Peraturan Akademik

PERATURAN AKADEMIK SMA NEGERI 1 KUALA TUNGKAL
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
LATAR BELAKANG
Undang-undang RI No. 20 tahun 2003 dan peraturan pemerintah RI No. 19 tahun 2005 mengamanatkan; “Setiap satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah wajib memenuhi Standar Nasional Pendidikan yang meliputi standar isi, standar kompetensi lulusan, standar proses, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan dan standar penilaian pendidikan”.
Standar Pengelolaan adalah Standar Nasional Pendidikan yang berkaitan dengan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan kabupaten/kota, provinsi, atau nasional agar tercapai efisiensi dan efektifitas penyelenggaraan pendidikan. Standar pengelolaan pendidikan mencakup perencanaan program, pelaksanaan Rencana Kerja Sekolah, pengawasan, evaluasi, kepemimpinan sekolah, dan sistem informasi manajemen unit pendidikan.
Salah satu komponen standar pengelolaan adalah pelaksanaan Rencana Kerja Sekolah (RKS). Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007 untuk melaksanakan Rencana Kerja Sekolah diperlukan berbagai pedoman pengelolaan sebagai petunjuk pelaksanaan operasional. Bagian utama dari pedoman pengelolaan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan Rencana Kerja Sekolah bidang kurikulum dan kegiatan pembelajaran adalah Peraturan Akademik Sekolah tersebut.
Dalam upaya memenuhi kebutuhan satuan pendidikan guna mempercepat pemenuhan standar pengelolaan pendidikan, maka SMA Negeri 1 Kuala Tungkal telah menyusun dan menerbitkan Peraturan Akademik SMA Negeri 1 Kuala Tungkal.
Pasal 2
TUJUAN
Peraturan Akademik SMA Negeri 1 Kuala Tungkal bertujuan :
1. Petunjuk operasional dalam pelaksanaan Rencana Kerja Sekolah bidang kurikulum dan kegiatan pembelajaran; 
2. Upaya untuk meningkatkan kualitas layanan pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan di SMA Negeri 1 Kuala Tungkal. 
Pasal 3
LANDASAN HUKUM
1. UU RI NO.20 tahun 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional pasal 35 ayat 1, pasal 51 ayat 1 dan 2; 
2. Peraturan Pemerintah RI NO. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 1, 49, 50, 52, 53 dan 54; 
3. Permendiknas N0. 22 tahun 2006 tentang Standar Isi, Permendiknas N0. 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan; 
4. Permendiknas NO. 24 tahun 2006 dan NO. 6 tahun 2007 tentang pelaksanaan Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan; 
5. Permendiknas No. 19 tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan; 
6. Permendiknas NO. 20 tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan; 
7. Permendiknas NO. 24 tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana; 
8. Permendiknas NO. 41 tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, panduan penilaian  5 kelompok mata pelajaran; 
9. Panduan Penilaian 5 (lima) Kelompok Mata Pelajaran (BSNP); 
10. Panduan Pembelajaran remedial (Direktorat Pembinaan SMA); 
11. Panduan Penilaian Afektif (Direktorat Pembinaan SMA); 
12. Panduan Penilaian Psikomotorik (Direktorat Pembinaan SMA); 
13. Panduan Analisis Potensi Peserta Didik , Layanan Akademik dan Pengembangan Diri (Abkin dan Direktorat Pembinaan SMA Tahun 2008); 
14. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. 
Pasal 4
PENGERTIAN DAN KONSEP
1. Peraturan akademik adalah seperangkat aturan yang harus dipatuhi dan dilaksanakan oleh semua komponen sekolah yang terkait dalam pelaksanaan Rencana Kerja Sekolah bidang kurikulum dan kegiatan pembelajaran yang disusun untuk satu tahun pelajaran. 
2. Peraturan akademik berisi tentang : 
a. persyaratan minimal kehadiran peserta didik untuk mengikuti pelajaran dan tugas guru
b. ketentuan mengenai ulangan, remedial, ujian, kenaikan kelas, dan kelulusan 
a. ketentuan mengenai hak peserta didik untuk menggunakan fasilitas belajar, laboratorium, perpustakaan, penggunaan buku pelajaran, buku referensi, dan buku perpustakaan. 
3. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) adalah Kriteria ketuntasan belajar yang ditentukan oleh satuan pendidikan. KKM pada akhir jenjang satuan pendidikan untuk kelompok mata pelajaran selain ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan nilai batas ambang kompetensi (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan Lampiran A 10). 
4. Ulangan adalah proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran untuk memantau kemajuan, melakukan perbaikan pembelajaran, dan menentukan keberhasilan belajar peserta didik (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan Lampiran A 3). 
5. Ulangan harian adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu kompetensi dasar (KD) atau lebih (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan Lampiran A 4). 
6. Ulangan Tengah Semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8 – 9 minggu kegiatan pembelajaran. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang mempresentasikan seluruh KD pada periode tersebut ( Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan Lampiran A 5). 
7. Ulangan Akhir Semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang mempresentasikan semua KD pada semester tersebut (Peraturan  Menteri  Pendidikan  Nasional  Nomor  20  Tahun  2007  tentang  Standar Penilaian Pendidikan Lampiran A 6).
8. Ulangan Kenaikan Kelas adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik di akhir semester genap untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester genap pada satuan pendidikan yang menggunakan sistem paket. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan KD pada semester tersebut (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan Lampiran A 7). 
9. Ujian Sekolah adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar dan merupakan salah satu persyaratan kelulusan dari satuan pendidikan. Mata pelajaran yang diujikan adalah mata pelajaran kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak diujikan dalam ujian nasional dan aspek kognitif dan atau psikomotorik kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian yang akan diatur dalam POS Ujian Sekolah/Madrasah (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan Lampiran A 9). 
10. Ujian Nasional yang selanjutnya disebut UN adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik pada beberapa mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka menilai pencapaian Standar Nasional Pendidikan (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan Lampiran A 10). 
11. Pembelajaran remedial merupakan layanan pendidikan yang diberikan kepada peserta didik untuk memperbaiki prestasi belajarnya sehingga mencapai kriteria ketuntasan yang ditetapkan (Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran remedial Direktorat Pembinaan SMA) 
12. Pengayaan merupakan pengalaman atau kegiatan peserta didik yang melampaui persyaratan minimal yang ditentukan oleh kurikulum dan tidak semua peserta didik dapat melakukannya (Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pengayaan Direktorat Pembinaan SMA) 
13. Fasilitas Belajar mencakup seluruh sarana dan prasarana yang tersedia di sekolah, yang dapat digunakan oleh peserta didik selama mengikuti kegiatan pembelajaran baik intrakurikuler maupun ekstrakurikuler. 
14. Layanan Konsultasi kepada mata pelajaran merupakan bagian dari program pengembangan diri, yang secara khusus dimaksudkan untuk memberikan bimbingan kepada peserta didik agar siap dan mampu belajar secara efektif, mampu mengatasi hambatan dan kesulitan dalam belajar, menguasai keterampilan akademik sesuai tuntutan kompetensi yang harus dicapai pada setiap mata pelajaran (Panduan Analisis Potensi Peserta Didik, Layanan Akademik dan Pengembangan Diri-Abkin dan Direktorat PSMA-Tahun 2008).
15. Guru Bimbingan dan Konseling/konselor adalah pendidik yang memiliki tugas dan wewenang untuk membantu peserta didik dalam pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kemampuan belajar dan pengembangan karir. Bidang pelayanan pengembangan kemampuan belajar dimaksudkan untuk membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar untuk mengikuti pendidikan sekolah secara mandiri (Pedoman Pelaksanaan Tugas Guru dan Pengawas-Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu dan Tenaga Kependidikan-Tahun 2009).
BAB II
PERSYARATAN MINIMAL KEHADIRAN PESERTA DIDIK
Pasal 5
Syarat Persentase Minimal Kehadiran Peserta Didik Untuk Dapat Mengikuti Ulangan Akhir Semester
1. Peserta didik berhak mengikuti ulangan akhir semester bila persentase kehadiran peserta didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran efektif pada setiap mata pelajaran minimal 80% dari jumlah hari belajar efektif pada semester tersebut. 
2. Peserta didik dinyatakan tidak berhak mengikuti ulangan akhir semester, bila persentase kehadiran peserta didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran efektif pada setiap mata pelajaran kurang dari 80% dari jumlah hari belajar efektif pada semester tersebut, kecuali siswa yang dikirimkan sebagai utusan Sekolah, Kabupaten, Provinsi untuk menjalankan tugas karena prestasinya di bidang tertentu, maka dihitung hadir.
3. Bagi peserta didik yang dinyatakan tidak memenuhi syarat persentase minimal kehadiran (80%) untuk dapat mengikuti ulangan akhir semester, maka kepada peserta didik yang bersangkutan wajib mengerjakan tugas mata pelajaran dari guru yang bersangkutan. 
4. Bagi peserta didik yang persentase minimal kehadirannya kurang dari 80% dari jumlah hari belajar efektif pada semester tersebut dan telah menyelesaikan tugas mata pelajaran yang diberikan guru yang bersangkutan dapat diikutsertakan dalam ulangan akhir semester namun pelaksanaan ulangannya ditempatkan secara khusus dan tersendiri. 
5. Syarat kehadiran tersebut di atas tidak diperhitungkan bagi peserta didik yang tidak hadir disebabkan karena sakit, mengikuti kegiatan mewakili sekolah, mewakili pemerintah daerah, Pemerintah Provinsi ataupun mewakili Negara yang dibuktikan dengan surat ijin atau surat tugas. 
Pasal 6
Syarat Minimal Penyelesaian Tugas-Tugas yang diberikan oleh Guru Mata Pelajaran
1. Setiap peserta didik wajib menyelesaikan seluruh tugas yang diberikan oleh guru mata pelajaran baik tugas mandiri maupun tugas kelompok. 
2. Batas Waktu penyelesaian tugas-tugas yang diberikan oleh guru mata pelajaran, ditetapkan oleh masing-masing guru mata pelajaran dengan ketentuan paling lambat sampai dengan batas waktu penilaian yang diberikan oleh guru maupun oleh sekolah secara kolektif sebelum penyerahan Laporan Hasil Peserta Didik (LHBPD) disampaikan kepada orang tua peserta didik. 
3. Setiap tugas yang diberikan guru mata pelajaran kepada peserta didik, wajib diperiksa dan dinilai oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan. 
4. Setiap peserta didik berhak mendapatkan kembali tugas yang telah diperiksa dan dinilai oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan. 
5. Setiap peserta didik berhak mengetahui hasil penilaian terhadap tugas yang diberikan guru kepadanya dan hasil penilaian tugas tersebut merupakan salah satu bagian dari penilaian akhir proses dan hasil belajar peserta didik. 
BAB III
KETENTUAN PELAKSANAAN ULANGAN DAN UJIAN
Pasal 7
Pelaksanaan Ulangan Harian
1. Waktu dan Teknis Pelaksanaan 
a.Ulangan harian adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi Dasar (KD) atau lebih, 
b.Ulangan harian dilaksanakan bila guru telah menyelesaikan kegiatan pembelajaran minimal satu Kompetensi Dasar (KD), 
c.Peserta didik dapat mengikuti ulangan harian bila telah mengikuti kegiatan pembelajaran pada Kompetensi Dasar (KD) yang diujikan dengan syarat persentase kehadiran mengikuti kegiatan pembelajaran pada KD yang diujikan minimal 80%, 
d.Bentuk soal yang diujikan dalam ulangan harian dirancang oleh masing-masing guru dalam bentuk soal uraian dan atau pilihan ganda, 
e.Alokasi waktu pelaksanaan ulangan harian ditentukan oleh masing-masing guru mata pelajaran dengan mempertimbangkan jumlah butir soal dan tingkat kesukaran soal yang diujikan. 
2. Solusi bagi peserta didik yang tidak mengikuti ulangan harian karena alasan tertentu. 
a.Peserta didik yang tidak dapat hadir mengikuti ulangan harian pada waktu yang telah ditentukan karena alasan tertentu yang dapat dipertangungjawabkan,maka dapat mengikuti ulangan harian susulan pada waktu yang ditentukan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan dengan ketentuan peserta didik yang bersangkutan telah memenuhi syarat untuk mengikuti ulangan harian, 
b.Peserta didik yang tidak hadir mengikuti ulangan harian pada waktu yang telah ditentukan karena alasan tertentu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan peserta didik yang bersangkutan telah memenuhi syarat untuk mengikuti ulangan harian, maka peserta didik yang bersangkutan diharuskan mengikuti ulangan harian susulan yang dilakukan secara tulis dan atau lisan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan, 
c.Peserta didik yang tidak dapat hadir mengikuti ulangan harian pada waktu yang telah ditentukan karena alasan tertentu yang dapat dan atau tidak dapat dipertangungjawabkan tetapi peserta didik yang bersangkutan tidak memenuhi 
syarat untuk mengikuti ulangan harian maka peserta didik yang bersangkutan diharuskan terlebih dahulu menyelesaikan tugas-tugas belajar yang diberikan dan selanjutnya baru diperkenankan mengikuti ulangan harian susulan yang dilakukan secara lisan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan.
Pasal 8
Pelaksanaan Ulangan Tengah Semester
1. Waktu dan teknis pelaksanaan
a. Ulangan tengah semester dilaksanakan setelah guru melaksanakan 8 – 9 minggu kegiatan pembelajaran, 
b. Cakupan ulangan tengah semester meliputi seluruh indikator yang mempresentasikan seluruh Kompetensi Dasar (KD) pada periode tersebut, 
c. Peserta didik berhak mengikuti ulangan tengah semester bila telah mengikuti kegiatan pembelajaran minimal 80% dari jumlah kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan, 
d. Bentuk soal yang diujikan dalam ulangan tengah semester dirancang oleh masing-masing guru dalam bentuk uraian dan atau pilihan ganda dan harus mengacu pada ketentuan yang berlaku dalam penyusunan naskah soal, 
e. Materi soal yang diujikan pada ulangan tengah semester harus mencakup dan mempresentasikan seluruh Kompetensi Dasar (KD) yang telah dipelajari, 
f. Alokasi waktu pelaksanaan ulangan tengah semester ditentukan oleh masing-masing guru mata pelajaran dengan mempertimbangkan jumlah butir soal dan tingkat kesukaran soal yang diujikan. 
