Peraturan Akademik

              

 

PERATURAN AKADEMIK SMA NEGERI 1 KUALA TUNGKAL

 

 

BAB I

 

KETENTUAN UMUM

 

 

Pasal 1

 

                                                    LATAR BELAKANG

                                       

 

Undang-undang RI No. 20 tahun 2003 dan peraturan pemerintah RI No. 19 tahun 2005 mengamanatkan; “Setiap satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah wajib memenuhi Standar Nasional Pendidikan yang meliputi standar isi, standar kompetensi lulusan, standar proses, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan dan standar penilaian pendidikan”.

 

Standar Pengelolaan adalah Standar Nasional Pendidikan yang berkaitan dengan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan kabupaten/kota, provinsi, atau nasional agar tercapai efisiensi dan efektifitas penyelenggaraan pendidikan. Standar pengelolaan pendidikan mencakup perencanaan program, pelaksanaan Rencana Kerja Sekolah, pengawasan, evaluasi, kepemimpinan sekolah, dan sistem informasi manajemen unit pendidikan.

 

Salah satu komponen standar pengelolaan adalah pelaksanaan Rencana Kerja Sekolah (RKS). Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007 untuk melaksanakan Rencana Kerja Sekolah diperlukan berbagai pedoman pengelolaan sebagai petunjuk pelaksanaan operasional. Bagian utama dari pedoman pengelolaan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan Rencana Kerja Sekolah bidang kurikulum dan kegiatan pembelajaran adalah Peraturan Akademik Sekolah tersebut.

 

Dalam upaya memenuhi kebutuhan satuan pendidikan guna mempercepat pemenuhan standar pengelolaan pendidikan, maka SMA Negeri 1 Kuala Tungkal telah menyusun dan menerbitkan Peraturan Akademik SMA Negeri 1 Kuala Tungkal.

 

 

 


Pasal 2

 

TUJUAN

 

Peraturan Akademik SMA Negeri 1 Kuala Tungkal bertujuan :

 

1.     Petunjuk operasional dalam pelaksanaan Rencana Kerja Sekolah bidang kurikulum dan kegiatan pembelajaran;

 

 

 

 

 

2.     Upaya untuk meningkatkan kualitas layanan pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan di SMA Negeri 1 Kuala Tungkal.

 

Pasal 3

 

LANDASAN HUKUM

 

1.     UU RI NO.20 tahun 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional pasal 35 ayat 1, pasal 51 ayat 1 dan 2;

2.     Peraturan Pemerintah RI NO. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 1, 49, 50, 52, 53 dan 54;

3.     Permendiknas N0. 22 tahun 2006 tentang Standar Isi, Permendiknas N0. 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan;

4.     Permendiknas NO. 24 tahun 2006 dan NO. 6 tahun 2007 tentang pelaksanaan Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan;

5.     Permendiknas No. 19 tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan;

 

6.     Permendiknas NO. 20 tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan;

 

7.     Permendiknas NO. 24 tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana;

 

8.     Permendiknas NO. 41 tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, panduan penilaian  5 kelompok mata pelajaran;

 

9.     Panduan Penilaian 5 (lima) Kelompok Mata Pelajaran (BSNP);

 

10.   Panduan Pembelajaran remedial (Direktorat Pembinaan SMA);

 

11.   Panduan Penilaian Afektif (Direktorat Pembinaan SMA);

 

12.   Panduan Penilaian Psikomotorik (Direktorat Pembinaan SMA);

 

13.   Panduan Analisis Potensi Peserta Didik , Layanan Akademik dan Pengembangan Diri (Abkin dan Direktorat Pembinaan SMA Tahun 2008);

 

14.   Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan.

15.   Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 Tentang Standar Proses  Pendidikan Dasar dan Menengah

16.   Permendikbud Nomor 23 Tahun 2016 Tentang Standar Penilaian Pendidikan

17.   Peraturan Pemerintah RI Nomor 13 Tahun 2015 Tentang perubahan kedua atas Peraturan Pemerintah nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan

18.   Permendikbud Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah

19.   Permendikbud Nomor 21 Tahun 2016 Tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah

 

 

 

 

 

 

 


Pasal 4

 

PENGERTIAN DAN KONSEP

 

 

1.     Peraturan akademik adalah seperangkat aturan yang harus dipatuhi dan dilaksanakan oleh semua komponen sekolah yang terkait dalam pelaksanaan Rencana Kerja Sekolah bidang kurikulum dan kegiatan pembelajaran yang disusun untuk satu tahun pelajaran.

 

2.     Peraturan akademik berisi tentang :

 

a.    persyaratan minimal kehadiran peserta didik untuk mengikuti pelajaran dan tugas guru

 

b.    ketentuan mengenai ulangan, remedial, ujian, kenaikan kelas, dan kelulusan

 

a.    ketentuan mengenai hak peserta didik untuk menggunakan fasilitas belajar, laboratorium, perpustakaan, penggunaan buku pelajaran, buku referensi, dan buku perpustakaan.

 

3.     Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) adalah Kriteria ketuntasan belajar yang ditentukan oleh satuan pendidikan. KKM pada akhir jenjang satuan pendidikan untuk kelompok mata pelajaran selain ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan nilai batas ambang kompetensi (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan Lampiran A 10).

 

4.     Ulangan adalah proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran untuk memantau kemajuan, melakukan perbaikan pembelajaran, dan menentukan keberhasilan belajar peserta didik (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan Lampiran A 3).

 

5.     Ulangan harian adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu kompetensi dasar (KD) atau lebih (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan Lampiran A 4).

 

6.     Ulangan Tengah Semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8 – 9 minggu kegiatan pembelajaran. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang mempresentasikan seluruh KD pada periode tersebut ( Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan Lampiran A 5). UTS boleh dilakukan dan boleh juga tidak, karena Penilaian sudah dilakukan per Kompetensi Dasar...(dilakukan jika memungkinkan) karena Ulangan sudah dilakukan per Kompetensi Dasar (KD).

 

 

 

 

 

7.     Ulangan Akhir Semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang mempresentasikan semua KD pada semester tersebut

 

 


(Peraturan  Menteri  Pendidikan  Nasional  Nomor  20  Tahun  2007  tentang  Standar

 

Penilaian Pendidikan Lampiran A 6).

 

8.     Ulangan Kenaikan Kelas adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik di akhir semester genap untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester genap pada satuan pendidikan yang menggunakan sistem paket. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan KD pada semester tersebut (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan Lampiran A 7).

 

9.     Ujian Sekolah/Ujian Sekolah Berstandar Nasional (US/USBN) adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar dan merupakan salah satu persyaratan kelulusan dari satuan pendidikan. Mata pelajaran yang diujikan adalah mata pelajaran kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak diujikan dalam ujian nasional dan aspek kognitif dan atau psikomotorik kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian yang akan diatur dalam POS Ujian Sekolah/Madrasah (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan Lampiran A 9).

 

10.   Ujian Nasional yang selanjutnya disebut UN adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik pada beberapa mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka menilai pencapaian Standar Nasional Pendidikan (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan Lampiran A 10).

 

11.   Pembelajaran remedial merupakan layanan pendidikan yang diberikan kepada peserta didik untuk memperbaiki prestasi belajarnya sehingga mencapai kriteria ketuntasan yang ditetapkan (Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran remedial Direktorat Pembinaan SMA)

 

12.   Pengayaan merupakan pengalaman atau kegiatan peserta didik yang melampaui persyaratan minimal yang ditentukan oleh kurikulum dan tidak semua peserta didik dapat melakukannya (Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pengayaan Direktorat Pembinaan SMA)

 

13.   Fasilitas Belajar mencakup seluruh sarana dan prasarana yang tersedia di sekolah, yang dapat digunakan oleh peserta didik selama mengikuti kegiatan pembelajaran baik intrakurikuler maupun ekstrakurikuler.

 

 

 

 

14.   Layanan Konsultasi kepada mata pelajaran merupakan bagian dari program pengembangan diri, yang secara khusus dimaksudkan untuk memberikan bimbingan

 

 


kepada peserta didik agar siap dan mampu belajar secara efektif, mampu mengatasi hambatan dan kesulitan dalam belajar, menguasai keterampilan akademik sesuai tuntutan kompetensi yang harus dicapai pada setiap mata pelajaran (Panduan Analisis Potensi Peserta Didik, Layanan Akademik dan Pengembangan Diri-Abkin dan Direktorat PSMA-Tahun 2008).

 

15.   Guru Bimbingan dan Konseling/konselor adalah pendidik yang memiliki tugas dan wewenang untuk membantu peserta didik dalam pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kemampuan belajar dan pengembangan karir. Bidang pelayanan pengembangan kemampuan belajar dimaksudkan untuk membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar untuk mengikuti pendidikan sekolah secara mandiri (Pedoman Pelaksanaan Tugas Guru dan Pengawas-Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu dan Tenaga Kependidikan-Tahun 2009).

 

BAB II

 

PERSYARATAN MINIMAL KEHADIRAN PESERTA DIDIK

 

Pasal 5

 

Syarat Persentase Minimal Kehadiran Peserta Didik Untuk Dapat

 

Mengikuti Ulangan Akhir Semester

 

 

1.  Peserta didik berhak mengikuti ulangan akhir semester bila persentase kehadiran peserta didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran efektif pada setiap mata pelajaran minimal 80% dari jumlah hari belajar efektif pada semester tersebut.

 

2. Peserta didik dinyatakan tidak berhak mengikuti ulangan akhir semester, bila persentase kehadiran peserta didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran efektif pada setiap mata pelajaran kurang dari 80% dari jumlah hari belajar efektif pada semester tersebut, kecuali siswa yang dikirimkan sebagai utusan Sekolah, Kabupaten, Provinsi untuk menjalankan tugas karena prestasinya di bidang tertentu, maka dihitung hadir.

 

3.  Bagi peserta didik yang dinyatakan tidak memenuhi syarat persentase minimal kehadiran (80%) untuk dapat mengikuti ulangan akhir semester, maka kepada peserta didik yang bersangkutan wajib mengerjakan tugas mata pelajaran dari guru yang bersangkutan.

 

 

 

 

 

 


4.  Bagi peserta didik yang persentase minimal kehadirannya kurang dari 80% dari jumlah hari belajar efektif pada semester tersebut dan telah menyelesaikan tugas mata pelajaran yang diberikan guru yang bersangkutan dapat diikutsertakan dalam ulangan akhir semester namun pelaksanaan ulangannya ditempatkan secara khusus dan tersendiri.

 

5. Syarat kehadiran tersebut di atas tidak diperhitungkan bagi peserta didik yang tidak hadir disebabkan karena sakit, mengikuti kegiatan mewakili sekolah, mewakili pemerintah daerah, Pemerintah Provinsi ataupun mewakili Negara yang dibuktikan dengan surat ijin atau surat tugas.

