum yang mengatur mengenai Kegiatan Ekstrakurikuler dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.
Pasal 10
Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan
Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 2 Juli 2014
MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
REPUBLIK INDONESIA,

TTD.

MOHAMMAD NUH





Diundangkan di Jakarta pada tanggal 11 Juli 2014
MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA,
TTD.
AMIR SYAMSUDIN
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2014 NOMOR 958
Salinan sesuai dengan aslinya. Kepala Biro Hukum dan Organisasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,
TTD.
Ani Nurdiani Azizah
NIP 195812011986032001


==============================================================

SALINAN LAMPIRAN
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR  62 TAHUN 2014
TENTANG
KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PADA PENDIDIKAN DASAR DAN PENDIDIKAN MENENGAH

PEDOMAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER


IPENDAHULUAN
Kurikulum 2013 dilaksanakan mulai tahun 2013. Dalam rangka implementasi   Kurikulum   2013   disusun   perangkat   kurikulum   yang meliputi:
1.  Kurikulum 2013 Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah.
2.  Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah.
3.  Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah.
4.  Kurikulum   2013   Sekolah   Menengah   Kejuruan/Madrasah   Aliyah
Kejuruan.
5.  Pedoman  Kurikulum  Tingkat  Satuan  Pendidikan  pada  Pendidikan
Dasar dan Pendidikan Menengah.
6.  Pedoman Muatan Lokal Kurikulum 2013.
7.  Pedoman   Kegiatan   Ektrakurikuler   pada   Pendidikan   Dasar   dan
Pendidikan Menengah.
8.  Pedoman   Pembelajaran   pada   Pendidikan   Dasar   dan   Pendidikan
Menengah.
9.  Pedoman Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.
10. Pedoman   Sistem   Kredit   Semester   pada   Pendidikan   Dasar   dan
Pendidikan Menengah.
11. Pedoman  Bimbingan  dan  Konseling  pada  Pendidikan  Dasar  dan
Pendidikan Menengah
12. Pedoman Evaluasi Kurikulum 2013.
13. Pedoman Peminatan pada Pendidikan Menengah.
14. Pedoman    Pendampingan    Pelaksanaan    Kurikulum    2013    pada
Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.
15. Pedoman Pendidikan Kepramukaan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler
Wajib pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah


Pedoman ini khusus mengenai Kegiatan Ekstrakurikuler pada Pendidikan
Dasar  dan  Pendidikan  Menengah.  Pasal  3  Undang-Undang  Nomor  20
Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan

menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Pengembangan potensi peserta didik sebagaimana dimaksud dalam tujuan pendidikan nasional tersebut dapat diwujudkan melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.
Kegiatan Ekstrakurikuler dapat menemukan dan mengembangkan potensi peserta didik, serta memberikan manfaat sosial yang besar dalam mengembangkan kemampuan berkomunikasi, bekerja sama dengan orang lain. Disamping itu Kegiatan Ekstrakurikuler dapat memfasilitasi bakat, minat, dan kreativitas peserta didik yang berbeda-beda.
Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor
32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19
Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 53 ayat (2) butir a
dan pada Pasal 79 ayat (2) butir b menyatakan bahwa Kegiatan Ekstrakurikuler termasuk di dalam rencana kerja tahunan satuan pendidikan, dan Kegiatan Ekstrakurikuler perlu dievaluasi pelaksanaannya setiap semester oleh satuan pendidikan.


TUJUAN PEDOMAN
Tujuan pedoman ini untuk menjadi acuan bagi:
1.  Kepala sekolah sebagai penanggung jawab Kegiatan Ekstrakurikuler di satuan pendidikan,
2. tenaga  pendidik,  tenaga  kependidikan,  dan  instruktur  sebagai pengembang dan pembina Kegiatan Ekstrakurikuler, dan
3.  komite sekolah/madrasah sebagai mitra sekolah yang mewakili orang tua        peserta  didik  dalam  pengembangan  program  dan  dukungan pelaksanaan program ekstrakurikuler.
Serta menjadi arahan operasional bagi satuan pendidikan dalam perencanaan, pengembangan, pelaksanaan dan penilaian Kegiatan Ekstrakurikuler di tingkat satuan pendidikan.