2. Solusi bagi peserta didik yang tidak mengikuti ulangan tengah semester karena alasan tertentu
a. Peserta didik yang tidak dapat hadir mengikuti ulangan tengah semester pada waktu yang telah dijadwalkan karena alasan tertentu yang dapat dipertangungjawabkan maka berhak mengikuti ulangan tengah semester susulan pada waktu yang ditentukan dikemudian hari oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan dengan ketentuan peserta didik yang bersangkutan telah memenuhi syarat untuk mengikuti ulangan tengah semester, 
b. Peserta didik yang tidak dapat hadir mengikuti ulangan tengah semester pada waktu  yang  telah  dijadwalkan  karena  alasan  tertentu  yang  tidak  dapat dipertangungjawabkan dan peserta didik yang bersangkutan telah memenuhi syarat untuk mengikuti ulangan tengah semester maka peserta didik yang bersangkutan diharuskan mengikuti ulangan tengah semester susulan yang dilakukan secara lisan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan,
c. Peserta didik yang tidak dapat hadir mengikuti ulangan tengah semester pada waktu yang telah ditentukan karena alasan tertentu yang dapat dan atau tidak dapat dipertanggungjawabkan tetapi peserta didik yang bersangkutan tidak memenuhi syarat untuk mengikuti ulangan tengah semester maka peserta didik yang bersangkutan diharuskan terlebih dahulu menyelesaikan tugas belajar yang diberikan oleh guru dan selanjutnya baru diperkenankan mengikuti ulangan tengah semester susulan yang dilakukan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan. 
Pasal 9
Pelaksanaan Ulangan Akhir Semester
1. Waktu dan teknis pelaksanaan
a. Ulangan akhir semester dilaksanakan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester tersebut, 
b.   Cakupan   ulangan  akhir  semester  adalah  indikator  pada  KD  semester  yang bersangkutan,
c. Pelaksanaan ulangan akhir semester dikoordinir oleh satuan pendidikan, 
d. Soal-soal yang diujikan pada ulangan akhir semester disusun secara bersama-sama oleh guru mata pelajaran pada kelas yang paralel. Dengan demikian soal-soal yang diujikan pada ulangan akhir semester berlaku untuk seluruh mata pelajaran sejenis pada jenjang, kelas dan jurusan yang paralel, 
e. Bentuk soal yang diujikan dalam ulangan akhir semester disusun oleh masing-masing guru mata pelajaran dalam bentuk pilihan ganda dengan pilihan jawaban terdiri dari 5 option dan harus mengacu kepada ketentuan yang berlaku dalam penyusunan naskah soal, 
f. Alokasi waktu dan jadwal pelaksanaan ulangan akhir semester ditentukan oleh sekolah dengan mempertimbangkan mata pelajaran, jumlah butir soal dan tingkat kesukaran soal yang diujikan. 
2. Persyaratan Mengikuti Ulangan Akhir Semester
Peserta didik berhak mengikuti ulangan akhir semester bila : 
a. telah memenuhi syarat minimal persentase kehadiran dalam mengikuti kegiatan pembelajaran pada setiap mata pelajaran sebagaimana tersebut pada Bab II Pasal 5, 
b. telah mengikuti ulangan harian dan ulangan tengah semester tersebut, 
3. Solusi bagi peserta didik yang tidak mengikuti Ulangan Akhir Semester karena alasan tertentu. 
a. Peserta didik yang tidak dapat hadir mengikuti ulangan akhir semester pada waktu yang telah ditentukan karena alasan tertentu yang dapat dipertangungjawabkan (sebagaimana tersebut pada Bab II Pasal 5 ayat 5), maka berhak mengikuti ulangan akhir semester susulan pada waktu yang ditentukan kemudian oleh sekolah dengan ketentuan peserta didik yang bersangkutan telah memenuhi syarat untuk mengikuti ulangan akhir semester, 
b. Peserta didik yang tidak dapat hadir mengikuti ulangan akhir semester pada waktu yang ditentukan karena alasan tertentu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan peserta didik yang bersangkutan telah memenuhi syarat untuk mengikuti ulangan akhir semester maka peserta didik yang bersangkutan diharuskan mengikuti ulangan akhir semester yang dilakukan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan. 
c. Peserta didik yang tidak dapat hadir mengikuti ulangan akhir semester pada waktu yang telah ditentukan karena alasan tertentu yang dapat dan atau tidak dapat dipertangungjawabkan tetapi peserta didik yang bersangkutan tidak memenuhi syarat minimal kehadiran untuk dapat mengikuti ulangan akhir semester maka peserta didik yang bersangkutan diharuskan terlebih dahulu mengikuti kegiatan belajar tambahan atau menyelesaikan tugas mata pelajaran yang diberikan oleh guru yang bersangkutan dan selanjutnya baru diperkenankan mengikuti ulangan akhir semester susulan yang dilakukan tersendiri oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan. 
Pasal 10
Pelaksanaan Ulangan Kenaikan Kelas
1. Waktu dan teknis pelaksanaan
a. Ulangan kenaikan kelas dilaksanakan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester genap atau pada akhir tahun pelajaran, 
b. Cakupan materi Ulangan Kenaikan Kelas mencakup seluruh indikator pada Kompetensi Dasar yang telah dipelajari pada semester genap, 
c. Ulangan Kenaikan Kelas dilaksanaan secara kolektif oleh sekolah yang dikoordinir oleh satuan pendidikan, 
d. Soal-soal yang diujikan pada ulangan kenaikan kelas disusun secara bersama-sama oleh guru mata pelajaran pada kelas yang paralel. Dengan demikian soal-soal yang diujikan pada ulangan akhir semester berlaku untuk seluruh mata pelajaran sejenis pada jenjang, kelas dan jurusan yang paralel, 
e. Bentuk soal yang diujikan dalam ulangan kenaikan kelas disusun oleh masing-masing guru mata pelajaran dalam bentuk pilihan ganda dengan pilihan jawaban terdiri dari 5 option dan harus mengacu kepada ketentuan yang berlaku dalam penyusunan naskah soal, 
f. Alokasi waktu dan jadwal pelaksanaan ulangan kenaikan kelas ditentukan oleh sekolah dengan mempertimbangkan mata pelajaran, jumlah butir soal dan tingkat kesukaran soal yang diujikan. 
2. Persyaratan Mengikuti Ulangan Kenaikan Kelas
Peserta didik berhak mengikuti ulangan kenaikan kelas bila : 
a. telah memenuhi syarat minimal persentase kehadiran dalam mengikuti kegiatan pembelajaran pada setiap mata pelajaran sebagaimana tersebut pada Bab II Pasal 6, 
b. telah mengikuti ulangan harian dan ulangan tengah semester genap, 
c. telah memenuhi syarat administrasi yang ditetapkan oleh sekolah. 
3. Solusi bagi peserta didik yang tidak mengikuti Ulangan Kenaikan Kelas karena alasan tertentu. 
a. Peserta didik yang tidak dapat hadir mengikuti ulangan kenaikan kelas pada waktu yang telah ditentukan karena alasan tertentu yang dapat dipertangungjawabkan (sebagaimana tersebut pada Bab II Pasal 5 ayat 5), maka berhak mengikuti ulangan kenaikan kelas susulan pada waktu yang ditentukan kemudian oleh sekolah dengan ketentuan peserta didik yang bersangkutan telah memenuhi syarat untuk mengikuti ulangan kenaikan kelas, 
b. Peserta didik yang tidak dapat hadir mengikuti ulangan kenaikan kelas pada waktu yang ditentukan karena alasan tertentu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan peserta didik yang bersangkutan telah memenuhi syarat untuk mengikuti ulangan kenaikan kelas maka peserta didik yang bersangkutan diharuskan mengikuti ulangan kenaikan kelas yang dilakukan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan. 
c. Peserta didik yang tidak dapat hadir mengikuti ulangan kenaikan kelas pada waktu yang telah ditentukan karena alasan tertentu yang dapat dan atau tidak dapat dipertangungjawabkan tetapi peserta didik yang bersangkutan tidak memenuhi syarat minimal kehadiran untuk dapat mengikuti ulangan kenaikan kelas maka peserta didik yang bersangkutan diharuskan terlebih dahulu mengikuti kegiatan belajar tambahan atau menyelesaikan tugas mata pelajaran yang diberikan oleh guru yang bersangkutan dan selanjutnya baru diperkenankan mengikuti ulangan akhir semester susulan yang dilakukan tersendiri oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan. 
Pasal 11
Pelaksanaan Ujian Sekolah
1. Waktu dan teknis pelaksanaan
a. Ujian Sekolah dilaksanakan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik yang dilakukan oleh SMA Negeri 1 Kuala Tungkal untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar dan merupakan salah satu persyaratan kelulusan dari SMA Negeri 1 Kuala Tungkal. 
b. Ujian Sekolah terdiri dari Ujian Tulis dan Ujian Praktik sesuai dengan tuntutan Mata pelajaran tersebut.
c. Ujian Sekolah susulan hanya berlaku bagi peserta didik yang sakit atau berhalangan dikarenakan menjalankan tugas diluar sekolah dan dapat dibuktikan dengan surat keterangan/Surat Tugas  yang sah. 
d. Mata pelajaran yang diujikan pada ujian sekolah adalah mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak diujikan dalam Ujian Nasional, kelompok mata pelajaran estetika dan kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan yang selanjutnya akan diatur tersendiri dalam Prosedur Operasional Standar Ujian  SMA Negeri 1 Kuala Tungkal. 
e. Alokasi waktu, jadwal dan teknis pelaksanaan Ujian Sekolah  akan diatur kemudian setelah diterbitkannya Permendikbud tentang Ujian Sekolah Tahun Pelajaran yang sedang berlangsung. 
2. Persyaratan mengikuti Ujian Sekolah
a. Setiap peserta didik yang belajar pada tahun terakhir di SMA Negeri 1 Kuala Tungkal  berhak mengikuti Ujian Sekolah. 
b. Untuk mengikuti Ujian sekolah peserta didik harus memenuhi persyaratan : 
memiliki Ijazah atau surat keterangan lain yang setara, atau berpenghargaan sama dengan Ijazah dari satuan pendidikan SMP/MTs. Penerbitan Ijazah yang dimaksud sekurang-kurangnya 3 tahun sebelum mengikuti Ujian Sekolah atau sekurang-kurangnya 2 tahun untuk peserta program percepatan belajar (akselerasi), 
Memiliki laporan lengkap penilaian hasil belajar pada SMA Negeri 1 Kuala Tungkal  mulai semester 1 Kelas X sampai dengan semester 1 Kelas XII. 
3. Solusi bagi peserta didik yang tidak mengikuti ujian sekolah karena alasan tertentu.
a. Peserta didik yang karena alasan tertentu dan disertai bukti yang sah tidak dapat mengikuti Ujian Sekolah di SMA Negeri 1 Kuala Tungkal dapat mengikuti Ujian Sekolah di satuan pendidikan lain pada jenjang dan jenis yang sama atau pada tempat lain yang ditentukan oleh SMA Negeri 1 Kuala Tungkal. 
b. Peserta didik yang karena alasan tertentu dan disertai bukti yang sah tidak dapat mengikuti Ujian Sekolah Utama dapat mengikuti Ujian Sekolah Susulan. 
c. Peserta didik yang tidak lulus Ujian Sekolah pada tahun pelajaran sebelumnya yang akan mengikuti Ujian Sekolah tahun pelajaran berjalan harus terdaftar pada SMA Negeri 1 Kuala Tungkal dan mengikuti proses pembelajaran yang diatur SMA Negeri 1 Kuala Tungkal. Mata pelajaran yang ditempuh dapat seluruh mata pelajaran yang diujikan atau mata pelajaran yang nilainya belum memenuhi syarat kelulusan sesuai Permendikbud tentang Ujian Sekolah. Nilai yang digunakan adalah nilai tertinggi dari kedua hasil ujian. 
Pasal 12
Pelaksanaan Ujian Nasional
1. Waktu dan teknis pelaksanaan
a. Ujian Nasional dilaksanakan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka menilai pencapaian Standar Nasional Pendidikan. 
b. Ujian Nasional terdiri dari Ujian Nasional Utama dan Ujian Nasional Susulan. 
c. Ujian Nasional Susulan hanya berlaku bagi peserta didik yang sakit atau berhalangan dan dapat dibuktikan dengan surat keterangan yang sah. 
d. Alokasi waktu, jadwal dan teknis pelaksanaan Ujian Nasional  akan diatur kemudian setelah diterbitkannya Permendikbud tentang Ujian Nasional Tahun berjalan dan Prosedur Operasional Standar Ujian Nasional Tahun berjalan yang diterbitkan oleh BSNP. 
2. Persyaratan mengikuti Ujian Nasional
a. Setiap peserta didik yang belajar pada tahun terakhir di SMA Negeri 1 Kuala Tungkal  berhak mengikuti Ujian Nasional. 
b. Untuk mengikuti Ujian Nasional peserta didik harus memenuhi persyaratan : 
memiliki Ijazah atau surat keterangan lain yang setara, atau berpenghargaan sama dengan Ijazah dari satuan pendidikan SMP/MTs. Penerbitan Ijazah yang dimaksud sekurang-kurangnya 3 tahun sebelum mengikuti Ujian Sekolah atau sekurang-kurangnya 2 tahun untuk peserta program percepatan belajar (akselerasi), 
Memiliki laporan lengkap penilaian hasil belajar pada SMA Negeri 1 Kuala Tungkal  mulai semester 1 Kelas X sampai dengan semester 1 Kelas XII. 
c. Seluruh ketentuan tentang pelaksanaan Ujian Nasional pada Pasal 12 ayat 1 dan 2 akan disesuaikan dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Ujian Nasional Tahun tersebut. 
3. Solusi bagi peserta didik yang tidak mengikuti Ujian Nasional karena alasan tertentu. 
a. Peserta didik yang karena alasan tertentu dan disertai bukti yang sah tidak dapat mengikuti Ujian Nasional di SMA Negeri 1 Kuala Tungkal  dapat mengikuti Ujian Nasional di satuan pendidikan lain pada jenjang dan jenis yang sama atau pada tempat lain yang ditentukan oleh SMA Negeri 1 Kuala Tungkal. 
b. Peserta didik yang karena alasan tertentu dan disertai bukti yang sah tidak dapat mengikuti Ujian Nasional Utama dapat mengikuti Ujian Nasional Susulan. 
c. Peserta didik yang tidak lulus Ujian Nasional pada tahun pelajaran tersebut, dan/atau tahun setelahnya  yang akan mengikuti Ujian Nasional harus terdaftar pada SMA Negeri 1 Kuala Tungkal  atau sekolah penyelenggara UN. Mata pelajaran yang ditempuh dapat seluruh mata pelajaran yang diujikan atau mata pelajaran yang nilainya belum memenuhi syarat kelulusan sesuai Permendikbud tentang Ujian Nasional. Nilai yang digunakan adalah nilai tertinggi dari hasil ujian. 
d. Seluruh ketentuan tentang pelaksanaan Ujian Nasional pada Pasal 12 akan disesuaikan dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Ujian Nasional Tahun tersebut. 