 

Pasal 6

 

Syarat Minimal Penyelesaian Tugas-Tugas yang diberikan

 

oleh Guru Mata Pelajaran

 

 

1.  Setiap peserta didik wajib menyelesaikan seluruh tugas yang diberikan oleh guru mata pelajaran baik tugas mandiri maupun tugas kelompok.

 

 

2.  Batas Waktu penyelesaian tugas-tugas yang diberikan oleh guru mata pelajaran, ditetapkan oleh masing-masing guru mata pelajaran dengan ketentuan paling lambat sampai dengan batas waktu penilaian yang diberikan oleh guru maupun oleh sekolah secara kolektif sebelum penyerahan Laporan Hasil Peserta Didik (LHBPD) disampaikan kepada orang tua peserta didik.

 

3.  Setiap tugas yang diberikan guru mata pelajaran kepada peserta didik, wajib diperiksa dan dinilai oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan.

 

4.  Setiap peserta didik berhak mendapatkan kembali tugas yang telah diperiksa dan dinilai oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan.

 

5.  Setiap peserta didik berhak mengetahui hasil penilaian terhadap tugas yang diberikan guru kepadanya dan hasil penilaian tugas tersebut merupakan salah satu bagian dari penilaian akhir proses dan hasil belajar peserta didik.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


BAB III

 

KETENTUAN PELAKSANAAN ULANGAN DAN UJIAN

 

Pasal 7

 

Pelaksanaan Ulangan Harian

 

 

1.  Waktu dan Teknis Pelaksanaan

 

a.     Ulangan harian adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi Dasar (KD) atau lebih,

 

b.     Ulangan harian dilaksanakan bila guru telah menyelesaikan kegiatan pembelajaran minimal satu Kompetensi Dasar (KD),

c.     Peserta didik dapat mengikuti ulangan harian bila telah mengikuti kegiatan pembelajaran pada Kompetensi Dasar (KD) yang diujikan dengan syarat persentase kehadiran mengikuti kegiatan pembelajaran pada KD yang diujikan minimal 80%,

d.     Bentuk soal yang diujikan dalam ulangan harian dirancang oleh masing-masing guru dalam bentuk soal uraian dan atau pilihan ganda,

e.     Alokasi waktu pelaksanaan ulangan harian ditentukan oleh masing-masing guru mata pelajaran dengan mempertimbangkan jumlah butir soal dan tingkat kesukaran soal yang diujikan.

2.  Solusi bagi peserta didik yang tidak mengikuti ulangan harian karena alasan tertentu.

 

a.     Peserta didik yang tidak dapat hadir mengikuti ulangan harian pada waktu yang telah ditentukan karena alasan tertentu yang dapat dipertangungjawabkan,maka dapat mengikuti ulangan harian susulan pada waktu yang ditentukan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan dengan ketentuan peserta didik yang bersangkutan telah memenuhi syarat untuk mengikuti ulangan harian,

 

b.     Peserta didik yang tidak hadir mengikuti ulangan harian pada waktu yang telah ditentukan karena alasan tertentu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan peserta didik yang bersangkutan telah memenuhi syarat untuk mengikuti ulangan harian, maka peserta didik yang bersangkutan diharuskan mengikuti ulangan harian susulan yang dilakukan secara tulis dan atau lisan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan,

 

c.     Peserta didik yang tidak dapat hadir mengikuti ulangan harian pada waktu yang telah ditentukan karena alasan tertentu yang dapat dan atau tidak dapat dipertangungjawabkan tetapi peserta didik yang bersangkutan tidak memenuhi

 

 


syarat untuk mengikuti ulangan harian maka peserta didik yang bersangkutan diharuskan terlebih dahulu menyelesaikan tugas-tugas belajar yang diberikan dan selanjutnya baru diperkenankan mengikuti ulangan harian susulan yang dilakukan secara lisan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan.

 

 

Pasal 8

 

Pelaksanaan Ulangan Tengah Semester

 

1.  Waktu dan teknis pelaksanaan

 

a.     Ulangan tengah semester dilaksanakan setelah guru melaksanakan 8 – 9 minggu kegiatan pembelajaran,

b.     Cakupan ulangan tengah semester meliputi seluruh indikator yang mempresentasikan seluruh Kompetensi Dasar (KD) pada periode tersebut,

c.     Peserta didik berhak mengikuti ulangan tengah semester bila telah mengikuti kegiatan pembelajaran minimal 80% dari jumlah kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan,

d.     Bentuk soal yang diujikan dalam ulangan tengah semester dirancang oleh masing-masing guru dalam bentuk uraian dan atau pilihan ganda dan harus mengacu pada ketentuan yang berlaku dalam penyusunan naskah soal,

 

e.     Materi soal yang diujikan pada ulangan tengah semester harus mencakup dan mempresentasikan seluruh Kompetensi Dasar (KD) yang telah dipelajari,

 

f.     Alokasi waktu pelaksanaan ulangan tengah semester ditentukan oleh masing-masing guru mata pelajaran dengan mempertimbangkan jumlah butir soal dan tingkat kesukaran soal yang diujikan.

2.  Solusi bagi peserta didik yang tidak mengikuti ulangan tengah semester karena alasan tertentu

 

a.     Peserta didik yang tidak dapat hadir mengikuti ulangan tengah semester pada waktu yang telah dijadwalkan karena alasan tertentu yang dapat dipertangungjawabkan maka berhak mengikuti ulangan tengah semester susulan pada waktu yang ditentukan dikemudian hari oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan dengan ketentuan peserta didik yang bersangkutan telah memenuhi syarat untuk mengikuti ulangan tengah semester,

b.     Peserta didik yang tidak dapat hadir mengikuti ulangan tengah semester pada waktu  yang  telah  dijadwalkan  karena  alasan  tertentu  yang  tidak  dapatdipertangungjawabkan dan peserta didik yang bersangkutan telah memenuhi syarat untuk mengikuti ulangan tengah semester maka peserta didik yang bersangkutan diharuskan mengikuti ulangan tengah semester susulan yang dilakukan secara lisan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan,

 

 

 

 

 

 

 

c.     Peserta didik yang tidak dapat hadir mengikuti ulangan tengah semester pada waktu yang telah ditentukan karena alasan tertentu yang dapat dan atau tidak dapat dipertanggungjawabkan tetapi peserta didik yang bersangkutan tidak memenuhi syarat untuk mengikuti ulangan tengah semester maka peserta didik yang bersangkutan diharuskan terlebih dahulu menyelesaikan tugas belajar yang diberikan oleh guru dan selanjutnya baru diperkenankan mengikuti ulangan tengah semester susulan yang dilakukan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan.

 

 

Pasal 9

 

Pelaksanaan Ulangan Akhir Semester

 

 

1.  Waktu dan teknis pelaksanaan

 

a.     Ulangan akhir semester dilaksanakan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester tersebut,

 

b.   Cakupan   ulangan  akhir  semester  adalah  indikator  pada  KD  semester  yang bersangkutan,

 

c.     Pelaksanaan ulangan akhir semester dikoordinir oleh satuan pendidikan,

 

d.     Soal-soal yang diujikan pada ulangan akhir semester disusun secara bersama-sama oleh guru mata pelajaran pada kelas yang paralel. Dengan demikian soal-soal yang diujikan pada ulangan akhir semester berlaku untuk seluruh mata pelajaran sejenis pada jenjang, kelas dan jurusan yang paralel,

 

e.     Bentuk soal yang diujikan dalam ulangan akhir semester disusun oleh masing-masing guru mata pelajaran dalam bentuk pilihan ganda dengan pilihan jawaban terdiri dari 5 option dan harus mengacu kepada ketentuan yang berlaku dalam penyusunan naskah soal,

 

f.        Alokasi waktu dan jadwal pelaksanaan ulangan akhir semester ditentukan oleh sekolah dengan mempertimbangkan mata pelajaran, jumlah butir soal dan tingkat kesukaran soal yang diujikan

2.  Persyaratan Mengikuti Ulangan Akhir Semester

 

Peserta didik berhak mengikuti ulangan akhir semester bila :

 

a.     telah memenuhi syarat minimal persentase kehadiran dalam mengikuti kegiatan pembelajaran pada setiap mata pelajaran sebagaimana tersebut

pada Bab II Pasal 5,

 

b.     telah mengikuti ulangan harian dan ulangan tengah semester tersebut,

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3.  Solusi bagi peserta didik yang tidak mengikuti Ulangan Akhir Semester karena alasan tertentu.

a.     Peserta didik yang tidak dapat hadir mengikuti ulangan akhir semester pada waktu yang telah ditentukan karena alasan tertentu yang dapat dipertangungjawabkan (sebagaimana tersebut pada Bab II Pasal 5 ayat 5), maka berhak mengikuti ulangan akhir semester susulan pada waktu yang ditentukan kemudian oleh sekolah dengan ketentuan peserta didik yang bersangkutan telah memenuhi syarat untuk mengikuti ulangan akhir semester,

 

b.     Peserta didik yang tidak dapat hadir mengikuti ulangan akhir semester pada waktu yang ditentukan karena alasan tertentu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan peserta didik yang bersangkutan telah memenuhi syarat untuk mengikuti ulangan akhir semester maka peserta didik yang bersangkutan diharuskan mengikuti ulangan akhir semester yang dilakukan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan.

 

c.     Peserta didik yang tidak dapat hadir mengikuti ulangan akhir semester pada waktu yang telah ditentukan karena alasan tertentu yang dapat dan atau tidak dapat dipertangungjawabkan tetapi peserta didik yang bersangkutan tidak memenuhi syarat minimal kehadiran untuk dapat mengikuti ulangan akhir semester maka peserta didik yang bersangkutan diharuskan terlebih dahulu mengikuti kegiatan belajar tambahan atau menyelesaikan tugas mata pelajaran yang diberikan oleh guru yang bersangkutan dan selanjutnya baru diperkenankan mengikuti ulangan akhir semester susulan yang dilakukan tersendiri oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan.

 

Pasal 10

 

Pelaksanaan Ulangan Kenaikan Kelas

 

 

1.  Waktu dan teknis pelaksanaan

 

a.     Ulangan kenaikan kelas dilaksanakan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester genap atau pada akhir tahun pelajaran,

 

b.     Cakupan materi Ulangan Kenaikan Kelas mencakup seluruh indikator pada Kompetensi Dasar yang telah dipelajari pada semester genap,

 

c.     Ulangan Kenaikan Kelas dilaksanaan secara kolektif oleh sekolah yang dikoordinir oleh satuan pendidikan SMA Negeri 1 Kuala Tungkal

 

 

 

 

 

d.     Soal-soal yang diujikan pada ulangan kenaikan kelas disusun secara bersama-sama oleh guru mata pelajaran pada kelas yang paralel. Dengan demikian soal-soal yang diujikan pada ulangan akhir semester berlaku untuk seluruh mata pelajaran sejenis pada jenjang, kelas dan jurusan yang paralel,

 

e.     Bentuk soal yang diujikan dalam ulangan kenaikan kelas disusun oleh masing-masing guru mata pelajaran dalam bentuk pilihan ganda dengan pilihan jawaban terdiri dari 5 option dan harus mengacu kepada ketentuan yang berlaku dalam penyusunan naskah soal,

 

f.     Alokasi waktu dan jadwal pelaksanaan ulangan kenaikan kelas ditentukan oleh sekolah dengan mempertimbangkan mata pelajaran, jumlah butir soal dan tingkat kesukaran soal yang diujikan.