III.  KEGIATAN EKSTRAKURIKULER A.  Pengertian
Pengertian  dari  beberapa  istilah  yang  terdapat  dalam  pedoman  ini sebagai berikut.
1. Kegiatan Ekstrakurikuler adalah kegiatan kurikuler yang dilakukan oleh peserta didik di luar jam belajar kegiatan intrakurikuler dan kegiatan kokurikuler, di bawah bimbingan dan pengawasan satuan pendidikan,  bertujuan  untuk  mengembangkan  potensi,  bakat, minat,   kemampuan,  kepribadian,  kerjasama 
2.  Kegiatan  Ekstrakurikuler  wajib  adalah  Kegiatan  Ekstrakurikuler yang  wajib  diselenggarakan  oleh  satuan  pendidikan  dan  wajib diikuti oleh seluruh peserta didik.
3.  Kegiatan Ekstrakurikuler pilihan adalah Kegiatan Ekstrakurikuler yang           dapat   dikembangkan   dan   diselenggarakan   oleh   satuan

pendidikan dan dapat diikuti oleh peserta didik sesuai bakat dan minatnya masing-masing.
B.  Bentuk
Bentuk Kegiatan Ekstrakurikuler dapat berupa:
1.  Krida, misalnya: Kepramukaan, Latihan Kepemimpinan Siswa (LKS), Palang Merah Remaja (PMR), Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra), dan lainnya;
2. Karya ilmiah, misalnya: Kegiatan Ilmiah Remaja (KIR), kegiatan penguasaan keilmuan  dan kemampuan akademik, penelitian, dan lainnya;
3. Latihan olah-bakat latihan olah-minat, misalnya: pengembangan bakat olahraga, seni dan budaya, pecinta alam, jurnalistik, teater, teknologi informasi dan komunikasi, rekayasa, dan lainnya;
4.  Keagamaan, misalnya: pesantren kilat, ceramah keagamaan, baca tulis alquran, retreat; atau
5.  Bentuk kegiatan lainnya.
C.  Prinsip
Kegiatan Ekstrakurikuler pada satuan pendidikan dikembangkan dengan prinsip: (1) partisipasi aktif yakni bahwa Kegiatan Ekstrakurikuler menuntut keikutsertaan peserta didik secara penuh sesuai  dengan  minat  dan  pilihan  masing-masing;  dan  (2) menyenangkan yakni bahwa Kegiatan Ekstrakurikuler dilaksanakan dalam suasana yang menggembirakan bagi peserta didik.
D.  Lingkup
Lingkup Kegiatan Ekstrakurikuler meliputi:
1.  Individual, yakni Kegiatan Ekstrakurikuler yang diikuti oleh peserta didik secara perorangan.
2. Berkelompok, yakni Kegiatan Ekstrakurikuler yang diikuti oleh peserta didik secara:
a.  Berkelompok dalam satu kelas (klasikal). b.  Berkelompok dalam kelas paralel
c.  Berkelompok antarkelas.
E.  Mekanisme
1.  Pengembangan
Kegiatan Ekstrakurikuler dikelompokkan menjadi Kegiatan Ekstrakurikuler wajib dan Kegiatan Ekstrakurikuler pilihan. Dalam Kurikulum 2013 Pendidikan Kepramukaan merupakan ekstrakurikuler wajib.
Kegiatan Ekstrakurikuler wajib pendidikan kepramukaan diperuntukan bagi peserta didik SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK. Pelaksananannya dapat bekerja sama dengan organisasi kepramukaan setempat/terdekat dengan mengacu kepada Pedoman

dan Prosedur  Operasi  Standar  Pendidikan Kepramukaan sebagai
Kegiatan Ekstrakurikuler wajib.
Kegiatan Ekstrakurikuler pilihan diselenggarakan oleh satuan pendidikan bagi peserta didik sesuai bakat dan minat peserta didik. Pengembangan Kegiatan Ekstrakurikuler pilihan di satuan pendidikan dapat dilakukan melalui tahapan: (1) analisis sumber daya yang diperlukan dalam penyelenggaraan kegiatan ekstrakurikuler; (2) identifikasi kebutuhan, potensi, dan minat peserta  didik;  (3)  menetapkan  bentuk  kegiatan  yang diselenggarakan; (4) mengupayakan sumber daya sesuai pilihan peserta didik atau menyalurkannya ke satuan pendidikan atau lembaga lainnya; (5) menyusun Program Kegiatan Ekstrakurikuler.
Satuan     pendidikan
wajib     menyusun

program     Kegiatan

Ekstrakurikuler   yang

merupakan   bagian

dari   Rencana   Kerja

Sekolah. Program Kegiatan Ekstrakurikuler pada satuan pendidikan
dikembangkan  dengan  mempertimbangkan  penggunaan  sumber daya bersama yang tersedia pada gugus/klaster sekolah. Penggunaannya  difasilitasi  oleh  pemerintah  provinsi  atau pemerintah kabupaten/kota sesuai dengan kewenangan masing- masing. Program Kegiatan Ekstrakurikuler disosialisasikan kepada peserta didik dan orangtua/wali pada setiap awal tahun pelajaran.
Sistematika Program Kegiatan Ekstrakurikuler sekurang-kurangnya memuat:
a.  rasional dan tujuan umum;
b.  deskripsi setiap Kegiatan Ekstrakurikuler;
c.  pengelolaan;
d.  pendanaan; dan e.  evaluasi