BAB IV
PELAKSANAAN REMEDIAL DAN PENGAYAAN
Pasal 13
Ketentuan Pelaksanaan Remedial
1. Ketentuan pelaksanaan remedial
a. Setiap peserta didik berhak mengikuti kegiatan remedial untuk memperbaiki prestasi belajar sehingga mencapai kriteria ketuntasan belajar yang ditetapkan oleh sekolah, 
b. Pelaksanaan remedial hanya dilakukan terhadap peserta didik yang dalam penilaian proses dan hasil belajar yang diperolehnya baik pada satu Kompetensi Dasar, Standar Kompetensi maupun pada satu mata pelajaran belum mencapai KKM yang telah ditetapkan, 
c. Hasil nilai remedial peserta didik yang telah tuntas ditulis oleh guru mata pelajaran pada kartu tanda mengikuti remedial diisi dan ditanda tangani oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan selanjutnya diserahkan kepada bidang akademik dan wali kelas
d. Bidang akademik tidak berhak merubah nilai siswa yang belum menyerahkan kartu tanda telah mengikuti remedial sekalipun siswa yang bersangkutan telah mengikuti remedial. 
2. Waktu pelaksanaan remedial
a. Pelaksanaan remedial dapat dilakukan pada setiap akhir ulangan harian dan ulangan tengah semester, 
b. Peserta didik yang nilainya belum mencapai KKM diberi kesempatan mengikuti remedial maksimal 3 (tiga) kali, 
c. Batas waktu pelaksanaan remedial paling lambat sampai dengan akhir tahun pelajaran berjalan
d. Apabila sampai batas waktu yang ditentukan siswa belum melaksanakan remedial, maka bidang akademik dan wali kelas berhak menulis nilai siswa yang bersangkutan dengan nilai sebelum remedial secara permanen pada Buku laporan Hasil Belajar Peserta Didik. 
3. Teknis pelaksanaan remedial
a. Pelaksanaan remedial juga dapat dilakukan setelah peserta didik memperlajari Kompetensi Dasar (KD) tertentu. 
b. Mengingat indikator keberhasilan belajar peserta didik adalah tingkat ketuntasan dalam mencapai Standar Kompetensi (SK) yang terdiri dari beberapa Kompetensi Dasar (KD) maka pelaksanaan remedial dapat juga dilakukan setelah peserta didik menempuh tes SK yang terdiri dari beberapa KD. Hal ini didasarkan atas pertimbangan bahwa SK merupakan satu kebulatan kemampuan yang terdiri dari beberapa KD. Peserta didik yang belum mencapai penguasaan SK tertentu maka perlu mengikuti program remedial. 
c. Bentuk pelaksanaan remedial dapat dilakukan peserta didik dengan cara : 
1). Mengikuti pembelajaran ulang yang diberikan guru dengan metode dan media yang berbeda, 
2). Mengikuti bimbingan secara khusus yang diberikan guru, misalnya melalui bimbingan perorangan dan atau kelompok, 
3).  Mengerjakan tugas-tugas latihan secara khusus yang diberikan oleh guru. 
4). Mengikuti kegiatan tutorial yang diberikan oleh teman sejawat yang memiliki kecepatan belajar yang lebih baik sesuai dengan arahan yang diberikan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan. 
d. Hasil belajar yang menunjukkan tingkat pencapaian kompetensi melalui penilaian diperoleh dari penilaian proses dan penilaian hasil. Penilaian proses diperoleh melalui postes, tes kinerja, observasi, dan lain-lain. Sedangkan penilaian hasil diperoleh melalui ulangan harian, ulangan tengah semester, dan ulangan akhir semester. 
e. Jika peserta didik tidak lulus karena penilaian hasil maka peserta didik yang bersangkutan hanya mengulang tes tersebut dengan pembelajaran ulang jika diperlukan. Namun apabila ketidaklulusannya peserta didik akibat penilaian proses yang tidak diikuti (misalnya kinerja praktik, diskusi, presentasi) maka peserta didik harus mengulang semua proses yang harus diikuti. 
f. Nilai hasil remedial yang diperoleh peserta didik tidak melebihi nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan. 
Pasal 14
Ketentuan Pelaksanaan Pengayaan
1. Ketentuan pelaksanaan pengayaan
a. Pembelajaran pengayaan merupakan kegiatan peserta didik yang melampaui persyaratan minimal yang ditentukan oleh kurikulum dan tidak dilakukan oleh semua peserta didik, 
b. Pembelajaran pengayaan memberikan kesempatan bagi peserta didik yang memiliki kelebihan sehingga mereka dapat mengembangkan minat dan bakat serta mengoptimalkan kecakapannya, 
c. Bentuk pengayaan dapat berupa belajar mandiri yang berupa diskusi,tutor sebaya, membaca dan lain-lain yang menekankan pada penguatan KD tertentu dan tidak ada penilaian di dalamnya. 
2. Teknis pelaksanaan pengayaan
a. Pelaksanaan pengayaan dapat dilakukan dalam bentuk :
1). Belajar Kelompok 
Sekelompok peserta didik yang memiliki minat tertentu diberikan pembelajaran bersama pada jam pelajaran sekolah biasa sambil menunggu peserta didik lainnya yang mengikuti pembelajaran remedial karena belum mencapai ketuntasan. 
2).  Belajar mandiri 
 Peserta didik belajar secara mandiri mengenai sesuatu yang  diminati. 
3). Pembelajaran berbasis tema 
Memadukan kurikulum di bawah tema besar sehingga peserta didik dapat mempelajari hubungan antara berbagai disiplin ilmu. 
4).  Pemadatan kurikulum 
Pemberian pembelajaran hanya untuk kompetensi yang belum diketahui peserta didik. Dengan demikian tersedia waktu bagi peserta didik untuk memperoleh kompetensi baru atau bekerja dalam proyek secara mandiri sesuai dengan kapasitas maupun kapabilitas masing-masing. 
b. Sekolah memfasilitasi peserta didik dengan kelebihan kecerdasan dan bakat istimewa dalam bentuk kegiatan pengembangan diri dengan kompetensi bidang sains, seni budaya, dan olahraga. 
c. Penilaian hasil belajar kegiatan pengayaan dilakukan dalam bentuk portofolio dan dihargai sebagai nilai tambah dari peserta didik yang normal. 
BAB V
KETENTUAN KENAIKAN KELAS DAN PENJURUSAN
Pasal 15
Ketentuan Kenaikan Kelas
1. Kriteria kenaikan kelas mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan dan Keputusan Dirjen Mandikdasmen Nomor 12/C/KEP/TU/2008 tentang Bentuk dan Tata Cara Penulisan LHB Peserta Didik Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. 
2. Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran. 
3. Kenaikan kelas didasarkan pada penilaian hasil belajar pada semester genap dengan pertimbangan seluruh Standar Kompetensi atau Kompetensi Dasar, yang belum tuntas pada semester ganjil harus sudah dituntaskan sampai mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal yang ditetapkan sebelum akhir semester genap. 
4. Peserta didik dinyatakan tidak naik ke kelas XI apabila yang bersangkutan tidak mencapai ketuntasan belajar minimal lebih dari 3 (tiga) mata pelajaran. 
5. Peserta didik dinyatakan tidak naik ke kelas XII apabila yang bersangkutan tidak mencapai ketuntasan belajar minimal lebih dari 3 (tiga) mata pelajaran yang bukan mata pelajaran ciri khas program atau yang bersangkutan tidak mencapai ketuntasan belajar minimal pada salah satu atau lebih mata pelajaran ciri khas program. 
6. Kenaikan kelas juga mempertimbangkan persyaratan lain yang ditetapkan sekolah yaitu: 
 a. kehadiran peserta didik dalam kegiatan pembelajaran sekurang-kurangnya 80% dari jumlah hari belajar efektif pada semester genap tahun pelajaran berjalan. 
b. berkelakuan baik dan tidak pernah melakukan pelanggaran Tata Tertib Sekolah kategori berat berdasarkan buku Pembinaan Kesiswaan. 
7. Penjelasan tentang aspek pengetahuan (kognitif), praktik (psikomotor), dan sikap (afektif) berkaitan dengan ketentuan kenaikan kelas. 
a. Aspek Pengetahuan Pemahaman Konsep (PPK) atau Kognitif 
1). Penilaian aspek pengetahuan (kognitif) berkaitan dengan pengetahuan dan pemahaman intelektual. Nilai pada aspek pengetahuan (kognitif) dinyatakan dengan angka bilangan dengan rentang nilai 0 – 100, 
2). Penilaian aspek PPK (kognitif) dilakukan pada seluruh mata pelajaran kecuali mata pelajaran seni budaya, dan Penjasorkes atau sesuai dengan Karakteristik Mata Pelajaran
3). Penilaian aspek PPK (kognitif) dilakukan melalui kegiatan ulangan dan ujian, 4). Peserta didik yang naik ke kelas XI tidak boleh lebih dari 3 (tiga) mata pelajaran yang tidak mencapai KKM,
5). Peserta didik yang naik ke kelas XII tidak boleh lebih dari 3 (tiga) mata pelajaran yang bukan ciri khas program tidak mencapai KKM atau tidak mencapai ketuntasan belajar minimal pada salah satu atau lebih mata pelajaran ciri khas program.
b. Aspek Praktik (Psikomotor) 
1). Penilaian aspek praktik (psikomotor) berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan berbagai aktivitas antara lain meniru, mengatur, melakukan dengan bimbingan, melakukan dengan baik dan sangat baik, menemukan, menganalisis dan menyimpulkan. Nilai pada aspek praktik (psikomotor) dinyatakan dengan angka bilangan dengan rentang nilai 0 – 100 
2). Penilaian aspek praktik (psikomotor) dilakukan pada mata pelajaran tertentu Sesuai dengan Karakteristik Mata Pelajaran
3). Penilain praktik hanya dilakukan pada indikator yang mengharuskan adanya penilaian aspek praktik, 
4). Peserta didik yang naik ke kelas XI tidak boleh lebih dari 3 (tiga) mata pelajaran tidak mencapai KKM, 
5). Peserta didik yang naik ke kelas XII tidak boleh lebih dari 3 (tiga) mata pelajaran yang bukan ciri khas program tidak mencapai KKM pada aspek penilaian praktik (psikomotor) atau tidak mencapai ketuntasan belajar minimal pada salah satu atau lebih mata pelajaran ciri khas program. 
c. Aspek Sikap (afektif) 
1). Penilaian aspek sikap (afektif) berkaitan dengan perkembangan minat, sikap, motivasi dan nilai-nilai serta perkembangan apresiasi dan pengambilan keputusan sesuai dengan tuntutan kurikulum. Nilai pada sikap (afektif) dinyatakan dengan tuntutan kurikulum. Nilai pada sikap (afektif) dinyatakan dengan huruf, yaitu A (amat baik), B (baik), C (cukup), dan D (kurang), 
2).   Penilaian sikap (afektif) dilakukan pada seluruh mata pelajaran, 
3). Penilaian sikap (afektif) hanya dilakukan pada indikator yang mengharuskan adanya penilaian aspek sikap,
4). Peserta didik yang naik ke kelas XI tidak boleh memiliki nilai C (cukup) lebih dari 3 (tiga) mata pelajaran,
5). Peserta didik yang naik ke kelas XII tidak boleh memiliki nilai C (Cukup) lebih dari 2 (dua) mata pelajaran yang bukan ciri khas program.
Pasal 16
Ketentuan Penjurusan
1. Waktu penentuan dan pelaksanaan penjurusan
a. Penentuan penjurusan bagi peserta didik untuk program IPA dan IPS dilakukan mulai akhir semester 2 (dua) kelas X untuk KTSP dan mulai Kelas X untuk K-13
b. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar sesuai program jurusan dimulai pada semester 1 (satu) kelas XI untuk KTSP dan semester 1 (satu) kelas X untuk K-13
2. Kriteria penjurusan program
Penentuan penjurusan program dilakukan dengan mempertimbangkan potensi, minat, bakat dan kebutuhan peserta didik yang harus dibuktikan dengan hasil prestasi akademik sesuai dengan kriteria nilai yang ditetapkan oleh SMA Negeri 1 Kuala Tungkal. Apabila terjadi perbedaan antara potensi/minat dengan nilai akademik seorang peserta didik maka guru harus mengkaji dan melakukan perbaikan dalam memberikan layanan belajar kepada yang bersangkutan.
2.1 Potensi dan  Minat Peserta didik 
Untuk mengetahui potensi dan minat peserta didik dapat dilakukan melalui angket/kuesioner, Piagam Prestasi, unjuk ketrampilan  dan wawancara atau cara lain yang dapat digunakan untuk mendeteksi potensi, minat, dan bakat. 
2.2 Nilai Akademik (RAPOR)
Peserta didik yang naik ke kelas XI dan akan mengambil program tertentu, yaitu Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) boleh memiliki nilai tidak tuntas paling banyak 3 (tiga) mata pelajaran pada mata pelajaran yang bukan ciri khas program tersebut. 
 2.3 Peserta didik yang telah memenuhi syarat untuk penjurusan ke program IPA dan IPS karena faktor-faktor tertentu diperkenankan pindah program dengan batas waktu selambat-lambatnya 1 (satu) bulan setelah hari pertama masuk sekolah tahun pelajaran baru berjalan. 
2.4 Penjurusan dilakukan oleh TIM penjurusan yang terdiri dari : Guru BK, Wakil Kepala Sekolah, Tenaga Administrasi dengan Koordinasi Kepala Sekolah, berdasarkan kriteria yang sudah ditetapkan.
BAB VI
KETENTUAN KELULUSAN UJIAN SEKOLAH, UJIAN NASIONAL
DAN KELULUSAN DARI SATUAN PENDIDIKAN
Pasal 17
Ketentuan Kelulusan Ujian Sekolah
1. Sekolah menetapkan nilai minimal kelulusan untuk setiap mata pelajaran yang diujikan dalam ujian sekolah, 
2. Penetapan batas kelulusan merupakan hasil pertimbangan Dewan Guru, Komite Sekolah – SMA Negeri 1 Kuala tungka  dan dilaporkan ke Dinas Pendidikan  Kabupaten Tanjung Jabung Barat, 
3. Penetapan batas kelulusan diumumkan kepada peserta didik dan disampaikan kepada orang tua peserta didik dan masyarakat selambat-lambatnya 2 (dua) bulan sebelum ujian dilaksanakan, 
4. Peserta didik dinyatakan lulus ujian sekolah apabila memenuhi kriteria sebagai berikut: 
a. memiliki nilai rata-rata sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh sekolah, baik untuk ujian sekolah tulis maupun ujian sekolah praktik; 
b. mencapai nilai minimal batas kelulusan untuk setiap mata pelajaran sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan SMA Negeri 1 Kuala Tungkal. 