 

2.  Persyaratan Mengikuti Ulangan Kenaikan Kelas

 

Peserta didik berhak mengikuti ulangan kenaikan kelas bila :

 

a.     telah memenuhi syarat minimal persentase kehadiran dalam mengikuti kegiatan pembelajaran pada setiap mata pelajaran sebagaimana tersebut pada

Bab II Pasal 6,

b.     telah mengikuti ulangan harian dan ulangan tengah semester genap,

 

c.       telah memenuhi syarat administrasi yang ditetapkan oleh sekolah.

 

3.    Solusi bagi peserta didik yang tidak mengikuti Ulangan Kenaikan Kelas karena alasan tertentu.

 

a.     Peserta didik yang tidak dapat hadir mengikuti ulangan kenaikan kelas pada waktu yang telah ditentukan karena alasan tertentu yang dapat dipertangungjawabkan (sebagaimana tersebut pada Bab II Pasal 5 ayat 5), maka berhak mengikuti ulangan kenaikan kelas susulan pada waktu yang ditentukan kemudian oleh sekolah dengan ketentuan peserta didik yang bersangkutan telah memenuhi syarat untuk mengikuti ulangan kenaikan kelas,

 

b.     Peserta didik yang tidak dapat hadir mengikuti ulangan kenaikan kelas pada waktu yang ditentukan karena alasan tertentu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan peserta didik yang bersangkutan telah memenuhi syarat untuk mengikuti ulangan kenaikan kelas maka peserta didik yang bersangkutan diharuskan mengikuti ulangan kenaikan kelas yang dilakukan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan.

 

 

 

 

 

c.     Peserta didik yang tidak dapat hadir mengikuti ulangan kenaikan kelas pada waktu yang telah ditentukan karena alasan tertentu yang dapat dan atau tidak dapat dipertangungjawabkan tetapi peserta didik yang bersangkutan tidak memenuhi syarat minimal kehadiran untuk dapat mengikuti ulangan kenaikan kelas maka peserta didik yang bersangkutan diharuskan terlebih dahulu mengikuti kegiatan belajar tambahan atau menyelesaikan tugas mata pelajaran yang diberikan oleh guru yang bersangkutan dan selanjutnya baru diperkenankan mengikuti ulangan akhir semester susulan yang dilakukan tersendiri oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan.

Pasal 11

 

                           Pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional

 

 

1.  Waktu dan teknis pelaksanaan

 

a.     Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dilaksanakan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik yang dilakukan oleh SMA Negeri 1 Kuala Tungkal untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar dan merupakan salah satu persyaratan kelulusan dari SMA Negeri 1 Kuala Tungkal.

b.     USBN  terdiri dari Ujian Tulis dan Ujian Praktik sesuai dengan tuntutan Mata pelajaran tersebut.

c.     USBN  susulan hanya berlaku bagi peserta didik yang sakit atau berhalangan dikarenakan menjalankan tugas diluar sekolah dan dapat dibuktikan dengan surat keterangan/Surat Tugas  yang sah.

d.     Mata pelajaran yang diujikan pada ujian sekolah adalah mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak diujikan dalam Ujian Nasional, kelompok mata pelajaran

e.     estetika dan kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan yang selanjutnya akan diatur tersendiri dalam Prosedur Operasional Standar Ujian  Sekolah Berstandar Nasional SMA Negeri 1 Kuala Tungkal.

 

f.    Alokasi waktu, jadwal dan teknis pelaksanaan USBN akan diatur kemudian setelah diterbitkannya Permendikbud tentang USBN Tahun Pelajaran yang sedang berlangsung.

2.  Persyaratan mengikuti USBN

 

a.     Setiap peserta didik yang belajar pada tahun terakhir di SMA Negeri 1 Kuala Tungkal  berhak mengikuti USBN.

 

 

 

 

 

 

 

b.     Untuk mengikuti USBN peserta didik harus memenuhi persyaratan :

 

memiliki Ijazah atau surat keterangan lain yang setara, atau berpenghargaan sama dengan Ijazah dari satuan pendidikan SMP/MTs. Penerbitan Ijazah yang dimaksud sekurang-kurangnya 3 tahun sebelum mengikuti USBN  atau sekurang-kurangnya 2 tahun untuk peserta program percepatan belajar (akselerasi),

 

Memiliki laporan lengkap penilaian hasil belajar pada SMA Negeri 1 Kuala Tungkal  mulai semester 1 Kelas X sampai dengan semester 1 Kelas XII.

 

 

3.  Solusi bagi peserta didik yang tidak mengikuti USBN  karena alasan tertentu:

 

a.     Peserta didik yang karena alasan tertentu dan disertai bukti yang sah tidak dapat mengikuti USBN  di SMA Negeri 1 Kuala Tungkal dapat mengikuti USBN  di satuan pendidikan lain pada jenjang dan jenis yang sama atau pada tempat lain yang ditentukan oleh SMA Negeri 1 Kuala Tungkal.

 

b.     Peserta didik yang karena alasan tertentu dan disertai bukti yang sah tidak dapat mengikuti USBN  Utama dapat mengikuti USBN  Susulan.

c.     Peserta didik yang tidak lulus USBN  pada tahun pelajaran sebelumnya yang akan mengikuti USBN  tahun pelajaran berjalan harus terdaftar pada SMA Negeri 1 Kuala Tungkal dan mengikuti proses pembelajaran yang diatur SMA Negeri 1 Kuala Tungkal. Mata pelajaran yang ditempuh dapat seluruh mata pelajaran yang diujikan atau mata pelajaran yang nilainya belum memenuhi syarat kelulusan sesuai Permendikbud tentang USBN. Nilai yang digunakan adalah nilai tertinggi dari kedua hasil ujian.

Pasal 12

 

Pelaksanaan Ujian Nasional

 

 

1.  Waktu dan teknis pelaksanaan

 

a.     Ujian Nasional dilaksanakan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka menilai pencapaian Standar Nasional Pendidikan.

b.     Ujian Nasional terdiri dari Ujian Nasional Utama dan Ujian Nasional Susulan.

 

c.     Ujian Nasional Susulan hanya berlaku bagi peserta didik yang sakit atau berhalangan dan dapat dibuktikan dengan surat keterangan yang sah.

d.     Alokasi waktu, jadwal dan teknis pelaksanaan Ujian Nasional  akan diatur kemudian setelah diterbitkannya Permendikbud tentang Ujian Nasional Tahun berjalan dan Prosedur Operasional Standar Ujian Nasional Tahun berjalan yang diterbitkan oleh BSNP.

 

 

 

 

 

2.  Persyaratan mengikuti Ujian Nasional

 

a.     Setiap peserta didik yang belajar pada tahun terakhir di SMA Negeri 1 Kuala Tungkal  berhak mengikuti Ujian Nasional.

 

b.     Untuk mengikuti Ujian Nasional peserta didik harus memenuhi persyaratan :

 

memiliki Ijazah atau surat keterangan lain yang setara, atau berpenghargaan sama dengan Ijazah dari satuan pendidikan SMP/MTs. Penerbitan Ijazah yang dimaksud sekurang-kurangnya 3 tahun sebelum mengikuti Ujian Sekolah atau sekurang-kurangnya 2 tahun untuk peserta program percepatan belajar (akselerasi),

Memiliki laporan lengkap penilaian hasil belajar pada SMA Negeri 1 Kuala Tungkal  mulai semester 1 Kelas X sampai dengan semester 1 Kelas XII.

 

c.     Seluruh ketentuan tentang pelaksanaan Ujian Nasional pada Pasal 12 ayat 1 dan 2 akan disesuaikan dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Ujian Nasional Tahun tersebut.

 

3.  Solusi bagi peserta didik yang tidak mengikuti Ujian Nasional karena alasan tertentu.

 

a.     Peserta didik yang karena alasan tertentu dan disertai bukti yang sah tidak dapat mengikuti Ujian Nasional di SMA Negeri 1 Kuala Tungkal  dapat mengikuti Ujian Nasional di satuan pendidikan lain pada jenjang dan jenis yang sama atau pada tempat lain yang ditentukan oleh SMA Negeri 1 Kuala Tungkal.

 

b.     Peserta didik yang karena alasan tertentu dan disertai bukti yang sah tidak dapat mengikuti Ujian Nasional Utama dapat mengikuti Ujian Nasional Susulan.

c.     Peserta didik yang tidak lulus Ujian Nasional pada tahun pelajaran tersebut, dan/atau tahun setelahnya  yang akan mengikuti Ujian Nasional harus terdaftar pada SMA Negeri 1 Kuala Tungkal  atau sekolah penyelenggara UN. Mata pelajaran yang ditempuh dapat seluruh mata pelajaran yang diujikan atau mata pelajaran yang nilainya belum memenuhi syarat kelulusan sesuai Permendikbud tentang Ujian Nasional. Nilai yang digunakan adalah nilai tertinggi dari hasil ujian.

d.     Seluruh ketentuan tentang pelaksanaan Ujian Nasional pada Pasal 12 akan disesuaikan dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Ujian Nasional Tahun tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

 

PELAKSANAAN REMEDIAL DAN PENGAYAAN

 

Pasal 13

 

Ketentuan Pelaksanaan Remedial

 

 

1.  Ketentuan pelaksanaan remedial

 

a.     Setiap peserta didik berhak mengikuti kegiatan remedial untuk memperbaiki prestasi belajar sehingga mencapai kriteria ketuntasan belajar yang ditetapkan oleh sekolah,

b.     Pelaksanaan remedial hanya dilakukan terhadap peserta didik yang dalam penilaian proses dan hasil belajar yang diperolehnya baik pada satu Kompetensi Dasar, Standar Kompetensi maupun pada satu mata pelajaran belum mencapai KKM yang telah ditetapkan,

c.     Hasil nilai remedial peserta didik yang telah tuntas ditulis oleh guru mata pelajaran pada kartu tanda mengikuti remedial diisi dan ditanda tangani oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan selanjutnya diserahkan kepada bidang akademik dan wali kelas

 

d.     Bidang akademik tidak berhak merubah nilai siswa yang belum menyerahkan kartu tanda telah mengikuti remedial sekalipun siswa yang bersangkutan telah mengikuti remedial.