2.  Pelaksanaan
Penjadwalan Kegiatan Ekstrakurikuler Pilihan dirancang di awal tahun pelajaran oleh pembina di bawah bimbingan kepala sekolah/madrasah atau wakil kepala sekolah/madrasah. Jadwal Kegiatan  Ekstrakurikuler  diatur  agar  tidak  menghambat pelaksanaan kegiatan intra dan kokurikuler.
3.  Penilaian
Kinerja peserta didik dalam Kegiatan Ekstrakurikuler perlu mendapat penilaian dan dideskripsikan dalam raport. Kriteria keberhasilannya   meliputi   proses   dan   pencapaian   kompetensi peserta didik dalam Kegiatan Ekstrakurikuler yang dipilihnya. Penilaian dilakukan secara kualitatif.
Peserta didik wajib memperoleh nilai minimal baikpada Pendidikan Kepramukaan pada setiap semesternya. Nilai yang diperoleh pada Pendidikan Kepramukaan berpengaruh terhadap kenaikan kelas peserta didik. Bagi peserta didik yang belum mencapai nilai minimal perlu mendapat bimbingan terus menerus untuk mencapainya.

4.  Evaluasi
Evaluasi Kegiatan Ekstrakurikuler dilakukan untuk mengukur ketercapaian  tujuan pada  setiap  indikator yang telah ditetapkan dalam perencanaan satuan pendidikan.
Satuan pendidikan hendaknya mengevaluasi setiap indikator yang sudah tercapai maupun yang belum tercapai. Berdasarkan hasil evaluasi, satuan pendidikan dapat melakukan perbaikan rencana tindak lanjut untuk siklus kegiatan berikutnya.
5.  Daya Dukung
Daya dukung pengembangan dan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler meliputi:
a.  Kebijakan Satuan Pendidikan
Pengembangan dan pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler merupakan kewenangan dan tanggung jawab penuh dari satuan pendidikan. Oleh karena itu untuk dapat mengembangkan dan melaksanakan Kegiatan Ekstrakurikuler diperlukan kebijakan satuan pendidikan yang ditetapkan dalam rapat satuan pendidikan dengan melibatkan komite sekolah/madrasah baik langsung maupun tidak langsung.
b.  Ketersediaan Pembina
Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler harus didukung dengan ketersediaan pembina. Satuan pendidikan dapat bekerja sama dengan pihak lain untuk memenuhi kebutuhan pembina.
c.  Ketersediaan Sarana dan Prasarana Satuan Pendidikan
Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler memerlukan dukungan berupa ketersediaan sarana dan prasarana satuan pendidikan. Yang termasuk sarana satuan pendidikan adalah segala kebutuhan fisik, sosial, dan kultural yang diperlukan untuk mewujudkan proses pendidikan pada satuan pendidikan. Selain itu  unsur  prasarana  seperti  lahan,  gedung/bangunan, prasarana olahraga  dan  prasarana  kesenian, serta prasarana lainnya.
VPIHAK YANG TERLIBAT
Pihak-pihak yang terlibat dalam pengembangan Kegiatan Ekstrakurikuler antara lain :
1.  Satuan Pendidikan
Kepala sekolah/madrasah, tenaga pendidik, tenaga kependidikan dan pembina ekstrakurikuler, bersama-sama mewujudkan keunggulan dalam  ragam  Kegiatan  Ekstrakurikuler  sesuai  dengan  sumber  daya yang dimiliki oleh tiap satuan pendidikan.
2.  Komite Sekolah/Madrasah
Sebagai  mitra  sekolah  memberikan  dukungan,  saran,  dan  kontrol dalam mewujudkan keunggulan ragam Kegiatan Ekstrakurikuler.
3.  Orangtua

Memberikan kepedulian dan komitmen penuh terhadap keberhasilan
Kegiatan Ekstrakurikuler pada satuan pendidikan.


V.   PENUTUP
Pedoman ini disusun sebagai arahan operasional dalam  pengembangan kegiatan ekstrakurikuler pada satuan pendidikan.

MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA,
TTD.
MOHAMMAD NUH
Salinan sesuai dengan aslinya. Kepala Biro Hukum dan Organisasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,
TTD.
Ani Nurdiani Azizah
NIP 195812011986032001


logo

Web SMANSA

Social Links