5. Penentuan kelulusan ujian sekolah dilakukan melalui rapat dewan pendidik SMA Negeri 1 Kuala Tungkal. 
Pasal 18
Ketentuan Kelulusan Ujian Nasional
1. Peserta Ujian Nasional (UN) dinyatakan lulus jika memenuhi standar kelulusan yang telah ditetapkan melalui Rapat Dewan Guru  yaitu bila memiliki nilai rata-rata minimal yang ditetapkan Sekolah  untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan dalam Ujian Nasional, 
2. Pengumuman Kelulusan  akan diatur kemudian sesuai dengan POS Ujian Nasional yang ditetapkan oleh BSNP tahun berjalan. 
Pasal 19
Ketentuan Kelulusan dari SMA Negeri 1 Kuala Tungkal
Peserta didik dinyatakan lulus dari SMA Negeri 1 Kuala Tungkal  apabila :
1. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran; 
2. Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajarn estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan. 
Penilaian akhir hasil belajar oleh satuan pendidikan untuk mata pelajaran kelompok mata pelajaran estetika dan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan oleh satuan pendidikan melalui rapat dewan pendidik berdasarkan hasil penilaian oleh pendidik. 
Penilaian akhir hasil belajar peserta didik kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia dan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan oleh satuan pendidikan melalui Rapat Dewan Pendidik berdasarkan penilaian oleh pendidik dengan mempertimbangkan hasil ujian sekolah. 
a. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan melalui: 1). Pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan kepribadian peserta didik; 
2). Ujian, ulangan, dan atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. 
b. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi diukur melalui ulangan, penugasan, dan atau bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik materi yang dinilai, 
c. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran estetika dilakukan melalui pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan ekspresi psikomotorik peserta didik,
d. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan dilakukan melalui : 
1). Pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan psikomotorik dan afeksi peserta didik; 
2).   Ulangan dan atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. 
3. Lulus ujian sekolah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi, 
4. Memiliki Hasil  Ujian Nasional secara lengkap.
BAB VII
KETENTUAN HAK PESERTA DIDIK DALAM PENGGUNAAN FASILITAS BELAJAR
Pasal 20
Ketentuan Hak Peserta Didik dalam Penggunaan Ruang Belajar
1. Peserta didik berhak menggunakan ruang belajar sebagai sarana untuk mengikuti kegiatan pembelajaran pada jam belajar efektif, 
2. Peserta didik berhak menggunakan ruang belajar sebagai sarana untuk kegiatan diskusi, seminar dll yang dilaksanakan di luar jam belajar efektif dalam upaya peningkatan wawasan pengetahuan peserta didik dan Pengembangan Diri 
3. Penggunaan ruang belajar di luar jam belajar efektif harus dilaporkan serta mendapat Izin Kepala Sekolah melalui Koordinasi wakasek. Sarana dan Prasarana.
4. Dalam setiap penggunaan ruang belajar setiap peserta didik wajib menjaga dan memelihara kebersihan dan fasilitas yang ada dalam ruang belajar dan Lingkungan dalam rangka mewujudkan Sekolah ADIWIYATA. 
Pasal 21
Ketentuan Hak Peserta Didik dalam Penggunaan Laboratorium IPA
(Fisika, Kimia, dan Biologi)
1. Peserta didik berhak menggunakan laboratorium IPA (fisika, kimia, dan biologi) sebagai sarana untuk melaksanakan kegiatan praktikum baik pada jam belajar efektif maupun di luar jam belajar efektif, 
2. Peserta didik berhak melaksanakan kegiatan praktikum di laboratorium IPA (fisika, kimia, dan biologi) minimal 2 (dua) kali dalam satu semester sesuai dengan jadwal kegiatan praktikum yang disusun oleh Kepala laboratorium SMA Negeri 1 Kuala Tungkal.
3. Peserta didik berhak menggunakan fasilitas yang ada dalam ruang laboratorium IPA (media pembelajaran, alat, dan bahan praktikum) sebagai sarana untuk melaksanakan kegiatan praktikum, 
4. Penggunaan laboratorium IPA (fisika, kimia, dan biologi) di luar jam belajar efektif untuk kegiatan praktikum harus dilaporkan serta mendapat Izin Kepala Sekolah melalui Wakasek. Sarpras dan didampingi oleh GURU PEMBIMBING dan LABORAN 
5. Setiap penggunaan laboratorium IPA (fisika, kimia, dan biologi) oleh peserta didik baik pada jam belajar efektif maupun di luar jam belajar efektif harus dikoordinir dan diawasi oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan bersama-sama dengan petugas LABORAN, 
6. Dalam setiap penggunaan laboratorium IPA (fisika, kimia, dan biologi) setiap peserta didik wajib menjaga dan memelihara kebersihan dan fasilitas yang ada dalam ruang dan lingkungan laboratorium serta mematuhi tata tertib yang berlaku dalam penggunaan laboratorium IPA (fisika, kimia, dan biologi). 
Pasal 22
Ketentuan Hak Peserta Didik dalam Penggunaan Laboratorium Komputer
dan Laboratorium Bahasa
1. Peserta didik berhak menggunakan laboratorium computer dan bahasa sebagai sarana untuk melaksanakan kegiatan praktikum baik pada jam belajar efektif maupun diluar jam belajar efektif, 
2. Peserta didik berhak melaksanakan kegiatan praktikum di laboratorium computer dan bahasa sesuai dengan jadwal kegiatan praktikum yang disusun oleh kepala laboratorium, 
3. Peserta didik berhak menggunakan fasilitas yang ada dalam ruang laboratorium komputer dan bahasa (media pembelajaran, alat, dan bahan praktikum) sebagai sarana untuk melaksanakan kegiatan praktikum, 
4. Penggunaan laboratorium komputer dan bahasa diluar jam belajar efektif untuk kegiatan praktikum harus dilaporkan serta mendapat Izin dari guru pembimbing, 
5. Setiap penggunaan laboratorium komputer dan bahasa oleh peserta didik baik pada jam belajar efektif maupun diluar jam belajar efektif harus dikoordinir dan diawasi oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan bersama-sama dengan petugas laboran, 
6. Dalam setiap penggunaan laboratorium komputer dan bahasa setiap peserta didik wajib menjaga dan memelihara kebersihan dan fasilitas yang ada dalam ruang dan lingkungan laboratorium serta mematuhi tata tertib yang berlaku dalam penggunaan laboratorium komputer dan bahasa. 
Pasal 23
Ketentuan Hak Peserta Didik dalam Penggunaan Perpustakaan
1. Peserta didik berhak menggunakan perpustakaan sebagai sarana untuk menambah wawasan pengetahuan sesuai dengan waktu kunjungan yang ditetapkan oleh petugas perpustakaan, 
2. Peserta didik berhak mengikuti kegiatan pembelajaran di perpustakaan dengan bimbingan guru mata pelajaran yang jadwal pelaksanaannya diatur oleh ketua perpustakaan, 
3. Peserta didik berhak mengakses bahan ajar dari fasilitas internet yang tersedia di perpustakaan untuk kepentingan pembelajaran, 
4. Dalam setiap penggunaan perpustakaan peserta didik wajib menjaga dan memelihara kebersihan dan fasilitas yang ada dalam ruang perpustakaan serta mematuhi tata tertib yang berlaku dalam ruang perpustakaan. 

Pasal 24
Ketentuan Hak Peserta Didik dalam Penggunaan Buku Perpustakaan
dan Buku Referensi
1. Peserta didik berhak menggunakan buku perpustakaan dan buku referensi lainnya di dalam ruang perpustakaan untuk kepentingan pembelajaran, 
2. Peserta didik berhak meminjam buku perpustakaan dan buku referensi lainnya sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku dalam peminjaman buku perpustakaan dan buku referensi yang telah ditetapkan sekolah, 
3. Dalam setiap penggunaan buku perpustakaan dan buku referensi lainnya peserta didik wajib menjaga dan memelihara kondisi buku yang digunakan. 
Pasal 25
Ketentuan Hak Peserta Didik dalam Penggunaan Sarana dan Fasilitas Olahraga
1. Peserta didik berhak menggunakan sarana dan fasilitas olahraga untuk kegiatan praktik mata pelajaran pendidikan jasmani, olah raga, dan kesehatan serta dikoordinir dan diawasi oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan, 
2. Penggunaan sarana dan fasilitias olahraga di luar kegiatan sebagaimana pada butir 1 harus dilaporkan serta mendapat ijin dari wakasek sarana, 
3. Dalam setiap penggunaan sarana dan fasilitas olahraga peserta didik wajib menjaga dan memelihara kondisi sarana dan fasilitas yang digunakan. 
Pasal 26
Ketentuan Hak Peserta Didik dalam Penggunaan Fasilitas Internet
1. Peserta didik berhak menggunakan sarana dan fasilitas internet untuk kegiatan yang menunjang pembelajaran dengan Panduan Guru Mata Pelajaran atau Guru Pembimbing
2. Peserta didik berhak mengakses bahan ajar dari internet untuk kegiatan pembelajaran, 
3. Peserta  didik  dilarang  mengakses  konten  dari  internet  selain  bahan   ajar  yang menunjang kegiatan pembelajaran,
4. Peserta didik berhak mengisi konten yang ada pada website sekolah (komentar positif, karya tulis, berita, dll) sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh admin website sekolah. 
Pasal 27
Ketentuan Hak Peserta Didik dalam Penggunaan Media lainnya
1. Peserta didik berhak menggunakan media lainnya yang tersedia di sekolah (LCD projector, tape recorder, alat musik, sound system, TV dll), untuk kepentingan pembelajaran, 
2. Penggunaan setiap media tersebut pada butir 1 harus dilaporkan serta mendapat ijin dari wakasek. sarana serta dikoordinir dan diawasi oleh guru pembimbing, 
3. Dalam setiap penggunaan media peserta didik wajib menjaga dan memelihara kondisi media yang digunakan agar terhindar dari kerusakan. 
BAB VIII
KETENTUAN LAYANAN KONSULTASI DENGAN GURU MATA PELAJARAN,
WALI 
KELAS DAN GURU BIMBINGAN KONSELING
Pasal 28
Ketentuan Layanan Konsultasi dengan Guru Mata Pelajaran
1. Setiap peserta didik berhak mendapat layanan konsultasi dengan guru mata pelajaran, 
2. Layanan konsultasi pada guru mata pelajaran merupakan bagian dari program pengembangan diri yang secara khusus dimaksudkan untuk memberikan bimbingan kepada peserta didik agar mampu belajar secara efektif, mampu mengatasi hambatan dan kesulitan belajar sesuai dengan kompetensi yang harus dicapai pada setiap mata pelajaran, 
3. Layanan konsultasi dapat dilaksanakan pada jam pembelajaran sekolah selama guru mata pelajaran yang bersangkutan tidak sedang tugas mengajar di kelas, 
4. Layanan konsultasi dengan guru mata pelajaran dapat juga dilaksanakan di luar jam pembelajaran sekolah berdasarkan kesepakatan antara peserta didik dengan guru mata pelajaran yang bersangkutan namun pelaksanaannya tetap di lingkungan sekolah, 
5. Layanan konsultasi pada guru mata pelajaran yang bersifat mendesak dapat juga dilaksanakan melalui telepon atau handphone sesuai dengan kepentingannya, 
6. Layanan konsultasi dengan guru mata pelajaran hanya terkait dengan mata pelajaran guru yang bersangkutan khususnya dalam hal kesulitan belajar dan mengerjakan tugas pelajaran. 
Pasal 29
Ketentuan Layanan Konsultasi dengan Wali Kelas
1. Setiap peserta didik berhak mendapat layanan konsultasi dengan wali kelasnya, 
2. Layanan konsultasi dengan wali kelas dimaksudkan untuk memberikan bimbingan kepada peserta didik agar mampu belajar secara efektif, mampu mengatasi hambatan 
dan kesulitan belajar sesuai dengan kompetensi yang harus dicapai dalam mengikuti seluruh mata pelajaran, 
3. Layanan konsultasi dapat dilaksanakan pada jam pembelajaran sekolah selama wali kelas yang bersangkutan tidak sedang tugas mengajar di kelas, 
4. Layanan konsultasi dengan wali kelas dapat juga dilaksanakan diluar jam pembelajaran sekolah berdasarkan kesepakatan antara peserta didik dengan wali kelas yang bersangkutan namun pelaksanaannya tetap di lingkungan sekolah, 
5. Layanan konsultasi pada wali kelas yang bersifat mendesak dapat juga dilaksanakan melalui telepon atau handphone sesuai dengan kepentingannya, 
6. Layanan konsultasi dengan wali kelas hanya terkait dengan masalah peserta didik di kelas yang bersangkutan. 
Pasal 30
Ketentuan Layanan Konsultasi dengan Guru BK
1. Setiap peserta didik berhak mendapat layanan konsultasi dengan Guru BK, 
2. Layanan konsultasi dengan Guru BK terkait dengan berbagai masalah peserta didik di kelas, di luar kelas, maupun masalah yang berkaitan dengan pergaulan siswa yang bersangkutan yang bersifat menghambat keaktifan dan keberhasilan peserta didik dalam proses belajar, 
3. Setiap peserta didik berhak mendapat layanan konsultasi dengan guru BK terkait dengan minat, potensi, dan permasalahan lainnya yang mendukung pelaksanaan kegiatan pembelajaran peserta didik, 
4. Peserta didik yang mempunyai kepentingan khusus dan mendesak dapat meninggalkan pelajaran/kelas untuk mendapat layanan konsultasi Guru BK seijin guru mata pelajaran. 
5. Jenis-jenis layanan akademik yang berhak diperoleh peserta didik dari Guru BK meliputi : 
a. Layanan Orientasi, yaitu layanan dalam bentuk kegiatan peserta didik baru (MOS) 
b. Layanan informasi, yaitu layanan dalam bentuk pemberian informasi secara verbal dan atau non verbal, baik kepada peserta didik maupun orang tua. 
c. Layanan Penguasaan Konten, yaitu layanan dalam bentuk kegiatan remedial,pengayaan, pemantapan, try out dll. 
d. Layanan Penempatan dan Penyaluran, yaitu layanan dalam bentuk pembagian kelompok atau kelas dan penyaluran potensi, minat dan bakat peserta didik agar mereka berprestasi secara optimal. 
e. Layanan bimbingan kelompok, yaitu bimbingan secara klasikal dengan materi tentang tehnik membaca cepat, tehnik membuat ringkasan, tehnik menghafal 
f. Layanan konseling kelompok, yaitu layanan dalam bentuk diskusi kelompok dimana setiap anggota kelompok berpartisipasi aktif membahas permasalahan yang telah mereka pilih sehingga setiap anggota kelompok dapat belajar dari pengalaman anggota kelompok lainnya. 