2.  Waktu pelaksanaan remedial

 

a.     Pelaksanaan remedial dapat dilakukan pada setiap akhir ulangan harian dan ulangan tengah semester,

b.     Peserta didik yang nilainya belum mencapai KKM diberi kesempatan mengikuti remedial maksimal 3 (tiga) kali,

c.     Batas waktu pelaksanaan remedial paling lambat sampai dengan akhir tahun pelajaran berjalan sebelum Ujian Semester

 

d.     Apabila sampai batas waktu yang ditentukan siswa belum melaksanakan remedial, maka bidang akademik dan wali kelas berhak menulis nilai siswa yang bersangkutan dengan nilai sebelum remedial secara permanen pada Buku laporan Hasil Belajar Peserta Didik.

 

3.  Teknis pelaksanaan remedial

 

a.     Pelaksanaan remedial juga dapat dilakukan setelah peserta didik memperlajari Kompetensi Dasar (KD) tertentu.

 

b.     Mengingat indikator keberhasilan belajar peserta didik adalah tingkat ketuntasan dalam mencapai Standar Kompetensi (SK) yang terdiri dari beberapa Kompetensi Dasar (KD) maka pelaksanaan remedial dapat juga dilakukan setelah peserta didik menempuh tes SK yang terdiri dari beberapa KD. Hal ini didasarkan atas

 

 

 

 

pertimbangan bahwa SK merupakan satu kebulatan kemampuan yang terdiri dari beberapa KD. Peserta didik yang belum mencapai penguasaan SK tertentu maka perlu mengikuti program remedial.

c.     Bentuk pelaksanaan remedial dapat dilakukan peserta didik dengan cara :

 

1). Mengikuti pembelajaran ulang yang diberikan guru dengan metode dan media yang berbeda,

 

2). Mengikuti bimbingan secara khusus yang diberikan guru, misalnya melalui bimbingan perorangan dan atau kelompok,

 

3).  Mengerjakan tugas-tugas latihan secara khusus yang diberikan oleh guru.

 

4). Mengikuti kegiatan tutorial yang diberikan oleh teman sejawat yang memiliki kecepatan belajar yang lebih baik sesuai dengan arahan yang diberikan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan.

d.     Hasil belajar yang menunjukkan tingkat pencapaian kompetensi melalui penilaian diperoleh dari penilaian proses dan penilaian hasil. Penilaian proses diperoleh melalui postes, tes kinerja, observasi, dan lain-lain. Sedangkan penilaian hasil diperoleh melalui ulangan harian, ulangan tengah semester, dan ulangan akhir semester.

 

e.     Jika peserta didik tidak lulus karena penilaian hasil maka peserta didik yang bersangkutan hanya mengulang tes tersebut dengan pembelajaran ulang jika diperlukan. Namun apabila ketidaklulusannya peserta didik akibat penilaian proses yang tidak diikuti (misalnya kinerja praktik, diskusi, presentasi) maka peserta didik harus mengulang semua proses yang harus diikuti.

 

f.     Nilai hasil remedial yang diperoleh peserta didik tidak melebihi nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan.

 

Pasal 14

 

Ketentuan Pelaksanaan Pengayaan

 

 

1.  Ketentuan pelaksanaan pengayaan

 

a.     Pembelajaran pengayaan merupakan kegiatan peserta didik yang melampaui persyaratan minimal yang ditentukan oleh kurikulum dan tidak dilakukan oleh semua peserta didik,

b.     Pembelajaran pengayaan memberikan kesempatan bagi peserta didik yang memiliki kelebihan sehingga mereka dapat mengembangkan minat dan bakat serta mengoptimalkan kecakapannya,

c.     Bentuk pengayaan dapat berupa belajar mandiri yang berupa diskusi,tutor sebaya, membaca dan lain-lain yang menekankan pada penguatan KD tertentu.

 

 

 

 

2.  Teknis pelaksanaan pengayaan

 

a.     Pelaksanaan pengayaan dapat dilakukan dalam bentuk :

1). Belajar Kelompok

Sekelompok peserta didik yang memiliki minat tertentu diberikan pembelajaran bersama pada jam pelajaran sekolah biasa sambil menunggu peserta didik lainnya yang mengikuti pembelajaran remedial karena belum mencapai ketuntasan.

 

2).  Belajar mandiri

 

Peserta didik belajar secara mandiri mengenai sesuatu yang    diminati.

        3).  Pembelajaran berbasis tema

 

Memadukan kurikulum di bawah tema besar sehingga peserta didik dapat  mempelajari hubungan antara berbagai disiplin ilmu.

 

4).  Pemadatan kurikulum

 

Pemberian pembelajaran hanya untuk kompetensi yang belum diketahui peserta didik. Dengan demikian tersedia waktu bagi peserta didik untuk memperoleh kompetensi baru atau bekerja dalam proyek secara mandiri sesuai dengan kapasitas maupun kapabilitas masing-masing.

 

b.     Sekolah memfasilitasi peserta didik dengan kelebihan kecerdasan dan bakat istimewa dalam bentuk kegiatan pengembangan diri dengan kompetensi bidang sains, seni budaya, dan olahraga.

 

c.     Penilaian hasil belajar kegiatan pengayaan dilakukan dalam bentuk portofolio dan dihargai sebagai nilai tambah dari peserta didik yang normal.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

 

KETENTUAN KENAIKAN KELAS DAN PENJURUSAN

 

 

Pasal 15

 

Ketentuan Kenaikan Kelas

 

 

1.  Kriteria kenaikan kelas mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan dan Keputusan Dirjen Mandikdasmen Nomor 12/C/KEP/TU/2008 tentang Bentuk dan Tata Cara Penulisan LHB Peserta Didik Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.

2.  Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran.

 

3. Kenaikan kelas didasarkan pada penilaian hasil belajar pada semester genap dengan pertimbangan seluruh Standar Kompetensi atau Kompetensi Dasar, yang belum tuntas pada semester ganjil harus sudah dituntaskan sampai mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal yang ditetapkan sebelum akhir semester genap.

4.  Peserta didik dinyatakan tidak naik ke kelas XI apabila yang bersangkutan tidak mencapai ketuntasan belajar minimal lebih dari 3 (tiga) mata pelajaran.

 

5.  Peserta didik dinyatakan tidak naik ke kelas XII apabila yang bersangkutan tidak mencapai ketuntasan belajar minimal lebih dari 3 (tiga) mata pelajaran yang bukan mata pelajaran ciri khas program atau yang bersangkutan tidak mencapai ketuntasan belajar minimal pada salah satu atau lebih mata pelajaran ciri khas program.

 

6.  Kenaikan kelas juga mempertimbangkan persyaratan lain yang ditetapkan sekolah yaitu:

 

a.     kehadiran peserta didik dalam kegiatan pembelajaran sekurang-kurangnya 80% dari jumlah hari belajar efektif pada semester genap tahun pelajaran berjalan.

b.     berkelakuan baik dan tidak pernah melakukan pelanggaran Tata Tertib Sekolah kategori berat berdasarkan buku Pembinaan Kesiswaan.

7.  Penjelasan tentang aspek pengetahuan (kognitif), praktik (psikomotor), dan sikap (afektif) berkaitan dengan ketentuan kenaikan kelas.

a.     Aspek Pengetahuan Pemahaman Konsep (PPK) atau Kognitif

 

1). Penilaian aspek pengetahuan (kognitif) berkaitan dengan pengetahuan dan pemahaman intelektual. Nilai pada aspek pengetahuan (kognitif) dinyatakan dengan angka bilangan dengan rentang nilai 0 – 100,

2). Penilaian aspek PPK (kognitif) dilakukan pada seluruh mata pelajaran kecuali mata pelajaran seni budaya, dan Penjasorkes atau sesuai dengan Karakteristik Mata Pelajaran

 

 

 

 

 

 

 

 

3). Penilaian aspek PPK (kognitif) dilakukan melalui kegiatan ulangan dan ujian, 4). Peserta didik yang naik ke kelas XI tidak boleh lebih dari 3 (tiga) mata pelajaran yang tidak mencapai KKM,

 

4). Peserta didik yang naik ke kelas XII tidak boleh lebih dari 3 (tiga) mata pelajaran yang bukan ciri khas program tidak mencapai KKM atau tidak mencapai ketuntasan belajar minimal pada salah satu atau lebih mata pelajaran ciri khas program.

 

b.     Aspek Praktik (Psikomotor)

 

1). Penilaian aspek praktik (psikomotor) berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan berbagai aktivitas antara lain meniru, mengatur, melakukan dengan bimbingan, melakukan dengan baik dan sangat baik, menemukan, menganalisis dan menyimpulkan. Nilai pada aspek praktik (psikomotor) dinyatakan dengan angka bilangan dengan rentang nilai 0 – 100

 

2). Penilaian aspek praktik (psikomotor) dilakukan pada mata pelajaran tertentu 

      Sesuai dengan Karakteristik Mata Pelajaran

 3). Penilain praktik hanya dilakukan pada indikator yang mengharuskan adanya

penilaian aspek praktik,

 

4). Peserta didik yang naik ke kelas XI tidak boleh lebih dari 3 (tiga) mata pelajaran tidak mencapai KKM,

 

5). Peserta didik yang naik ke kelas XII tidak boleh lebih dari 3 (tiga) mata pelajaran yang bukan ciri khas program tidak mencapai KKM pada aspek penilaian praktik (psikomotor) atau tidak mencapai ketuntasan belajar minimal pada salah satu atau lebih mata pelajaran ciri khas program.

c.     Aspek Sikap (afektif)

 

1). Penilaian aspek sikap (afektif) berkaitan dengan perkembangan minat, sikap, motivasi dan nilai-nilai serta perkembangan apresiasi dan pengambilan keputusan sesuai dengan tuntutan kurikulum. Nilai pada sikap (afektif) dinyatakan dengan tuntutan kurikulum. Nilai pada sikap (afektif) dinyatakan

       dengan huruf, yaitu A (amat baik), B (baik), C (cukup), dan D (kurang),

 

2).   Penilaian sikap (afektif) dilakukan pada seluruh mata pelajaran,

 

3). Penilaian sikap (afektif) hanya dilakukan pada indikator yang mengharuskan adanya penilaian aspek sikap,

 

4). Peserta didik yang naik ke kelas XI tidak boleh memiliki nilai C (cukup) lebih dari 3 (tiga) mata pelajaran,

 

5). Peserta didik yang naik ke kelas XII tidak boleh memiliki nilai C (Cukup) lebih dari 2 (dua) mata pelajaran yang bukan ciri khas program.

 

 

 

Pasal 16

 

Ketentuan Penjurusan

 

1.     Waktu penentuan dan pelaksanaan penjurusan

 

a.  Penentuan penjurusan bagi peserta didik untuk program IPA dan IPS dilakukan  mulai Kelas X untuk K-13

b.  Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar sesuai program jurusan dimulai pada semester 1 (satu) kelas XII  untuk KTSP dan semester 1 (satu) kelas X dan XI untuk K-13

2.     Kriteria penjurusan program

 

Penentuan penjurusan program dilakukan dengan mempertimbangkan potensi, minat, bakat dan kebutuhan peserta didik yang harus dibuktikan dengan hasil prestasi akademik sesuai dengan kriteria nilai yang ditetapkan oleh SMA Negeri 1 Kuala Tungkal.

 

Apabila terjadi perbedaan antara potensi/minat dengan nilai akademik seorang peserta didik maka guru harus mengkaji dan melakukan perbaikan dalam memberikan layanan belajar kepada yang bersangkutan.

 

2.1     Potensi dan  Minat Peserta didik

 

Untuk mengetahui potensi dan minat peserta didik dapat dilakukan melalui angket/kuesioner, Piagam Prestasi, unjuk ketrampilan  dan wawancara atau cara lain yang dapat digunakan untuk mendeteksi potensi, minat, dan bakat.

 

2.2     Nilai Akademik (RAPOR)

 

Peserta didik  kelas X dan akan mengambil program tertentu, yaitu Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) boleh memiliki nilai Cukup paling banyak 3 (tiga) mata pelajaran pada mata pelajaran yang bukan ciri khas program tersebut.

2.3     Peserta didik yang telah memenuhi syarat untuk penjurusan ke program IPA dan IPS karena faktor-faktor tertentu diperkenankan pindah program dengan batas waktu selambat-lambatnya 1 (satu) bulan setelah hari pertama masuk sekolah tahun pelajaran baru berjalan.

2.4     Penjurusan dilakukan oleh TIM penjurusan yang terdiri dari : Guru BK, Wakil Kepala Sekolah, Tenaga Administrasi dengan Koordinasi Kepala Sekolah, berdasarkan kriteria yang sudah ditetapkan.

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB VI

 

KETENTUAN KELULUSAN UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL, UJIAN NASIONAL DAN KELULUSAN DARI SATUAN PENDIDIKAN

 

 

Pasal 17

 

                 Ketentuan Kelulusan Ujian Sekolah Berstandar Nasional

 

 

1.     Sekolah menetapkan nilai minimal kelulusan untuk setiap mata pelajaran yang diujikan dalam Ujian Sekolah Berstandar Nasional,

2.     Penetapan batas kelulusan merupakan hasil pertimbangan Dewan Guru, Komite Sekolah – SMA Negeri 1 Kuala tungka  dan dilaporkan ke Dinas Pendidikan  Provinsi Jambi,

3.     Penetapan batas kelulusan diumumkan kepada peserta didik dan disampaikan kepada orang tua peserta didik dan masyarakat selambat-lambatnya 2 (dua) bulan sebelum ujian dilaksanakan,

4.     Peserta didik dinyatakan lulus ujian sekolah apabila memenuhi kriteria sebagai berikut:

a.    memiliki nilai rata-rata sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh sekolah, baik untuk Ujian Sekolah Bersatandar Nasional (USBN)  tulis maupun ujian sekolah praktik;

 

b.    mencapai nilai minimal batas kelulusan untuk setiap mata pelajaran sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan SMA Negeri 1 Kuala Tungkal.

 

5.     Penentuan kelulusan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dilakukan melalui rapat dewan pendidik SMA Negeri 1 Kuala Tungkal.

 

 


Pasal 18

 

Ketentuan Kelulusan Ujian Nasional

 

 

1.     Peserta Ujian Nasional (UN) dinyatakan lulus jika memenuhi standar kelulusan yang telah ditetapkan melalui Rapat Dewan Guru  yaitu bila memiliki nilai rata-rata minimal yang ditetapkan Sekolah  untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan dalam Ujian Nasional,

 

2.     Pengumuman Kelulusan  akan diatur kemudian sesuai dengan POS Ujian Nasional yang ditetapkan oleh BSNP tahun berjalan.

 

 

 

 

 

 

Pasal 19

 

                      Ketentuan Kelulusan dari SMA Negeri 1 Kuala Tungkal

 

Peserta didik dinyatakan lulus dari SMA Negeri 1 Kuala Tungkal  apabila :

 

1.     Menyelesaikan seluruh program pembelajaran;

 

2.     Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran

3.     kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajarn estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan.

 

Penilaian akhir hasil belajar oleh satuan pendidikan untuk mata pelajaran kelompok mata pelajaran estetika dan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan oleh satuan pendidikan melalui rapat dewan pendidik berdasarkan hasil penilaian oleh pendidik.

 

Penilaian akhir hasil belajar peserta didik kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia dan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan oleh satuan pendidikan melalui Rapat Dewan Pendidik berdasarkan penilaian oleh pendidik dengan mempertimbangkan hasil ujian sekolah.

a.    Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan melalui: 1). Pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai

 

perkembangan afeksi dan kepribadian peserta didik;

 

2). Ujian, ulangan, dan atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik


b.    Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi diukur melalui ulangan, penugasan, dan atau bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik materi yang dinilai,

 

c.    Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran estetika dilakukan melalui pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan ekspresi psikomotorik peserta didik,

 

d.    Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan dilakukan melalui :

1). Pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan psikomotorik dan afeksi peserta didik;

2).   Ulangan dan atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik.

 

3.     Lulus Ujian Sekolah Berstandar Nasional untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi,

 

4.     Memiliki Hasil  Ujian Nasional secara lengkap.

 

 

 

 

 

 

BAB VII

 

KETENTUAN HAK PESERTA DIDIK DALAM PENGGUNAAN FASILITAS BELAJAR

 

 

Pasal 20

 

Ketentuan Hak Peserta Didik dalam Penggunaan Ruang Belajar

 

1.     Peserta didik berhak menggunakan ruang belajar sebagai sarana untuk mengikuti kegiatan pembelajaran pada jam belajar efektif,

 

2.     Peserta didik berhak menggunakan ruang belajar sebagai sarana untuk kegiatan diskusi, seminar dll yang dilaksanakan di luar jam belajar efektif dalam upaya peningkatan wawasan pengetahuan peserta didik dan Pengembangan Diri

 

3.     Penggunaan ruang belajar di luar jam belajar efektif harus dilaporkan serta mendapat Izin Kepala Sekolah melalui Koordinasi wakasek. Sarana dan Prasarana.

 

4.     Dalam setiap penggunaan ruang belajar setiap peserta didik wajib menjaga dan memelihara kebersihan dan fasilitas yang ada dalam ruang belajar dan Lingkungan dalam rangka mewujudkan Sekolah ADIWIYATA.

 

 


Pasal 21

 

Ketentuan Hak Peserta Didik dalam Penggunaan Laboratorium IPA

 

(Fisika, Kimia, dan Biologi)

 

1.     Peserta didik berhak menggunakan laboratorium IPA (fisika, kimia, dan biologi) sebagai sarana untuk melaksanakan kegiatan praktikum baik pada jam belajar efektif maupun di luar jam belajar efektif,

2.     Peserta didik berhak melaksanakan kegiatan praktikum di laboratorium IPA (fisika, kimia, dan biologi) minimal 2 (dua) kali dalam satu semester sesuai dengan jadwal kegiatan praktikum yang disusun oleh Kepala laboratorium SMA Negeri 1 Kuala Tungkal.

3.     Peserta didik berhak menggunakan fasilitas yang ada dalam ruang laboratorium IPA (media pembelajaran, alat, dan bahan praktikum) sebagai sarana untuk melaksanakan kegiatan praktikum,

 

4.     Penggunaan laboratorium IPA (fisika, kimia, dan biologi) di luar jam belajar efektif untuk kegiatan praktikum harus dilaporkan serta mendapat Izin Kepala Sekolah melalui Wakasek. Sarpras dan didampingi oleh GURU PEMBIMBING dan LABORAN

 

5.     Setiap penggunaan laboratorium IPA (fisika, kimia, dan biologi) oleh peserta didik baik pada jam belajar efektif maupun di luar jam belajar efektif harus dikoordinir dan diawasi oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan bersama-sama dengan petugas LABORAN,

 

 

 

 

 

 

6.     Dalam setiap penggunaan laboratorium IPA (fisika, kimia, dan biologi) setiap peserta didik wajib menjaga dan memelihara kebersihan dan fasilitas yang ada dalam ruang dan lingkungan laboratorium serta mematuhi tata tertib yang berlaku dalam penggunaan laboratorium IPA (fisika, kimia, dan biologi).

 

Pasal 22

 

Ketentuan Hak Peserta Didik dalam Penggunaan Laboratorium Komputer

 

                    dan Laboratorium Bahasa (Dalam Proses Persiapan)

 

1.     Peserta didik berhak menggunakan laboratorium computer dan bahasa sebagai sarana untuk melaksanakan kegiatan praktikum baik pada jam belajar efektif maupun diluar jam belajar efektif,


2.     Peserta didik berhak melaksanakan kegiatan praktikum di laboratorium computer dan bahasa sesuai dengan jadwal kegiatan praktikum yang disusun oleh kepala laboratorium,

 

3.     Peserta didik berhak menggunakan fasilitas yang ada dalam ruang laboratorium komputer dan bahasa (media pembelajaran, alat, dan bahan praktikum) sebagai sarana untuk melaksanakan kegiatan praktikum,

 

4.     Penggunaan laboratorium komputer dan bahasa diluar jam belajar efektif untuk kegiatan praktikum harus dilaporkan serta mendapat Izin dari guru pembimbing,

5.     Setiap penggunaan laboratorium komputer dan bahasa oleh peserta didik baik pada jam belajar efektif maupun diluar jam belajar efektif harus dikoordinir dan diawasi oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan bersama-sama dengan petugas laboran,

6.     Dalam setiap penggunaan laboratorium komputer dan bahasa setiap peserta didik wajib menjaga dan memelihara kebersihan dan fasilitas yang ada dalam ruang dan lingkungan laboratorium serta mematuhi tata tertib yang berlaku dalam penggunaan laboratorium komputer dan bahasa.

 

Pasal 23

 

Ketentuan Hak Peserta Didik dalam Penggunaan Perpustakaan

 

 

1.     Peserta didik berhak menggunakan perpustakaan sebagai sarana untuk menambah wawasan pengetahuan dan kegiatan Literasi sesuai dengan waktu kunjungan yang ditetapkan oleh petugas perpustakaan,

2.     Peserta didik berhak mengikuti kegiatan pembelajaran di perpustakaan dengan bimbingan guru mata pelajaran yang jadwal pelaksanaannya diatur oleh Kepala Perpustakaan dan atau saat Guru Dinas Luar (DL) dan diawasi oleh Guru Piket,

 

 

 

 

3.     Peserta didik berhak mengakses bahan ajar dari fasilitas internet yang tersedia di perpustakaan untuk kepentingan pembelajaran,

4.     Dalam setiap penggunaan perpustakaan peserta didik wajib menjaga dan memelihara kebersihan dan fasilitas yang ada dalam ruang perpustakaan serta mematuhi tata tertib yang berlaku dalam ruang perpustakaan.