BAB IX
PENUTUP
Pasal 31
Peraturan akademik ini disampaikan dan disosialisasikan kepada pihak terkait untuk dipahami dan dilaksanakan sebagaimana yang diatur.
Pasal 32
Hal-hal yang belum diatur dan belum sempurna dalam penyusunan peraturan akademik ini akan ditentukan dan diperbaiki kemudian.
Pasal 33
Peraturan  akademik  ini berlaku terhitung tahun pelajaran 2016/2017.


TUGAS POKOK DAN FUNGSI  (TUPOKSI)
TENAGA PENDIDIK DAN KEPENDIDIKANS
MA NEGERI 1 KUALA TUNGKAL
I. TUGAS POKOK DAN FUNGSI   Kepala Sekolah (EMASLIM).
1. Kepala Sekolah sebagai Pendidik (Educator) 
a. Membimbing guru dalam hal menyusun dan melaksanakan program pengajaran, mengevaluasi hasil belajar dan melaksanakan program pengajaran dan remedial. 
b. Membimbing karyawan dalam hal menyusun program kerja dan melaksanakan tugas sehari-hari. 
c. Membimbing siswa dalam kegiatan ekstra kurikuler, OSIS dan mengikuti lomba di luar sekolah. 
d. Mengembangkan staf melalui pendidikan/latihan, melalui pertemuan, seminar dan diskusi, menyediakan bahan bacaan, memperhatikan kenaikan pangkat, mengusulkan kenaikan jabatan melalui seleksi calon Kepala Sekolah. 
e. Mengikuti perkembangan iptek melalui pendidikan/latihan, pertemuan, seminar, diskusi dan bahan-bahan. 
2. Kepala Sekolah sebagai Manajer (Manager) 
a. Mengelola administrasi kegiatan belajar dan bimbingan konseling dengan memiliki data lengkap administrasi kegiatan belajar mengajar dan kelengkapan administrasi bimbingan konseling. 
b. Mengelola administrasi kesiswaan dengan memiliki data administrasi kesiswaan dan kegiatan ekstra kurikuler secara lengkap. 
c. Mengelola administrasi ketenagaan dengan memiliki data administrasi tenaga guru, karyawan (TU/laboran/teknisi/perpustakaan). 
d. Mengelola administrasi keuangan, baik administrasi keuangan rutin dan komite sekolah. 
e. Mengelola administrasi sarana/prasarana baik administrasi gedung/ruang, mebelair, alat laboratorium, perpustakaan. 
3. Kepala Sekolah sebagai Pengelola Administrasi (Administrator) 
a. Menyusun program kerja, baik jangka pendek, menengah maupun jangka panjang. 
b. Menyusun organisasi ketenagaan di sekolah, baik Wakasek, Walikelas, Kepala Tata Usaha, Bendahara,Personalia Pendukung misalnya pembina perpustakaan, pramuka, OSIS, olah raga. Personalia kegiatan temporer, seperti Panitia Ujian, panitia peri-ngatan hari besar nasional atau keagamaan dan sebagainya. 
c. Menggerakkan staf/guru/karyawan dengan cara memberikan arahan dan mengkoordinasikan pelaksanaan tugas. 
d. Mengoptimalkan sumber daya manusia secara optimal, memanfaatkan sarana/prasarana secara optimal dan merawat sarana prasarana milik sekolah. 
4. Kepala Sekolah sebagai Penyelia (Supervisor) 
a. Menyusun program supervisi kelas, kegiatan ekstra kurikuler dan sebagainya. 
b. Melaksanakan program supervisi baik supervisi kelas, kegiatan ekstra kurikuler dan lain-lain. 
c. Memanfaatkan hasil supervisi untuk meningkatkan kinerja guru/karyawan dan untuk pengembangan sekolah. 
5. Kepala Sekolah sebagai Pemimpin (Leader) 
a. Memiliki kepribadian yang kuat, jujur, percaya diri, bertanggungjawab, berani mengambil resiko dan berjiwa besar. 
b. Memahami kondisi anak buah, baik guru, karyawan dan anak didik. 
c. Memiliki visi dan memahami misi sekolah yang diemban. 
d. Mampu mengambil keputusan baik urusan intern maupun ekstern. 
e. Mampu berkomunikasi dengan baik secara lisan maupun tertulis. 
6. Kepala Sekolah sebagai Pembaharu (Inovator) 
a. Mampu mencari, menemukan dan mengadopsi gagasan baru dari pihak lain. 
b. Mampu melakukan pembaharuan di bagian kegiatan belajar mengajar dan bimbingan konseling, pengadaan dan pembinaan tenaga guru dan karyawan, kegiatan ekstra kurikuler dan mampu melakukan pembaharuan dalam menggali sumber daya. 
7. Kepala Sekolah sebagai Pendorong (Motivator) 
a. Mampu mengatur lingkungan kerja. 
b. Mampu mengatur pelaksanaan suasana kerja yang memadai. 
c. Mampu menerapkan prinsip memberi penghargaan maupun sanksi hukuman yang sesuai dengan aturan yang ada. 
II. TUGAS POKOK DAN FUNGSI Wakasek. Urusan Kurikulum
Membantu dan Bertanggung Jawab kepada Kepala Sekolah dalam kegiatan :
1. Menyusun program pengajaran 
2. Menyusun dan menjabarkan kalender pendidikan 
3. Menyusun pembagian tugas guru dan jadwal pelajaran dengan Koordinasi Kepala Sekolah
4. Menyusun jadwal ulangan dan pelaksanaan ujian sekolah 
5. Menerapkan kriteria persyaratan kenaikan kelas dan kelulusan 
6. Mengatur jadwal penerimaan rapor dan ijasah 
7. Mengkoordinasikan, menyusun dan mengarahkan penyusunan kelengkapan mengajar 
8. Mengatur pelaksaan program perbaikan dan pengayaan 
9. Mengatur pengembangan MGMP/MGBK dan koordinator mata pelajaran dengan Koordinasi Kepala Sekolah
10. Melakukan supervisi administrasi akademik/PKG
11. Melakukan pengarsipan program kurikulum 
12. Penyusunan laporan secara berkala 
III. TUGAS POKOK DAN FUNGSI WAKASEK. Urusan Kesiswaan 
Membantu dan Bertanggung Jawab kepada Kepala Sekolah dalam kegiatan : 
1. Menyusun program Pembinaan Kesiswaan (OSIS), meliputi: Kepramukaan, PMR, KIR, UKS, Paskibraka, SANLAT, OSN, O2SN, FLS2N DLL.
2. Melaksanakan bimbingan, pengarahan dan pengendalian kegiatan kesiswaan/OSIS dalam rangka menegakkan disiplin dan tata tertib sekolah serta pemilihan pengurus OSIS 
3. Membina pengurus OSIS dalam berorganisasi 
4. Menyusun jadwal dan pembinaan  secara berkala dan insidental 
5. Membina dan melaksanakan koordinasi 7 M  5T
6. Melaksanakan pemilihan calon siswa berprestasi dan penerima bea siswa 
7. Mengadakan pemilihan siswa untuk mewakili sekolah dalam kegiatan di luar sekolah 
8. Mengatur mutasi siswa dengan Koordinasi Kepala Sekolah
9. Menyusun dan membuat kepanitiaan Penerimaan Peserta Didik Baru dan pelaksanaan MOPDIKB
10. Menyusun dan membuat jadwal kegiatan akhir tahun sekolah 
11. Membuat laporan kegiatan kesiswaan secara berkala 
IV.  TUGAS POKOK DAN FUNGSI WAKASEK. Urusan Sarana dan Prasarana
Membantu dan Bertanggung Jawab kepada Kepala Sekolah dalam kegiatan :
1. Menyusun program pengadaan sarana dan prasarana 
2. Mengkoordinasikan penggunaan sarana prasarana 
3. Pengelolaan pembiayaan alat-alat pengajaran dengan Koordinasi Kepala Sekolah
4. Mengelola perawatan dan perbaikan sarana prasarana dengan Koordinasi Kepala Sekolah
5. Bertanggung jawab terhadap kelengkapan data sekolah secara keseluruhan 
6. Melaksanakan pembukuan sarana dan prasarana secara rutin 
7. Menyusun laporan secara berkala 
V. TUGAS POKOK DAN FUNGSI  WAKASEK. Urusan Humas 
Membantu dan Bertanggung Jawab kepada Kepala Sekolah dalam kegiatan : 
1. Mengatur dan menyelenggarakan hubungan sekolah dengan komite sekolah 
2. Membina hubungan antara sekolah dengan wali murid 
3. Membina pengembangan antar sekolah dengan lembaga pemerintah, dunia usaha, dan lembaga sosial lainnya 
4. Membuat dan menyusun program semua kebutuhan sekolah 
5. Koordinasi dengan semua staf untuk kelancaran kegiatan sekolah 
6. Menciptakan hubungan yang kondusif diantara warga sekolah 
7. Mengkoordinir guru dan karyawan sekolah dalam melaksanakan kegiatan yang bersifat sosial dan kekeluargaan 
8. Melakukan koordinasi dengan semua staf dan bertanggung jawab untuk mewujudkan 7M 5T
9. Menyusun program kegiatan bakti sosial, karya wisata, dan pameran hasil pendidikan 
10. Mewakili Kepala Sekolah apabila berhalangan untuk menghadiri rapat masalah-masalah yang bersifat umum 
11. Menyusun laporan secara berkala 
VI. TUGAS POKOK DAN FUNGSI KEPALA TENAGA ADMINISTRASI SEKOLAH
Bertanggung Jawab kepada Kepala Sekolah dalam kegiatan:
1. Penyusunan program kerja Tenaga Administrasi Sekolah
2. Pengelolaan dan pengarsipan surat-surat masuk dan keluar 
3. Pengurusan administrasi sekolah 
4. Pembinaan dan pengembangan karir pegawai Tenaga Administrasi  Sekolah 
5. Penyusunan administrasi sekolah meliputi kesiswaan dan ketenagaan 
6. Penyusunan dan penyajian data/statistik sekolah secara keseluruhan 
7. Mengkoordinasikan dan melaksanakan 7 M   5T
8. Penyusunan laporan pelaksanaan secara berkala 
VII.TUGAS POKOK DAN FUNGSI  BENDAHARA
Bertanggung Jawab kepada Kepala Sekolah dalam kegiatan:
1. Menyusun  RAPBS setiap awal tahun pelajaran baru dengan Koordinasi Kepala Sekolah
2. Membuat perencanaan anggaran bulanan dan tahunan 
3. Mengelola sumber dana dan pengeluarannya dengan Koordinasi Kepala Sekolah
4. Membuat laporan keuangan BULANAN, TRIWULAN,  dan TAHUNAN
5. Membuat usulan gaji PTK 
6. Membayarkan gaji  PTK, TRANSPORT, HOHOR DAN JASA 
VIII. Tugas Pokok dan Fungsi Wali kelas
Membantu dan Bertanggung Jawab kepada Kepala Sekolah dalam kegiatan :
1. Pengelolaan Kelas: 
a. Tugas Pokok meliputi: 
• Mewakili orang tua dan kepala sekolah dalam lingkungan pendidikan 
• Meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa 
• Membantu pengembangan keterampilan peserta didik 
• Membantu pengembangan kecerdasan peserta didik 
• Mempertinggi budi pekerti dan kepribadian peserta didik 
b. Keadaan Anak Didik 
• Mengetahui jumlah peserta didik 
• Mengetahui jumlah peserta  didik putra (Pa) 
• Mengetahui jumlah peserta  didik putrid (Pi) 
• Mengetahui nama-nama peserta didik 
• Mengetahui identitas lain dari peserta didik 
• Mengetahui kehadiran peserta didik setiap hari 
• Mengetahui masalah-masalah yang dihadapi peserta didik (tentang pelajaran,status sosial/ekonomi, dan lain-lain). 
c. Melakukan Penilaian 
• Tingkah laku peserta  didik sehari-hari di sekolah 
• Kerajinan, ketekunan, dan kesantunan 
• Kepribadian/tatib 
• Dan lain-lain 
d. Mengambil Tindakan Bila Dianggap Perlu 
• Pemberitahuan, pembinaan, dan pengarahan 
• Peringatan secara lesan 
• Peringatan khusus yang terkait dengan BP/Kepala Sekolah 
e. Langkah Tindak Lanjut 
• Memperhatikan buku nilai rapor peserta didik 
• Memperhatikan keberhasilan/kenaikan peserta didik 
• Memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan peserta  didik 
• Memperhatikan dan membina suasana kekeluargaan 
2. Penyelenggaraan Administrasi Kelas meliputi: 
a. Denah tempat duduk peserta didik 
b. Papan absensi peserta didik 
c. Daftar Pelajaran 
d. Daftar Piket 
e. Buku Absensi 
f. Buku Jurnal kelas 
g. Tata tertib kelas 
3. Penyusunan dan pembuatan statistik bulanan peserta didik 
4. Pengisian DKN dan Daftar Kelas 
5. Pembuatan catatan khusus tentang peserta didik 
6. Pencatatan mutasi peserta didik 
7. Pengisian buku laporan penilaian hasil belajar 
8. Pembagian buku laporan penilaian hasil belajar 
IX. Tugas Pokok dan Fungsi Guru Pembimbing (BK)
Bertanggung jawab kepada Kepala Sekolah dalam kegiatan:
1. Penyusunan dan pelaksanaan program bimbingan dan konseling 
2. Koordinasi dengan wali kelas dalam rangka mengatasi masalah-masalah yang dihadapi peserta didik tentang kesulitan belajar  
3. Membgerikan layanan dan bimbingan kepada peserta didik agar lebih berprestasi dalam kegiatan belajar 
4. Memberikan saran dan pertimbangan kepada peserta didik dalam memperoleh gambaran tentang lanjutan pendidikan dan lapangan pekerjaan yang sesuai 
5. Mengadakan penilaian pelaksanaan bimbingan dan konseling 
6. Menyusun statistik hasil penilaian bimbingan dan konseling 
7. Melaksanakan kegiatan analisis hasil evaluasi belajar 
8. Menyusun dan melaksanakan program tindak lanjut bimbingan dan konseling 
9. Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan bimbingan dan koseling 
X.  TUGAS POKOK DAN FUNGSI KOORDINATOR BK 
Bertanggung jawab kepada Kepala Sekolah dalam kegiatan:
1. Menyusun program dan pelaksanaan kegiatan penyuluhan 
2. Membantu guru dan wali kelas dalam menghadapi kasus peserta didik
3. Membuat program bimbingan psikologi 
4. Menyusun dan mengarsip data kasus siswa (konseling) 
5. Memberikan penjelasan bersama dengan Kepala Sekolah tentang program dan tujuan bimbingan kepada Wali Murid 
6. Membantu Wali Murid dalam memberikan layanan psikolog tentang perkembangan putra-putrinya 
7. Kordinasi dengan Wali Kelas dalam rangka mengatasi masalah yang dihadapi siswa tentang kesulitan belajar. 
8. Melaksanakan koordinasi dengan wali kelas dan guru serta dinas terkait dalam menilai siswa bila terjadi pelanggaran yang dilakukan siswa. 