 

 


Pasal 24

 

Ketentuan Hak Peserta Didik dalam Penggunaan Buku Perpustakaan

 

dan Buku Referensi

 

 

1.     Peserta didik berhak menggunakan buku perpustakaan dan buku referensi lainnya di dalam ruang perpustakaan untuk kepentingan pembelajaran,

2.     Peserta didik berhak meminjam buku perpustakaan dan buku referensi lainnya sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku dalam peminjaman buku perpustakaan dan buku referensi yang telah ditetapkan sekolah,

3.     Dalam setiap penggunaan buku perpustakaan dan buku referensi lainnya peserta didik wajib menjaga dan memelihara kondisi buku yang digunakan.

 

Pasal 25

 

Ketentuan Hak Peserta Didik dalam Penggunaan Sarana dan Fasilitas Olahraga

 

 

1.     Peserta didik berhak menggunakan sarana dan fasilitas olahraga untuk kegiatan praktik mata pelajaran pendidikan jasmani, olah raga, dan kesehatan serta dikoordinir dan diawasi oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan,

2.     Penggunaan sarana dan fasilitias olahraga di luar kegiatan sebagaimana pada butir 1 harus dilaporkan serta mendapat ijin dari wakasek sarana,

3.     Dalam setiap penggunaan sarana dan fasilitas olahraga peserta didik wajib menjaga dan memelihara kondisi sarana dan fasilitas yang digunakan.

 

Pasal 26

 

Ketentuan Hak Peserta Didik dalam Penggunaan Fasilitas Internet

 

 

1.     Peserta didik berhak menggunakan sarana dan fasilitas internet untuk kegiatan yang menunjang pembelajaran dengan Panduan Guru Mata Pelajaran atau Guru Pembimbing

 

 

 

 

 

2.     Peserta didik berhak mengakses bahan ajar dari internet untuk kegiatan pembelajaran,

 

3.   Peserta  didik  dilarang  mengakses  konten  dari  internet  selain  bahan   ajar  yang

 

menunjang kegiatan pembelajaran,

 

 

 

 


4.     Peserta didik berhak mengisi konten yang ada pada website sekolah (komentar positif, karya tulis, berita, dll) sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh admin website sekolah.

 

Pasal 27

 

Ketentuan Hak Peserta Didik dalam Penggunaan Media lainnya

 

1.     Peserta didik berhak menggunakan media lainnya yang tersedia di sekolah (LCD projector, tape recorder, alat musik, sound system, TV dll), untuk kepentingan pembelajaran,

 

2.     Penggunaan setiap media tersebut pada butir 1 harus dilaporkan serta mendapat ijin dari wakasek. sarana serta dikoordinir dan diawasi oleh guru pembimbing,

 

3.     Dalam setiap penggunaan media peserta didik wajib menjaga dan memelihara kondisi media yang digunakan agar terhindar dari kerusakan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB VIII

 

KETENTUAN LAYANAN KONSULTASI DENGAN GURU MATA PELAJARAN, WALI  

                          KELAS DAN GURU BIMBINGAN KONSELING

 

 

Pasal 28

 

Ketentuan Layanan Konsultasi dengan Guru Mata Pelajaran

 

 

1.     Setiap peserta didik berhak mendapat layanan konsultasi dengan guru mata pelajaran,

 

2.     Layanan konsultasi pada guru mata pelajaran merupakan bagian dari program pengembangan diri yang secara khusus dimaksudkan untuk memberikan bimbingan kepada peserta didik agar mampu belajar secara efektif, mampu mengatasi hambatan dan kesulitan belajar sesuai dengan kompetensi yang harus dicapai pada setiap mata pelajaran,

 

3.     Layanan konsultasi dapat dilaksanakan pada jam pembelajaran sekolah selama guru mata pelajaran yang bersangkutan tidak sedang tugas mengajar di kelas,

4.     Layanan konsultasi dengan guru mata pelajaran dapat juga dilaksanakan di luar jam pembelajaran sekolah berdasarkan kesepakatan antara peserta didik dengan guru

 mata pelajaran yang bersangkutan namun pelaksanaannya tetap di lingkungan sekolah,

 

 

 

 

 


5.     Layanan konsultasi pada guru mata pelajaran yang bersifat mendesak dapat juga dilaksanakan melalui telepon atau handphone sesuai dengan kepentingannya,

6.     Layanan konsultasi dengan guru mata pelajaran hanya terkait dengan mata pelajaran guru yang bersangkutan khususnya dalam hal kesulitan belajar dan mengerjakan tugas pelajaran.

 

Pasal 29

 

Ketentuan Layanan Konsultasi dengan Wali Kelas

 

1.     Setiap peserta didik berhak mendapat layanan konsultasi dengan wali kelasnya,

 

2.     Layanan konsultasi dengan wali kelas dimaksudkan untuk memberikan bimbingan kepada peserta didik agar mampu belajar secara efektif, mampu mengatasi hambatan

dan kesulitan belajar sesuai dengan kompetensi yang harus dicapai dalam mengikuti seluruh mata pelajaran,

3.     Layanan konsultasi dapat dilaksanakan pada jam pembelajaran sekolah selama wali kelas yang bersangkutan tidak sedang tugas mengajar di kelas,

4.     Layanan konsultasi dengan wali kelas dapat juga dilaksanakan diluar jam pembelajaran sekolah berdasarkan kesepakatan antara peserta didik dengan wali kelas yang bersangkutan namun pelaksanaannya tetap di lingkungan sekolah,

 

5.     Layanan konsultasi pada wali kelas yang bersifat mendesak dapat juga dilaksanakan melalui telepon atau handphone sesuai dengan kepentingannya,

6.     Layanan konsultasi dengan wali kelas hanya terkait dengan masalah peserta didik di kelas yang bersangkutan.

 

 

 

 

Pasal 30

 

Ketentuan Layanan Konsultasi dengan Guru BK

 

1.     Setiap peserta didik berhak mendapat layanan konsultasi dengan Guru BK,

 

2.       Layanan konsultasi dengan Guru BK terkait dengan berbagai masalah peserta didik di kelas, di luar kelas, maupun masalah yang berkaitan dengan pergaulan siswa yang bersangkutan yang bersifat menghambat keaktifan dan keberhasilan peserta didik dalam proses belajar,


3.     Setiap peserta didik berhak mendapat layanan konsultasi dengan guru BK terkait dengan minat, potensi, dan permasalahan lainnya yang mendukung pelaksanaan kegiatan pembelajaran peserta didik,

 

4.     Peserta didik yang mempunyai kepentingan khusus dan mendesak dapat meninggalkan pelajaran/kelas untuk mendapat layanan konsultasi Guru BK seijin guru mata pelajaran.

 

5.     Jenis-jenis layanan akademik yang berhak diperoleh peserta didik dari Guru BK meliputi :

a.    Layanan Orientasi, yaitu layanan dalam bentuk kegiatan peserta didik baru (MOS)

 

b.    Layanan informasi, yaitu layanan dalam bentuk pemberian informasi secara verbal dan atau non verbal, baik kepada peserta didik maupun orang tua.

c.    Layanan Penguasaan Konten, yaitu layanan dalam bentuk kegiatan remedial,pengayaan, pemantapan, try out dll.

d.    Layanan Penempatan dan Penyaluran, yaitu layanan dalam bentuk pembagian kelompok atau kelas dan penyaluran potensi, minat dan bakat peserta didik agar mereka berprestasi secara optimal.

e.    Layanan bimbingan kelompok, yaitu bimbingan secara klasikal dengan materi tentang tehnik membaca cepat, tehnik membuat ringkasan, tehnik menghafal

 

f.     Layanan konseling kelompok, yaitu layanan dalam bentuk diskusi kelompok dimana setiap anggota kelompok berpartisipasi aktif membahas permasalahan yang telah mereka pilih sehingga setiap anggota kelompok dapat belajar dari pengalaman anggota kelompok lainnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IX

 

PENUTUP

 

 

Pasal 31

 

Peraturan Akademik ini disampaikan dan disosialisasikan kepada pihak terkait untuk dipahami dan dilaksanakan sebagaimana yang diatur.

 

 

Pasal 32

 

Hal-hal yang belum diatur dan belum sempurna dalam penyusunan peraturan akademik ini akan ditentukan dan dibetulkan  kemudian.

 

Pasal 33

 

Peraturan  akademik  ini berlaku terhitung Tahun Pelajaran 2017/2018 Sampai dengan Tahun Pelajaran 2019/2020 dan dilakukan REVISI di setiap Tahun Pelajaran.

 

 

                                                                          Ditetapkan di   :   Kuala Tungkal

                                                                              Pada tanggal    :   .....Juli   2017

 

                                                                          Kepala SMA Negeri 1 Kuala Tungkal,

 

 

 

 

KHAIRIL ANAM, S.Pd.

Pembina

NIP. 197010281997011002.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

           

TUGAS POKOK DAN FUNGSI  (TUPOKSI)

 

TENAGA PENDIDIK DAN KEPENDIDIKAN

 

SMA NEGERI 1 KUALA TUNGKAL

 

 

I. TUGAS POKOK DAN FUNGSI   Kepala Sekolah (EMASLIM).

 

1.  Kepala Sekolah sebagai Pendidik (Educator)

 

a. Membimbing guru dalam hal menyusun dan melaksanakan program pengajaran, mengevaluasi hasil belajar dan melaksanakan program pengajaran dan remedial.

b.  Membimbing karyawan dalam hal menyusun program kerja dan melaksanakan tugas sehari-hari.

c.  Membimbing siswa dalam kegiatan ekstra kurikuler, OSIS dan mengikuti lomba di luar sekolah.

 

d.  Mengembangkan staf melalui pendidikan/latihan, melalui pertemuan, seminar dan diskusi, menyediakan bahan bacaan, memperhatikan kenaikan pangkat, mengusulkan kenaikan jabatan melalui seleksi calon Kepala Sekolah.

 

e.  Mengikuti perkembangan iptek melalui pendidikan/latihan, pertemuan, seminar, diskusi dan bahan-bahan.

 

2.  Kepala Sekolah sebagai Manajer (Manager)

 

a.  Mengelola administrasi kegiatan belajar dan bimbingan konseling dengan memiliki data lengkap administrasi kegiatan belajar mengajar dan kelengkapan administrasi bimbingan konseling.

b.  Mengelola administrasi kesiswaan dengan memiliki data administrasi kesiswaan dan kegiatan ekstra kurikuler secara lengkap.

 

c. Mengelola administrasi ketenagaan dengan memiliki data administrasi tenaga guru, karyawan (TU/laboran/teknisi/perpustakaan).

 

d.   Mengelola administrasi keuangan, baik administrasi keuangan rutin dan komite sekolah.

e.  Mengelola administrasi sarana/prasarana baik administrasi gedung/ruang, mebelair, alat laboratorium, perpustakaan.

 

3.  Kepala Sekolah sebagai Pengelola Administrasi (Administrator)

 

a.   Menyusun program kerja, baik jangka pendek, menengah maupun jangka panjang.

b.  Menyusun organisasi ketenagaan di sekolah, baik Wakasek, Walikelas, Kepala Tata Usaha, Bendahara,Personalia Pendukung misalnya pembina perpustakaan, pramuka, OSIS, olah raga. Personalia kegiatan temporer, seperti Panitia Ujian, panitia peri-ngatan hari besar nasional atau keagamaan dan sebagainya.

 

c.  Menggerakkan staf/guru/karyawan dengan cara memberikan arahan dan mengkoordinasikan pelaksanaan tugas.

 

d.  Mengoptimalkan sumber daya manusia secara optimal, memanfaatkan sarana/prasarana secara optimal dan merawat sarana prasarana milik sekolah.

 

4.  Kepala Sekolah sebagai Penyelia (Supervisor)

 

a. Menyusun program supervisi kelas, kegiatan ekstra kurikuler dan sebagainya.

b. Melaksanakan program supervisi baik supervisi kelas, kegiatan ekstra kurikuler dan lain-lain.

c.  Memanfaatkan hasil supervisi untuk meningkatkan kinerja guru/karyawan dan untuk pengembangan sekolah.

 


5.  Kepala Sekolah sebagai Pemimpin (Leader)

 

a.  Memiliki kepribadian yang kuat, jujur, percaya diri, bertanggungjawab, berani mengambil resiko dan berjiwa besar.

b.  Memahami kondisi anak buah, baik guru, karyawan dan anak didik.

c.  Memiliki visi dan memahami misi sekolah yang diemban.

d.  Mampu mengambil keputusan baik urusan intern maupun ekstern.

e.  Mampu berkomunikasi dengan baik secara lisan maupun tertulis.

 

 

 

 

 

 

 

 

6.  Kepala Sekolah sebagai Pembaharu (Inovator)

 

a.  Mampu mencari, menemukan dan mengadopsi gagasan baru dari pihak lain.

b.  Mampu melakukan pembaharuan di bagian kegiatan belajar mengajar dan bimbingan konseling, pengadaan dan pembinaan tenaga guru dan karyawan, kegiatan ekstra kurikuler dan mampu melakukan pembaharuan dalam menggali sumber daya.

 

7.  Kepala Sekolah sebagai Pendorong (Motivator)

 

a.  Mampu mengatur lingkungan kerja.

b.  Mampu mengatur pelaksanaan suasana kerja yang memadai.

c.  Mampu menerapkan prinsip memberi penghargaan maupun sanksi hukuman yang sesuai dengan aturan yang ada.

 

II. TUGAS POKOK DAN FUNGSI Wakasek. Urusan Kurikulum

 

Membantu dan Bertanggung Jawab kepada Kepala Sekolah dalam kegiatan :

1.  Menyusun program pengajaran

2.  Menyusun dan menjabarkan kalender pendidikan

3.  Menyusun pembagian tugas guru dan jadwal pelajaran dengan Koordinasi Kepala Sekolah

4.  Menyusun jadwal ulangan dan pelaksanaan ujian sekolah

5.  Menerapkan kriteria persyaratan kenaikan kelas dan kelulusan

6.  Mengatur jadwal penerimaan rapor dan ijazah

7.  Mengkoordinasikan, menyusun dan mengarahkan penyusunan kelengkapan mengajar

 

8.  Mengatur pelaksaan program perbaikan dan pengayaan

9.  Mengatur pengembangan MGMP/MGBK dan koordinator mata pelajaran dengan Koordinasi Kepala Sekolah

10.  Melakukan supervisi administrasi akademik/PKG

11.  Melakukan pengarsipan program kurikulum

12.  Penyusunan laporan secara berkala

13.  Melaksanakan Tugas tertentu yang ditugaskan Kepala Sekolah.

 

III. TUGAS POKOK DAN FUNGSI WAKASEK. Urusan Kesiswaan

 

Membantu dan Bertanggung Jawab kepada Kepala Sekolah dalam kegiatan :

1.  Menyusun program Pembinaan Kesiswaan (OSIS), meliputi: Kepramukaan, PMR, KIR, UKS, Paskibraka, Drumband, SANLAT, OSN, O2SN, FLS2N DLL.

2.  Melaksanakan bimbingan, pengarahan dan pengendalian kegiatan kesiswaan/OSIS dalam rangka menegakkan disiplin dan tata tertib sekolah serta pemilihan pengurus OSIS

 

3.  Membina pengurus OSIS dalam berorganisasi

4.  Menyusun jadwal dan pembinaan  secara berkala dan insidental

5.  Membina dan melaksanakan koordinasi 7 M  5T

6.  Melaksanakan pemilihan calon siswa berprestasi dan penerima bea siswa

7.  Mengadakan pemilihan siswa untuk mewakili sekolah dalam kegiatan di luar sekolah

8.  Mengatur mutasi siswa dengan Koordinasi Kepala Sekolah

9.  Menyusun dan membuat kepanitiaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS)

10.  Menyusun dan membuat jadwal kegiatan akhir tahun sekolah

 

11.  Membuat laporan kegiatan kesiswaan secara berkala

12.  Melaksanakan Tugas Tertentu yang ditugaskan Kepala Sekolah

 


IV.  TUGAS POKOK DAN FUNGSI WAKASEK. Urusan Sarana dan Prasarana

 

Membantu dan Bertanggung Jawab kepada Kepala Sekolah dalam kegiatan :

1.  Menyusun program pengadaan sarana dan prasarana

2.  Mengkoordinasikan penggunaan sarana prasarana

3.  Pengelolaan pembiayaan alat-alat pengajaran dengan Koordinasi Kepala Sekolah

4.  Mengelola perawatan dan perbaikan sarana prasarana dengan Koordinasi Kepala Sekolah

5.  Bertanggung jawab terhadap kelengkapan data sekolah secara keseluruhan

6.  Melaksanakan pembukuan sarana dan prasarana secara rutin

7.  Menyusun laporan secara berkala

8.  Melaksanakan Tugas tertentu yang ditugaskan Kepala Sekolah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

V. TUGAS POKOK DAN FUNGSI  WAKASEK. Urusan Humas

 

Membantu dan Bertanggung Jawab kepada Kepala Sekolah dalam kegiatan :

1.     Mengatur dan menyelenggarakan hubungan sekolah dengan komite sekolah

2.     Membina hubungan antara sekolah dengan wali murid

3.     Membina pengembangan antar sekolah dengan lembaga pemerintah, dunia usaha, dan lembaga sosial lainnya

 

4.     Membuat dan menyusun program semua kebutuhan sekolah

5.     Koordinasi dengan semua staf untuk kelancaran kegiatan sekolah

 

6.     Menciptakan hubungan yang kondusif diantara warga sekolah

7.     Mengkoordinir guru dan karyawan sekolah dalam melaksanakan kegiatan yang bersifat sosial dan kekeluargaan

 

8.     Melakukan koordinasi dengan semua staf dan bertanggung jawab untuk mewujudkan 7M 5T

9.     Menyusun program kegiatan bakti sosial, karya wisata, dan pameran hasil pendidikan

10.   Mewakili Kepala Sekolah apabila berhalangan untuk menghadiri rapat masalah-masalah yang bersifat umum

 

11.   Menyusun laporan secara berkala

12.   Melaksanakan Tugas tertentu yang ditugaskan Kepala Sekolah

 

 

VI. TUGAS POKOK DAN FUNGSI KEPALA TENAGA ADMINISTRASI SEKOLAH

 

 

Bertanggung Jawab kepada Kepala Sekolah dalam kegiatan:

1.  Penyusunan program kerja Tenaga Administrasi Sekolah

2.  Pengelolaan dan pengarsipan surat-surat masuk dan keluar

3.  Pengurusan administrasi sekolah

4.  Pembinaan dan pengembangan karir pegawai Tenaga Administrasi  Sekolah

5.  Penyusunan administrasi sekolah meliputi kesiswaan dan ketenagaan

6.  Penyusunan dan penyajian data/statistik sekolah secara keseluruhan

7.  Mengkoordinasikan dan melaksanakan 7 M   5T

8.  Penyusunan laporan pelaksanaan secara berkala

9.  Memvalidasi Surat-surat Masuk sebelum memo  Kepala Sekolah

 

VII.TUGAS POKOK DAN FUNGSI  BENDAHARA

 

Bertanggung Jawab kepada Kepala Sekolah dalam kegiatan:

1.  Menyusun  RAPBS setiap awal Tahun Anggaran dan Tahun Pelajaran baru dengan Koordinasi Kepala Sekolah

2.  Membuat perencanaan anggaran bulanan dan tahunan

 

3.  Mengelola sumber dana dan pengeluarannya dengan Koordinasi Kepala Sekolah

4.  Membuat laporan keuangan BULANAN, TRIWULAN,  dan TAHUNAN

5.  Membuat usulan gaji PTK

6.  Membayarkan gaji  PTK, TRANSPORT, HOHOR DAN JASA

 


VIII. Tugas Pokok dan Fungsi Wali kelas

 

Membantu dan Bertanggung Jawab kepada Kepala Sekolah dalam kegiatan :

1.  Pengelolaan Kelas:

1. Tugas Pokok meliputi:

·  Mewakili orang tua dan kepala sekolah dalam lingkungan pendidikan

·  Meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa

·  Membantu pengembangan keterampilan peserta didik

·  Membantu pengembangan kecerdasan peserta didik

·  Mempertinggi budi pekerti dan kepribadian peserta didik

2.  Keadaan Anak Didik

·  Mengetahui jumlah peserta didik

·  Mengetahui jumlah peserta  didik putra (Pa)

·  Mengetahui jumlah peserta  didik putrid (Pi)

·  Mengetahui nama-nama peserta didik

·  Mengetahui identitas lain dari peserta didik

·  Mengetahui kehadiran peserta didik setiap hari

·  Mengetahui masalah-masalah yang dihadapi peserta didik (tentang pelajaran,status sosial/ekonomi, dan lain-lain).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3. Melakukan Penilaian

 

·  Tingkah laku peserta  didik sehari-hari di sekolah

·  Kerajinan, ketekunan, dan kesantunan

·  Kepribadian/TATIB

·  Dan lain-lain

4.  Mengambil Tindakan Bila Dianggap Perlu

·  Pemberitahuan, pembinaan, dan pengarahan

·  Peringatan secara lesan

·  Peringatan khusus yang terkait dengan BP/Kepala Sekolah

5.  Langkah Tindak Lanjut

·  Memperhatikan buku nilai rapor peserta didik

 

·  Memperhatikan keberhasilan/kenaikan peserta didik

·  Memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan peserta  didik

·  Memperhatikan dan membina suasana kekeluargaan

2.  Penyelenggaraan Administrasi Kelas meliputi:

1.   Denah tempat duduk peserta didik

2.   Papan absensi peserta didik

3.   Daftar Pelajaran

4.   Daftar Piket

5.   Buku Absensi

6.   Buku Jurnal kelas

7.   Tata tertib kelas

3.   Penyusunan dan pembuatan statistik bulanan peserta didik

4.   Pengisian  Daftar Kelas

5.   Pembuatan catatan khusus tentang peserta didik

6.   Pencatatan mutasi peserta didik

7.   Pengisian buku laporan penilaian hasil belajar

8.   Pembagian buku laporan penilaian hasil belajar

 