9. Memberikan layanan bimbingan penyuluhan dan karir kepada siswa agar lebih berprestasi dalam kegiatan belajar 
10. Melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait 
11. Penyusunan dan pemberian saran serta pertimbangan pemilihan jurusan 
12. Memberikan saran dan pertimbangan kepada siswa dalam memperoleh gambaran tentang lanjutan pendidikan 
13. Mengadakan penilaian pelaksanaan BK 
14. Melaksanakan home visit kepada siswa/orang tua siswa yang bermasalah setelah ditangani oleh wali kelas melalui home visit sebelumnya dan tidak ada perubahan 
15. Menyusun statistik hasil penilaian BK 
16. Menyusun laporan pelaksanaan BK secara berkala 
XI. TUGAS POKOK DAN FUNGSI Pustakawan Sekolah
Membantu Kepala sekolah dalam kegiatan:
1. Perencanaan pengadaan buku/bahan pustaka/media elektronika dengan Koordinasi Kepala Sekolah
2. Pelayanan perpustakaan 
3. Perencanaan pengembangan perpustakaan dengan Koordinasi Kepala Sekolah
4. Pemeliharaan dan perbaikan buku-buku/bahan pustaka/media elektronika 
5. Inventarisasi dan pengadministrasian 
6. Penyimpanan buku/bahan pustaka, dan media elektronika 
7. Menyusun tata tertib perpustakaan 
8. Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan perpustakaan secara berkala 
XII.TUGAS POKOK DAN FUNGSI  Laboran
Membantu Kepala Sekolah dalam kegiatan:
1. Perencanaan pengadaan alat dan bahan laboratorium dengan Koordinasi Kepala Sekolah
2. Menyusun jadwal dan tata tertib penggunaan laboratorium 
3. Mengatur penyimpanan, pemeliharaan, dan perbaikan alat-alat laboratorium 
4. Membuat dan menyusun daftar alat-alat laboratorium 
5. Inventarisasi dan pengadministrasian alat-alat laboratorium 
6. Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan laboratorium secara berkala
XIII. TUGAS POKOK DAN FUNGSI GURU
Bertanggung jawab kepada Kepala Sekolah dalam melaksanakan KBM, meliputi:
1. Membuat kelengkapan mengajar dengan baik dan lengkap 
2. Melaksanakan kegiatan pembelajaran 
3. Melaksanakan kegiatan penilaian proses belajar, ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester dan ulangan kenaikan kelas 
4. Melaksanakan analisis hasil ulangan harian 
5. Menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengayaan 
6. Mengisi daftar nilai anak didik 
7. Melaksanakan kegiatan bimbingan kepada peserta didik 
8. Membuat alat pelajaran/alat peraga 
9. Menumbuh kembangkan sikap menghargai karya seni 
10. Mengikuti kegiatan pengembangan dan pemasyarakatan kurikulum 
11. Melaksanakan tugas tertentu di sekolah 
12. Mengadakan pengembangan program pembelajaran 
13. Membuat catatan tentang kemajuan hasil belajar peserta  didik 
14. Mengisi dan meneliti daftar hadir sebelum memulai pelajaran 
15. Mengatur kebersihan ruang kelas dan sekitarnya 
16. Mengumpulkan dan menghitung angka kredit untuk kenaikan pangkat 
XIV. TUGAS POKOK DAN FUNGSI KOORDINATOR GURU MATA PELAJARAN
Membantu Kepala Sekolah dalam kegiatan :
1. Bertanggungjawab atas : 
a. Terlaksananya pertemuan MGMP intern sekolah minimal satu bulan sekali. 
b. Penyusunan program dan pengembangan MGMP mata pelajaran sejenis. 
c. Penyusunan program pengajaran : 
(1). Analisis SK-KD.
(2). Analisis SKL
(2). Program Tahunan (Prota)
(3). Program Semester (Prosem)
(4). Pengembangan silabus
(5).Pengembangan RPP
(6).Pengembangan bahan ajar
(7).Penyusunan instrumen penilaian
(8).Penyusunan analisis hasil ulangan
(9).Pembelajaran remidial dan pengayaan.
2. Mengkoordinasikan penyusunan naskah soal Ulangan Harian. 
3. Mengkoordinir pembuatan dan mengumpulkan analisis Ulangan Harian, Rekap daya serap dan ketuntasan belajar dan target kurikulum untuk selanjutnya diserahkan ke bidang kurikulum. 
4. Membantu mengkoordinir Ulangan Harian dalam pelaksanaan UH,ketika mata pelajarannya diujikan. 
5. Mengadakan monitoring Ulangan Harian pelaksanaan program perbaikan dan remidial mata pelajaran sejenis. 
6. Mengadakan evaluasi Ulangan Tengah Semester dan Ulangan Akhir Semester. 
XV. TUGAS POKOK DAN FUNGSI Guru Piket KBM:
Membantu Kepala Sekolah dalam kegiatan :
1. Meningkatkan pelaksanaan 7K (Keamanan, Kebersihan, Ketertiban, Keindahan, Kekeluargaan, Kerindangan, dan Kesehatan) 
2. Mengadakan pendataan dan mengisi buku piket 
3. Menertibkan kelas-kelas yang kosong dengan jalan menginval 
4. Mencatat: guru dan siswa yang terlambat, guru dan siswa yang pulang belum waktunya, kejadian-kejadian penting dan berusaha untuk menyelesaikan 
5. Petugas piket harus hadir paling sedikit 15 menit sebelum bel masuk. 
6. Melaporkan kasus-kasus yang bersifat khusus kepada wali kelas atau guru pembimbing 
7. Mengawasi berlakunya Tata Tertib sekolah 
XVI. TUGAS POKOK DAN FUNGSI PESURUH SEKOLAH
Bertanggung jawab kepada Kepala Sekolah dalam kegiatan :
1. Melaksanakan tugas kebersihan di sekolah
2. Menyediakan minum untuk Kepala Sekolah dan Guru 
3. Meminta dan menerima tugas dari kepala sekolah 
4. Membantu menyediakan kebutuhan barang-barang yang diperlukan Kepala Sekolah 
5. Melakukan tugas belanja makan/minum, foto copy, mengantar surat dan tugas sejenis lainnya 
6. Memelihara dan menjaga barang-barang milik sekolah 
7. Membantu dalam Penataan Sarana dan Prasarana Sekolah
XVII. TUGAS POKOK DAN FUNGSI  SECURUTY/PENJAGA SEKOLAH
Bertanggung jawab kepada Kepala Sekolah dalam kegiatan :
1. Melaksanakan tugas pengamanan sekolah 
2. Memonitor lingkungan sekolah sebanyak 3 (tiga) kali : 
2.1. Setelah bel masuk dibunyikan, petugas berkeliling sekolah untuk memastikan bahwa seluruh siswa sudah masuk kelas 
2.2. Setelah bel istirahat berakhir, petugas berkeliling sekolah untuk memastikan bahwa seluruh siswa sudah masuk kelas 
2.3. Setelah bel pulang, petugas berkeliling sekolah untuk terakhir kali untuk memastikan bahwa kondisi lingkungan sekolah aman 
3. Mengawasi dan menjaga keamanan lahan parkir sekolah 
4. Memelihara dan menjaga barang-barang milik sekolah 
5. Bekerjama dengan dinas terkait apabila ada masalah keamanan yang tidak dapat dilakukan secara internal atau sudah terjadi perbuatan melanggar hukum
XVIII. TUGAS POKOK DAN FUNGSI KEPALA  Perpustakaan
Bertanggung jawab kepada Kepala Sekolah dalam kegiatan :
1. Merencakan pengadaan buku/bahan pustaka media elektronik dengan Koordinasi Kepala Sekolah
2. Mengurus pelayanan pustaka, 
3. Merencanakan pengembangan perpustakaan, 
4. Memelihara dan perbaikan buku/bahan pustaka/media elektronik, 
5. Menginventarisasi dan mengadministrasikan buku-buku/bahan pustaka/media elektronik, 
6. Menyimpan buku-buku perpustakaan media elektronik, 
7. Menyusun tata tertib perpustakaan, 
8. Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan perpustakaan secara berkala. 
XIX. TUGAS POKOK DAN FUNGSI KEPALA Laboratorium IPA
Bertanggung jawab kepada Kepala Sekolah dalam kegiatan :
1. Merencanakan pengadaan alat dan bahan laboratorium IPA dengan Koordinasi Kepala Sekolah
2. Bersama laboran menyusun jadwal dan tata tertib penggunaan laboratorium IPA, 
3. Bersama laboran menyusun program tugas-tugas laboratorium IPA, 
4. Mengatur dan menyimpan daftar alat-alat laboratorium IPA, 
5. Memelihara dan perbaikan alat-alat laboratirum IPA, menginventarisasi dan mengadministrasikan alat-alat laboratorium IPA, 
6. Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan laboratorium IPA. 
7. Mengatur kebersihan, pemeliharaan, perbaikan dan penyimpanan alat-alat, bahan-bahan laboratorium IPA. 
XX.   TUGAS POKOK DAN FUNGSI KEPALA Laboratorium Komputer 
Bertanggung jawab kepada Kepala Sekolah dalam kegiatan : 
1. Merencanakan pengadaan alat, bahan dan barang untuk computer dengan Koordinasi Kepala Sekolah
2. Membersihkan dan merawat perangkat komputer, 
3. Memeriksa stabilitas aliran listrik, Memperbaiki / menyimpan alat, bahan, barang yang tidak terpakai, Membuat / mengatur jadwal penggunaan laboratorium Informatika Teknologi, 
4. Menginventarisir dan mengadministrasikan alat, bahan dan barang, 
5. Menyusun dan melaporkan pendayagunaan / pemanfaatan Labor kepada Kepala Sekolah.



TATA KRAMA DAN TATA TERTIB SISWA
BAB I
KETENTUAN UMUM
1. Tatakrama dan Tata Tertib sekolah ini dimaksudkan sebagai rambu-rambu bagi siswa dalam bersikap dan bertingkah laku, berucap, bertindak dan melaksanakan kegiatan sehari-hari di sekolah dalam rangka menciptakan iklim dan kultur sekolah yang dapat menunjang kegiatan pembelajaran yang efektif. 
2. Tatakrama dan Tata Tertib sekolah ini dibuat berdasarkan nilai-nilai yang dianut sekolah dan masyarakat sekitar, yang meliputi nilai ketaqwaan, sopan santun pergaulan, kedisiplinan dan ketertiban, kebersihan, kesehatan, kerapian, keamanan dan nilai-nilai yang mendukung kegiatan belajar mengajar yang Aktif, Kreatif, Inovatif dan Komunikatif dalam nuansa kekeluargaan. 
3. Setiap siswa wajib melaksanakan ketentuan yang tercantum dalam tatakrama dan Tata Tertib ini secara konsekuen dan penuh kesadaran. 
Pasal 1
PAKAIAN SEKOLAH
Siswa wajib mengenakan pakaian seragam sekolah dengan ketentuan sebagai berikut :
a. Umum 
1) Sopan dan rapi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 
2) Memakai pakaian seragam sesuai ketentuan yang berlaku : 
- Hari Senin, Selasa, Rabu dan Kamis pakaian seragam warna abu-abu – putih, ikat pinggang hitam, sepatu hitam polos, kaos kaki putih polos, memakai dasi yang sesuai. 
- Hari Jum’at pakaian MELAYU, ikat pinggang hitam, sepatu hitam polos, kaos kaki hitam polos, PUTRA memakai Peci. 
- Hari Sabtu pakaian PRAMUKA, Sepatu Hitam dengan Kaos kaki Hitam
3) Memakai bedge OSIS, nama dan identitas sekolah. 
4) Pakaian tidak terbuat dari kain yang tipis dan tembus pandang, tidak ketat dan tidak membentuk tubuh, model sesuai dengan ketentuan. 
5) Ikat pinggang hitam lebar maksimal 3 cm, dikenakan tepat pada pinggang. 
6) Topi sekolah sesuai dengan ketentuan. 
7) Tidak mengenakan perhiasan yang mencolok dan berlebihan. 
b. Khusus siswa laki-laki 
1) Baju dimasukkan kedalam celana. 
2) Panjang dan model celana sesuai ketentuan, lebar celana bagian bawah anatara 18 - 22 cm. 
3) Celana dan lengan baju tidak digulung. 
4) Pakaian tidak disobek, dicoret-coret atau dijahit cutbrai. 
c. Khusus siswa perempuan. 
1) Baju dimasukkan ke dalam rok. 
2) Panjang dan model rok sesuai ketentuan. 
3) Bagi yang tidak berjilbab, panjang rok sampai mata kaki. 
4) Bagi yang berjilbab, rok panjang sampai mata kaki dan warna jilbab sesuai seragam. 
5) Tidak memakai perhiasan atau aksesoris yang mencolok dan berlebihan. 
6) Lengan baju tidak digulung.
d. Pakaian Olah Raga 
Untuk pelajaran olah raga siswa wajib memakai pakaian olah raga yang telah ditetapkan oleh sekolah pada saat jam Olah Raga atau yang ditetapkan.
Pasal 2
RAMBUT, KUKU, TATO, MAKE UP
a. Umum 
Siswa dilarang : 
1) Berkuku panjang 
2) Mengecat rambut dan kuku 
3) Bertato 
b. Khusus siswa laki-laki 
1) Tidak berambut panjang, ketentuan rambut : 
1.1 Panjang rambut tidak menyentuh kerah baju 
1.2 Bagian atas tidak lebih dari 5 cm 
1.3 Bagian samping tidak lebih dari 2 cm 
2) Tidak bercukur gundul 
3) Rambut tidak berkuncir 
4) Tidak memakai kalung, anting dan gelang 
c. Khusus siswa perempuan 
1) Tidak memakai make up atau sejenisnya yang berlebihan, kecuali bedak tipis. 
2) Rambut harus tertata rapi, bersih, dan terpelihara. 
Pasal 3
MASUK DAN PULANG SEKOLAH
1. Siswa wajib hadir di sekolah selambat-lambatnya 10 menit sebelum bel masuk berbunyi 
2. Siswa yang terlambat datang di sekolah  5 menit harus lapor pada petugas piket dan diizinkan masuk setelah menjalankan Sanksi dan dicatat dalam buku piket/Pembinaan Siswa
3. Siswa yang tidak hadir di sekolah karena sakit atau karena keperluan yang sangat penting, harus mengirimkan surat permohonan izin atau surat keterangan dokter dari orang tua atau wali. 
4. Siswa yang tidak hadir 3 kali atau lebih tanpa keterangan, orang tua atau wali siswa akan diundang ke sekolah untuk dimintai keterangan. 
5. Pada saat istirahat siswa dianjurkan  berada di luar kelas. 
6. Pada waktu pulang sekolah siswa dilarang duduk-duduk (nongkrong) di tepi-tepi jalan atau tempat-tempat tertentu. 
Pasal 4
KEBERSIHAN, KEDISIPLINAN DAN KETERTIBAN
1. Setiap kelas membentuk tim piket kelas yang secara bergiliran bertugas menjaga kebersihan dan ketertiban kelas. 
2. Setiap tim piket kelas yang bertugas hendaknya menyiapkan dan memelihara perlengkapan kelas yang terdiri dari : 
1) Penghapus papan tulis, penggaris, boardmarker dan peralatan yang diperlukan lainnya. 
2) Taplak meja, vas bunga dan bunga. 
3) Sapu, sulak dan tempat sampah 
3. Tim piket mempunyai tugas : 
1) Mempersiapkan sarana dan prasarana pembelajaran, misalnya menyiapkan boardmarker dan membersihkan papan tulis 
2) Melengkapi dan merapikan hiasan dinding kelas 
3) Memasang taplak pada meja guru dan hiasan bunga 
4) Melaporkan pada guru piket tentang tindakan-tindakan pelanggaran di kelas yang menyangkut kebersihan dan ketertiban kelas. 
4. Setiap siswa harus membiasakan menjaga kebersihan ruang kelas, teras kelas, kamar kecil (kamar mandi/WC), halaman sekolah dan lingkungan sekolah lainnya 
5. Setiap siswa harus membuang sampah pada tempat sampah  yang ditentukan 
6. Setiap siswa membiasakan budaya antri dalam mengikuti berbagai kegiatan sekolah dan luar sekolah yang berlangsung bersama-sama 
7. Setiap siswa menjaga suasana ketenangan belajar baik di kelas, perpustakaan, laboratorium maupun di tempat lain di lingkungan sekolah 
8. Setiap siswa mentaati jadwal kegiatan kegiatan sekolah, seperti jadwal pelajaran, penggunaan dan pinjam buku di perpustakaan, penggunaan laboratorium dan sumber belajar lainnya 
9. Setiap siswa agar menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan guru atau sekolah sesuai ketentuan yang ditetapkan 
10. Bagi siswa yang membawa kendaraan harus menempatkan kendaraannya dengan tertib dan rapi pada tempat PARKIR yang disediakan dan ditentukan oleh sekolah 
11. Setiap siswa agar menjaga keamanan kendaraannya, hilang atau rusak menjadi Tanggung Jawab siswa yang bersangkutan
Pasal 5
SOPAN SANTUN PERGAULAN
Dalam pergaulan sehari-hari di sekolah, siswa seharusnya :
1. Mengucapkan salam terhadap teman, tamu sekolah, kepala sekolah, guru dan pegawai sekolah apabila baru bertemu atau waktu akan berpisah dengan Prinsip 3S : Senyum, Sapa, Salam
2. Menghormati sesama siswa, menghargai perbedaan agama yang dianut dan latar belakang sosial budaya yang dimiliki oleh masing-masing siswa, baik di sekolah maupun di luar sekolah. 
3. Menghormati ide, gagasan, pikiran dan pendapat, hak karya orang lain dan hak milik teman dan warga sekolah lainnya. 
4. Berani menyampaikan sesuatu yang salah adalah salah dan yang benar adalah benar dengan cara yang  SANTUN  dan tidak menyinggung perasaan orang lain. 
5. Menyampaikan ide, gagasan dan pendapat secara santun tanpa menyinggung perasaan orang lain. 
6. Membiasakan diri mengucapkan terima kasih kalau memperoleh jasa atau bantuan dari orang lain. 
7. Berani mengakui kesalahan yang terlanjur dilakukan dan meminta maaf kepada orang yang haknya dilanggar atau berbuat salah kepada orang lain. 
8. Menggunakan bahasa atau kata-kata yang sopan dan beradab yang membedakan hubungan dengan orang yang lebih tua dan teman sejawat dan tidak mengunakan kata-kata kotor, kasar dan cacian. 
Pasal 6
UPACARA BENDERA DAN PERINGATAN HARI-HARI BESAR
1. Upacara bendera (Hari Senin) 
Setiap siswa wajib mengikuti upacara bendera dengan pakain seragam, atribut lengkap, memakai topi dan sepatu yang telah ditentukan oleh sekolah. 
2. Peringatan hari-hari besar 
Setiap siswa wajib mengikuti upacara peringatan hari-hari besar nasional sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 
Pasal 7
KEGIATAN KEAGAMAAN
1. Setiap siswa wajib melaksanakan ibadah sesuai dengan agama yang dianut. 
2. Setiap siswa diharuskan mengikuti kegiatan keagamaan yang diselenggarakan oleh sekolah sesuai dengan agama yang dianut. 
Pasal 8
PENGGUNAAN FASILITAS SEKOLAH
1. Setiap siswa dapat menggunakan fasilitas yang ada di sekolah dengan syarat mematuhi Tata Tertib dan peraturan yang ditetapkan. 
2. Untuk menggunakan fasilitas sekolah harus mendapatkan izin tertulis terlebih dahulu dari sekolah melalui : 
a. Wakasek. Urusan Sarana/Prasarana 
b. Penanggungjawab sarana/prasarana masing-masing atau Pemegang Barang Inventaris. 
3. Penggunaan fasilitas sekolah hanya boleh digunakan untuk menunjang kegiatan pendidikan selama berada di SMA Negeri 1 Kuala Tungkal. 
4. Apabila terdapat kerusakan : 
a. Kerusakan yang disebabkan oleh kesalahan pengguna alat, maka menjadi tanggung jawab pengguna. 
b. Apabila kerusakan disebabkan oleh kondisi alat yang digunakan, maka menjadi tanggungjawab sekolah. Oleh karena itu sebelum menggunakan peralatan harus diteliti terlebih dahulu keadaan alat tersebut bersama petugas/pengelola barang. 
5. Setiap menggunakan fasilitas sekolah harus selalu berusaha menjaga agar alat-alat tersebut tetap baik atau tidak rusak. 
Pasal 9
KEGIATAN OSIS
1. Setiap siswa wajib mendukung serta berpartisipasi aktif terhadap setiap kegiatan yang dikoordinasikan oleh pengurus OSIS, baik yang diselenggarakan di sekolah maupun di luar sekolah. 
2. Setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh OSIS harus direncanakan dengan baik, dilengkapi dengan proposal kegiatan dan membuat laporan pertanggungjawaban setelah kegiatan dilaksanakan. 
3. Apabila terdapat siswa atau sekelompok siswa menyelenggarakan suatu kegiatan di luar kegiatan yang diprogramkan oleh OSIS, maka : 
a. Harus sepengetahuan Ketua OSIS 
b. Harus mengajukan proposal yang disetujui oleh : 
- Pembina kegiatan atau Pembina Sekbid. 
- Wakasek. Kesiswaan 
- Kepala Sekolah 
c. Harus membuat laporan pertanggungjawaban setelah kegiatan dilaksanakan. 
d. Apabila kegiatan dilaksanakan di luar lingkungan sekolah harus mendapatkan izin dari orang tua/wali siswa. 
e. Setiap kegiatan harus didampingi oleh pembina kegiatan dan harus selalu menjaga nama baik sekolah. 
Pasal 10
HAL PEMAKAIAN HANDPHONE (HP)
1. Bagi siswa yang membawa handphone (HP) ke sekolah, wajib mematikan HP selama proses KBM berlangsung. 
2. Handphone (HP) yang dibawa ke sekolah tidak boleh ada fasilitas kamera dan video kecuali dibutuhkan untuk KBM mata pelajaran tertentu. 
3. Selama KBM berlangsung handphone siswa wajib disimpan di dalam kotak penyimpanan HP yang telah disediakan di setiap kelas masing-masing. 
4. Yang membawa handphone ke sekolah, maka keamanan atau kehilangan menjadi tanggung jawab siswa sendiri. 
5. Jika handphone digunakan untuk hal-hal yang tidak sesuai dengan ketentuan sekolah, maka akan disita oleh sekolah dan hanya dapat diambil oleh orang tua siswa. 
Pasal 11
KEWAJIBAN-KEWAJIBAN SISWA
1. Siswa wajib menghormati semua Tenaga Pendidik dan  Kependidikan yang ada di sekolah. 
2. Ikut bertanggung jawab atas keamanan, ketertiban, kebersihan, keindahan, kekeluargaan, kerindangan dan kesehatan kelas serta sekolah pada umumnya. 
3. Ikut bertanggung jawab atas pemeliharaan gedung, halaman, perabot dan peralatan sekolah lainnya. 
4. Membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan belajar mengajar baik di kelas, maupun di sekolah pada umumnya. 
5. Ikut menjaga nama baik sekolah maupun tenaga kependidikan, baik di dalam maupun di luar sekolah. 
6. Saling menghormati dan menghargai antar sesama siswa sehingga tercipta rasa kekeluargaan yang baik. 
7. Melengkapi diri dengan keperluan sekolah yang ditetapkan. 
8. Siswa yang membawa kendaraan ke sekolah harus menempatkan kendaraannya di tempat yang telah ditentukan dalam keadaan terkunci dan mentaati ketentuan yang ditetapkan oleh sekolah. 
9. Menyelesaikan secara musyawarah mufakat apabila timbul permasalahan antara siswa dengan siswa, siswa dengan Tenaga Pendidik dan kependidikan, maupun antara siswa dengan sekolah sebagai suatu lembaga. 
10. Ikut membantu agar tatakrama, peraturan maupun tata tertib ini dapat berjalan dan ditaati. 
Pasal 12
HAK-HAK SISWA
1. Setiap siswa-siswi berhak mengikuti kegiatan belajar mengajar baik intra maupun ektrakurikuler. 
2. Setiap siswa-siswi dapat meminjam buku-buku perpustakaan sekolah atau memanfaatkan fasilitas yang ada di sekolah , seperti laboratorium, perpustakaan, UKS, laboratorium komputer, alat-alat dan sarana olah raga dengan mentaati peraturan yang telah ditetapkan oleh sekolah. 
3. Setiap siswa berhak mendapatkan layanan khusus dari guru bimbingan dan konseling BK dalam menyelesaikan masalah-masalah kesulitan belajar dan atau masalah-masalah pribadi. 
4. Setiap siswa dapat mengembangkan bakat, minat dan daya kreasinya sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan dan tata tertib sekolah. 
5. Setiap siswa-siswi berhak mendapatkan perlakuan yang sama sepanjang tidak melanggar tata tertib sekolah. 
Pasal 13
LARANGAN-LARANGAN
Siswa dilarang melakukan hal-hal berikut :
1. Meninggalkan sekolah selama kegiatan belajar mengajar berlangsung, kecuali telah mendapat izin dari Kepala Sekolah atau Wali Kelas atau Guru Piket yang diketahui oleh Guru BK. 
2. Menerima tamu di sekolah selama kegiatan belajar mengajar berlangsung kecuali orang tua atau wali murid yang telah mendapat izin dari Kepala Sekolah. 
3. Meminjam uang kepada sesama siswa. 
4. Mengganggu kegiatan belajar mengajar baik terhadap kelasnya maupun kelas lainnya. 
5. Berada atau bermain-main di tempat parkir kendaraan atau ditempat lain yang dilarang untuk ditempati atau untuk bermain yang ditentukan oleh sekolah. 
6. Merokok atau membawa rokok, meminum atau membawa minuman keras, mengkonsumsi atau mengedarkan narkoba, obat psikotropika, serta obat terlarang lainnya. 
7. Berkelahi dan main hakim sendiri, baik perorangan maupun berkelompok, di dalam maupun di luar sekolah. 
8. Melakukan pemerasan atau pemalakan kepada siswa lain atau orang lain. 
9. Mencuri uang atau barang milik orang lain maupun milik sekolah. 
10. Memalsu surat sekolah, tanda tangan kepala sekolah dan atau wakil kepala sekolah dan atau wali kelas dan atau guru. 
11. Membuat surat izin palsu. 
12. Merubah atau memalsu buku raport. 
13. Menikah atau kawin selama dalam pendidikan. 
14. Menghamili atau hamil selama dalam pendidikan 
15. Membolos atau keluar meninggalkan sekolah tanpa izin 
16. Mengikuti organisasi terlarang atau dilarang oleh pemerintah. 
17. Memasuki atau keluar kelas lewat jendela. 
18. Tidak mengikuti upacara bendera. 
19. Mengganggu atau mengacau kelas lain. 
20. Datang masuk sekolah terlambat. 
21. Keluar kelas tanpa izin. 
22. Tidak melaksanakan tugas piket. 
23. Menunjukkan sikap tidak sopan atau menentang guru atau karyawan sekolah. 
24. Membawa atau menyebarkan selebaran yang menimbulkan keresahan. 
25. Membuang sampah sembarangan tidak pada tempatnya. 
26. Merusak sarana dan prasarana sekolah, mencoret-coret dinding bangunan, pagar sekolah, bangku, kursi atau perabot dan peralatan sekolah lainnya yang memang bukan untuk dicoreti. 
27. Membawa barang yang tidak ada hubungannya dengan kepentingan kegiatan sekolah atau kegiatan belajar mengajar. 
28. Membawa senjata tajam, senjata api atau alat-alat lain yang bisa digunakan sebagai senjata yang membahayakan keselamatan orang lain ke sekolah. 
29. Menerima surat-surat atau edaran atau selebaran yang ditujukan kepada siswa yang dikirimkan melalaui Pos atau jalur pengiriman lainnya yang dialamatkan ke sekolah dengan tujuan mengganggu konsentrasi belajar siswa, kecuali pengiriman uang dari orang tua atau wali siswa. 