 

IX. Tugas Pokok dan Fungsi Guru Pembimbing (BK)

 

Bertanggung jawab kepada Kepala Sekolah dalam kegiatan:

1.  Penyusunan dan pelaksanaan program bimbingan dan konseling

2.  Koordinasi dengan wali kelas dalam rangka mengatasi masalah-masalah yang dihadapi peserta didik tentang kesulitan belajar  

 

3.  Membgerikan layanan dan bimbingan kepada peserta didik agar lebih berprestasi dalam kegiatan belajar

 

4.  Memberikan saran dan pertimbangan kepada peserta didik dalam memperoleh gambaran tentang lanjutan pendidikan dan lapangan pekerjaan yang sesuai

 

5.  Mengadakan penilaian pelaksanaan bimbingan dan konseling

6.  Menyusun statistik hasil penilaian bimbingan dan konseling

7.  Melaksanakan kegiatan analisis hasil evaluasi belajar

8.  Menyusun dan melaksanakan program tindak lanjut bimbingan dan konseling

9.  Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan bimbingan dan koseling

 

 

X.  TUGAS POKOK DAN FUNGSI KOORDINATOR BK

 

Bertanggung jawab kepada Kepala Sekolah dalam kegiatan:

1.  Menyusun program dan pelaksanaan kegiatan penyuluhan

2.  Membantu guru dan wali kelas dalam menghadapi kasus peserta didik

3.  Membuat program bimbingan psikologi

4.  Menyusun dan mengarsip data kasus siswa (konseling)

 

5.  Memberikan penjelasan bersama dengan Kepala Sekolah tentang program dan tujuan bimbingan kepada Wali Murid

 

6.  Membantu Wali Murid dalam memberikan layanan psikolog tentang perkembangan putra-putrinya

 

7.  Kordinasi dengan Wali Kelas dalam rangka mengatasi masalah yang dihadapi siswa tentang kesulitan belajar.

 

8.  Melaksanakan koordinasi dengan wali kelas dan guru serta dinas terkait dalam menilai siswa bila terjadi pelanggaran yang dilakukan siswa.

 

 

 

 

 

 

 

9.  Memberikan layanan bimbingan penyuluhan dan karir kepada siswa agar lebih berprestasi dalam kegiatan belajar

 

10.  Melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait

11.  Penyusunan dan pemberian saran serta pertimbangan pemilihan jurusan

12.Memberikan saran dan pertimbangan kepada siswa dalam memperoleh gambaran tentang lanjutan pendidikan

 

13.  Mengadakan penilaian pelaksanaan BK

14.Melaksanakan home visit kepada siswa/orang tua siswa yang bermasalah setelah ditangani oleh wali kelas melalui home visit sebelumnya dan tidak ada perubahan

 

15.  Menyusun statistik hasil penilaian BK

16.  Menyusun laporan pelaksanaan BK secara berkala

 

XI. TUGAS POKOK DAN FUNGSI Pustakawan Sekolah

 

Membantu Kepala sekolah dalam kegiatan:

1.  Perencanaan pengadaan buku/bahan pustaka/media elektronika dengan Koordinasi Kepala Sekolah

2.  Pelayanan perpustakaan

3.  Perencanaan pengembangan perpustakaan dengan Koordinasi Kepala Sekolah

4.  Pemeliharaan dan perbaikan buku-buku/bahan pustaka/media elektronika

5.  Inventarisasi dan pengadministrasian

6.  Penyimpanan buku/bahan pustaka, dan media elektronika

7.  Menyusun tata tertib perpustakaan

8.  Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan perpustakaan secara berkala

 

XII.TUGAS POKOK DAN FUNGSI  Laboran

 

Membantu Kepala Sekolah dalam kegiatan:

1.  Perencanaan pengadaan alat dan bahan laboratorium dengan Koordinasi Kepala Sekolah

2.  Menyusun jadwal dan tata tertib penggunaan laboratorium

3.  Mengatur penyimpanan, pemeliharaan, dan perbaikan alat-alat laboratorium

4.  Membuat dan menyusun daftar alat-alat laboratorium

5.  Inventarisasi dan pengadministrasian alat-alat laboratorium

6.  Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan laboratorium secara berkala

 

 

XIII. TUGAS POKOK DAN FUNGSI GURU

 

Bertanggung jawab kepada Kepala Sekolah dalam melaksanakan KBM, meliputi:

1.  Membuat kelengkapan mengajar dengan baik dan lengkap

2.  Melaksanakan kegiatan pembelajaran

3.  Melaksanakan kegiatan penilaian proses belajar, ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester dan ulangan kenaikan kelas

 

4.  Melaksanakan analisis hasil ulangan harian

5.  Menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengayaan

6.  Mengisi daftar nilai anak didik

7.  Melaksanakan kegiatan bimbingan kepada peserta didik

 

8.  Membuat alat pelajaran/alat peraga

9.  Menumbuh kembangkan sikap menghargai karya seni

10.Menumbuhkembangkan Budaya Mutu

11.  Mengikuti kegiatan pengembangan dan pemasyarakatan kurikulum

12.  Melaksanakan tugas tertentu di sekolah

13.  Mengadakan pengembangan program pembelajaran

14.  Membuat catatan tentang kemajuan hasil belajar peserta  didik

15.  Mengisi dan meneliti daftar hadir sebelum memulai pelajaran

16.  Mengatur kebersihan ruang kelas dan sekitarnya

17.  Mengumpulkan dan menghitung angka kredit untuk kenaikan pangkat

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

XIV. TUGAS POKOK DAN FUNGSI KOORDINATOR GURU MATA PELAJARAN

 

Membantu Kepala Sekolah dalam kegiatan :

1.  Bertanggungjawab atas :

a. Terlaksananya pertemuan MGMP intern sekolah minimal satu bulan sekali.

b. Penyusunan program dan pengembangan MGMP mata pelajaran sejenis.

c. Penyusunan program pengajaran :

 

(1). Analisis SK-KD.

(2). Analisis SKL

(2). Program Tahunan (Prota)

(3). Program Semester (Prosem)

(4). Pengembangan silabus

(5).Pengembangan RPP

(6).Pengembangan bahan ajar

(7).Penyusunan instrumen penilaian

(8).Penyusunan analisis hasil ulangan

(9).Pembelajaran remidial dan pengayaan.

Sesuai dengan perkembangan pendidikan saat ini.

 

2.  Mengkoordinasikan penyusunan naskah soal Ulangan Harian.

3.  Mengkoordinir pembuatan dan mengumpulkan analisis Ulangan Harian, Rekap daya serap dan ketuntasan belajar dan target kurikulum untuk selanjutnya diserahkan ke bidang kurikulum.

 

4.  Membantu mengkoordinir Ulangan Harian dalam pelaksanaan UH,ketika mata pelajarannya diujikan.

 

5.  Mengadakan monitoring Ulangan Harian pelaksanaan program perbaikan dan remidial mata pelajaran sejenis.

 

6.  Mengadakan evaluasi Ulangan Tengah Semester dan Ulangan Akhir Semester.

 

XV. TUGAS POKOK DAN FUNGSI Guru Piket KBM:

 

Membantu Kepala Sekolah dalam kegiatan :

 

1.  Meningkatkan pelaksanaan 7K (Keamanan, Kebersihan, Ketertiban, Keindahan, Kekeluargaan, Kerindangan, dan Kesehatan)

2.  Mengadakan pendataan dan mengisi buku piket

3.  Menertibkan kelas-kelas yang kosong dengan jalan menginval

4.  Mencatat: guru dan siswa yang terlambat, guru dan siswa yang pulang belum waktunya, kejadian-kejadian penting dan berusaha untuk menyelesaikan

 

5.  Petugas piket harus hadir paling sedikit 15 menit sebelum bel masuk.

6.  Melaporkan kasus-kasus yang bersifat khusus kepada wali kelas atau guru pembimbing

7.  Mengawasi berlakunya Tata Tertib sekolah

 

XVI. TUGAS POKOK DAN FUNGSI PESURUH SEKOLAH

 

Bertanggung jawab kepada Kepala Sekolah dalam kegiatan :

1.  Melaksanakan tugas kebersihan di sekolah

2.  Menyediakan minum untuk Kepala Sekolah dan Guru

3.  Meminta dan menerima tugas dari kepala sekolah

4.  Membantu menyediakan kebutuhan barang-barang yang diperlukan Kepala Sekolah

5.  Melakukan tugas Penataan Taman bersama Guru dan Siswa

6.  Memelihara dan menjaga barang-barang milik sekolah

7.  Membantu dalam Penataan Sarana dan Prasarana Sekolah

 

XVII. TUGAS POKOK DAN FUNGSI  SECURUTY/PENJAGA SEKOLAH

 

Bertanggung jawab kepada Kepala Sekolah dalam kegiatan :

1.  Melaksanakan tugas pengamanan sekolah

2.  Memonitor lingkungan sekolah sebanyak 3 (tiga) kali :

2.1.  Setelah bel masuk dibunyikan, petugas berkeliling sekolah untuk memastikan bahwa seluruh siswa sudah masuk kelas

2.2.  Setelah bel istirahat berakhir, petugas berkeliling sekolah untuk memastikan bahwa seluruh siswa sudah masuk kelas

 

2.3.  Setelah bel pulang, petugas berkeliling sekolah untuk terakhir kali untuk memastikan bahwa kondisi lingkungan sekolah aman

 

3.  Mengawasi dan menjaga keamanan lahan parkir sekolah

4.  Memelihara dan menjaga barang-barang milik sekolah

5. Bekerjama dengan dinas terkait apabila ada masalah keamanan yang tidak dapat dilakukan secara internal atau sudah terjadi perbuatan melanggar hukum

 

 

 

 

 

XVIII. TUGAS POKOK DAN FUNGSI KEPALA  Perpustakaan

 

Bertanggung jawab kepada Kepala Sekolah dalam kegiatan :

1.  Merencakan pengadaan buku/bahan pustaka media elektronik dengan Koordinasi Kepala Sekolah

2.  Mengurus pelayanan pustaka,

3.  Merencanakan pengembangan perpustakaan,

4.  Memelihara dan perbaikan buku/bahan pustaka/media elektronik,

5.  Menginventarisasi dan mengadministrasikan buku-buku/bahan pustaka/media elektronik,

6.  Menyimpan buku-buku perpustakaan media elektronik,

7.  Menyusun tata tertib perpustakaan,

8.  Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan perpustakaan secara berkala dan disampaikan kepada Kepala Sekolah.

9.  Melaksanakan Tugas tertentu yang ditugaskan Kepala Sekolah

 


XIX.   TUGAS POKOK DAN FUNGSI KEPALA Laboratorium IPA