30. Membawa, membaca, menonton atau mempertontonkan, mengedarkan bacaan, gambar, sketsa, audio, maupun video pornografi. 
31. Membawa kartu atau alat judi lainnya dan bermain judi di sekolah. 
32. Menjadi anggota perkumpulan anak-anak nakal atau geng-geng terlarang. 
33. Berada di kantin atau makan atau jajan diwaktu jam pelajaran, kecuali setelah jam Olah Raga. 
34. Bermain di tempat parkir kendaraan. 
35. Memasuki atau menggunakan kamar mandi/WC guru dan karyawan. 
36. Berhias atau berdandan yang berlebihan. 
37. Memakai gelang, kalung, anting bagi siswa laki-laki. 
38. Memakai perhiasan yang berlebihan bagi siswa perempuan. 
39. Tidak memperhatikan panggilan bagi siswa yang melanggar tata tertib. 
40. Membawa kaset, tape recorder, walkman, majalah, gitar, komik, kecuali dengan izin sekolah. 
41. Melindungi teman yang bersalah. 
42. Memanjat/Melompat pagar dan jendela Sekolah
43. Memasuki kelas lain tanpa izin guru yang bersangkutan waktu jam pelajaran berlangsung. 
44. Makan atau minum di dalam kelas ketika pelajaran berlangsung. 
45. Berambut panjang (gondrong) dan tidak rapi bagi siswa laki-laki. 
47. Menyemir atau mengecat rambut. 
48. Berbicara kotor, mengumpat, bergunjing, menghina dan menyapa antar sesama siswa atau warga sekolah lainnya dengan kata sapaan atau panggilan yang tidak senonoh.
BAB II
PELANGGARAN DAN SANKSI
Pasal 1
BENTUK SANKSI PELANGGARAN
Setiap siswa SMA Negeri 1 Kuala Tungkal yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan yang tercantum dalam tatakrama dan tata tertib kehidupan sosial sekolah bagi siswa dikenakan sanksi sebagai berikut :
1) Teguran 
2) Penugasan 
3) Pemanggilan orang tua 
4) Diskorsing 
5) Dikembalikan kepada orang tua 
Pasal 2
KLASIFIKASI PELANGGARAN
1. KATEGORI A 
1. Memalsu surat sekolah, tanda tangan kepala sekolah dan atau wakil kepala sekolah dan atau wali kelas dan atau guru. 
2. Merubah atau memalsu buku raport. 
3. Membawa minum-minuman keras dan atau meminum minuman keras di sekolah. 
4. Berkelahi atau main hakim sendiri 
5. Melakukan pemerasan atau pemalakan kepada siswa lain atau orang lain. 
6. Terlibat dalam penyalahgunaan narkoba atau obat-obatan terlarang lainnya. 
7. Merusak sarana dan prasarana sekolah. 
8. Mencuri uang atau barang milik orang lain maupun milik sekolah. 
9. Berurusan dengan pihak berwajib karena melakukan kejahatan di Sekolah/di luar Sekolah. 
10. Membawa atau menyebarkan selebaran yang menimbulkan keresahan. 
11. Membawa senjata tajam yang dapat membahayakan diri sendiri atau orang lain. 
12. Mengikuti organisasi terlarang atau dilarang oleh pemerintah. 
13. Menikah atau kawin selama dalam pendidikan. 
14. Hamil atau menghamili selama dalam pendidikan 
15. Membawa secara sengaja atau tidak buku atau gambar atau VCD porno atau handphone yang memuat gambar porno atau yang berhubungan dengan pornografi.
2. KATEGORI B
1. Membuat surat izin palsu. 
2. Membolos atau keluar meninggalkan sekolah tanpa izin. 
3. Membawa kaset, tape recorder, walkman, majalah, gitar, komik, kecuali dengan izin sekolah. 
4. Melindungi teman yang bersalah. 
5. Memanjat/Melompat pagar Sekolah . 
6. Memasuki atau keluar kelas lewat jendela sekolah. 
7. Membawa kartu atau alat judi lainnya dan bermain judi di sekolah. 
8. Tidak mengikuti upacara bendera. 
9. Mengganggu atau mengacau kelas lain. 
10. Bersikap tidak sopan atau menentang guru atau karyawan sekolah. 
11. Mencoret-coret tembok, pintu, meja, kursi dan sarana sekolah lainnya yang tidak semestinya. 
12. Merokok dan atau membawa rokok di lingkungan sekolah baik berseragam maupun tidak. 
3. KATEGORI C 
1. Datang masuk sekolah terlambat. 
2. Keluar kelas tanpa izin. 
3. Menerima tamu di sekolah selama kegiatan belajar mengajar berlangsung kecuali orang tua atau wali murid yang telah mendapat izin dari Kepala Sekolah 
4. Menerima surat-surat atau edaran atau selebaran yang ditujukan kepada siswa yang dikirimkan melalaui Pos atau jalur pengiriman lainnya yang dialamatkan ke sekolah dengan tujuan mengganggu konsentrasi belajar siswa, . 
5. Membuang sampah sembarangan tidak pada tempatnya. 
6. Meminjam uang kepada sesama siswa. 
7. Mengganggu kegiatan belajar mengajar baik terhadap kelasnya maupun kelas lainnya. 
8. Berada atau bermain-main di tempat parkir kendaraan atau ditempat lain yang dilarang untuk ditempati atau untuk bermain yang ditentukan oleh sekolah. 
9. Membawa barang yang tidak ada hubungannya dengan kepentingan kegiatan sekolah atau kegiatan belajar mengajar. 
10. Berbicara kotor, mengumpat, bergunjing, menghina dan menyapa antar sesama siswa atau warga sekolah lainnya dengan kata sapaan atau panggilan yang tidak senonoh. 
11. Piket tidak melaksanakan tugasnya. 
12. Berseragam tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 
13. Makan atau minum di dalam kelas ketika pelajaran berlangsung. 
14. Membeli makanan waktu pelajaran berlangsung. 
15. Membuang sampah sembarangan, bukan pada termpat yang telah ditentukan. 
16. Bermain di tempat parkir kendaraan. 
17. Memasuki atau menggunakan kamar mandi/WC guru dan karyawan. 
18. Berhias atau berdandan yang berlebihan. 
19. Memakai gelang, kalung, anting bagi siswa laki-laki. 
20. Memakai perhiasan yang berlebihan bagi siswa perempuan. 
21. Tidak memperhatikan panggilan bagi siswa yang melanggar tata tertib. 
22. Rambut panjang (gondrong) dan tidak rapi bagi siswa laki-laki. 
23. Rambut disemir atau dicat. 
24. Berada di luar kelas pada waktu pelajaran atau pergantian jam pelajaran tanpa izin.
25. Masuk kelas lain tanpa izin guru yang bersangkutan waktu jam pelajaran berlangsung. 
Pasal 3
SANKSI PELANGGARAN
1.  KATEGORI A
Orang  tua  dipanggil  ke  sekolah  dan  atau  dikembalikan  kepada  orang  tua  dan dipersilahkan mengajukan permohonan keluar/pindah sekolah.
2. KATEGORI B 
Melakukan pelanggaran 1 (satu) kali mendapatkan teguran. 
Melakukan pelanggaran 2 (dua) kali diperingatkan dan membuat surat pernyataan yang diketahui orang tua atau wali, wali kelas, guru BK dan Wakasek. Kesiswaan. 
Melakukan pelanggran 3 (tiga) kali orang tua dipanggil ke sekolah/Home Visite,  Diberikan waktu 1 (satu) minggu untuk berubah kearah yang lebih baik....Jika masih Tidak berubah, dikembalikan ke Orang tua.
3. KATEGORI C 
Melakukan pelanggaran C.1 tidak diizinkan mengikuti pelajaran sampai pergantian jam pelajaran, dilibatkan kebersihan sekolah. 
Melakukan pelanggaran 3 (tiga) kali, diperingatkan dan harus membuat surat pernyataan diketahui wali kelas dan guru BK. 
Melakukan pelanggaran 4 (empat) kali, diperingatkan dan harus membuat surat pernyataan diketahui oleh orang tua atau wali, wali kelas, guru BK dan wakil Kepala sekolah Bid. Kesiswaan Melakukan pelanggaran 5 (lima) kali, orang tua diundang ke sekolah atau dilakukan Home Visite (Kunjungan Rumah). 
Diberi waktu  7 (tujuh) hari untuk melihat perubahan perilaku. Jika masih belum menunjukkan perubahan atau tetap melakukan Pelanggaran, dikembalikan ke Orang Tua/Wali.




TATA KRAMA DAN TATA TERTIB
KEHIDUPAN SOSIAL SEKOLAH
BAGI KEPALA SEKOLAH, GURU DAN PEGAWAI SEKOLAH
SMA NEGERI 1 KUALA TUNGKAL
Pasal 1
Ketentuan Umum
1. Tata hubungan Kepala Sekolah dengan semua warga sekolah (Guru,pegawai sekolah dan siswa) hendaknya mengacu pada nilai-nilai dasar Ketaqwaan, Budi pekerti,Tatakrama,Tata Tertib,Kedisiplinan,Keberhasilan dan Keamanan. Hal ini diperlukan agar suasana kondusif di sekolah dapat terwujud sehingga kinerja semua warga sekolah dapat meningkat dalam nuansa Kekeluargaan. 
2. Tatakrama dan Tata Tertib di sekolah merupakan nilai dasar yang secara konsekuen harus dilaksanakan oleh warga sekolah untuk membentuk budi pekerti siswa sehingga berakhlak mulia (GURU di Gugu dan DITIRU) 
3. Untuk  mendukung  terlaksananya  tatakrama  dan  tata  tertib  sekolah  bagi  siswa  maka diperlukan tatakrama dan tata hubungan Kepala Sekolah dengan siswa,guru dan pegawai sekolah yang saling pengertian dan memahami karakter masing-masing personal.
Pasal 2
1. Kepala sekolah sebagai pribadi
1) Kepala sekoalh sebagai bagian dari warga sekolah mempunyai peran sebagai pendidik,manajer,administrator,supervisor,pemimpin,pemrakarsa dan motivator merupakan figure yang harus menjadi teladan bagi siswa,guru dan pegawai sekolah. 
2) Dalam menjalakan tugasnya sehari-hari kepala sekolah hendaknya mengacu pada nilai-nilai dasar keimanan dan ketaqwaan,budi pekerti luhur serta konsekuen melaksanakan tatakrama dan tata tertib sekolah 
3) Kepala sekolah harus memiliki Keimanan dan Ketaqwaan terhadap Tuhan YME, Kepribadian yang mantab, Keberanian,  Moral, Disiplin tinggi, Kejujuran, Obyektif dan  Peduli serta suka membantu, mempunyai wawasan dan kewibawaan. 
2. Hubungan Kepala sekolah dengan Guru
1) Kepala sekolah melakukan kerja sama yang baik dan harmonis dengan semua guru untuk mewujudkan sekolah yang efektiF, Aman dan Nyaman. Hubungan Kepala sekolah dengan Guru mencakup hubungan Kedinasan, Kemitraan (kolegial) dan Kekeluargaan. 
2) Kepala sekolah dan guru memiliki visi yang sama dalam merencanakan, melaksanakan program pembelajaran, evaluasi belajar, melakukan analisis hasil evaluasi dan mengadakan program tindak lanjut program pembelajaran 
3) Bersikap terbuka terhadap semua masukan, saran dan kritik 
4) Membantu guru dalam mencari alternative dan pemecahan masalah yang berhubungan dengan proses pembelajaran 
5) Tidak menegur atau memarahi guru di depan Umum
3. Hubungan Kepala sekolah dengan Pegawai
1) Kepala sekolah sebagai administrator hendaknya memberi contoh dan membantu kelancaran tugas pegawai administrasi 
2) Perlu kerjasama yang baik antara Kepala sekolah dengan seluruh pegawai termasuk dengan petugas kebersihan sekolah 
3) Dalam upaya meningkatkan kinerja pegawai di sekolah perlu adanya supervise administrasi yang berkelanjutan oleh Kepala sekolah atau didelegasikan. 
4) Dalam membuat rincian tugas pegawai dan analisis pekerjaan Kepala sekolah bekerja sama dengan Kepala Tenaga Administrasi Sekolah
Pasal 3
GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
1. Guru sebagai pribadi 
1) Memiliki Keimanan dan Ketaqwaan terhadap Tuhan YME, Kepribadian yang mantab, tatakrama sesuai yang berlaku didaerah setempat, menjadi panutan bagi siswa, jujur, adil, disiplin, berwibawa dan berakhlak mulia. 
2) Dalam melaksanakan tugasnya guru wajib mentaati ketentuan dan peraturan yang berlaku di sekolah 
3) Melaksanakan 5 (lima) pembelajaran tugas pokoknya yaitu membuat program pembelajaran, melaksanakan pembelajaran yang efektif,mengevaluasi pembelajaran, menganalisis hasil pembelajaran dan melaksanakan program tindak lanjut. 
2. Hubungan Guru dengan Guru 
Hubungan guru dengan teman kolega dimaksudkan untuk menjalin hubungan kerjasama yang baik antar guru, sehingga tercipta suasana kekeluargaan yang harmonis dalam mendukung program sekolah efektif, aman dan nyaman 
1) Diperlukan adanya saling pengertian dan tenggang rasa antara sesama guru 
2) Saling membantu dalam melaksanakan tata tertib sekolah dan melaksanakan lima tugas pokok guru 
3) Mau menerima pendapat sesama guru dan saling menbantu memecahkan masalah yang dihadapi 
4) Menepati janji terhadap teman sejawat, konsisten kesepakatan yang dibuat demi peningkatan mutu sekolah terutama hasil Sidang/Rapat
5) Berkomunikasi aktif sehingga dapat menyampaikan saran dan kritik dengan bahasa yang sopan dan santun 
6) Saling tukar informasi positif demi kemajuan di bidang pembelajaran dan program yang Aktif, Kreatif,inovatif dan Komunikatif menyusun Program Pemebelajaran 
7) Memberi contoh positif yang dapat memotivasi teman dalam peningkatan profesionalisme guru 
8) Memberi pujian bila teman guru melakukan hal yang baik 
9) Tidak dibenarkan menjelekkan dan mengkritik guru atau pegawai sekolah di depan siswa 
10) Tidak berdebat sengit dengan guru lain atau pegawai sekolah di depan siswa 
11) Aktif melaksanakan kegiatan di luar KBM tetapi menunjang profesi, misalnya Bimbingan, seminar, MGMP, pelatihan dan semacamnya serta mengimbaskan pengetahuannya kepada teman guru sejawat dengan meningkatkan lima tugas pokok guru 
3. Hubungan guru dengan Kepala sekolah 
1) Melaksanakan dengan baik semua tugas yang diberikan oleh Kepala sekolah 
2) Mau menerima kritik dan saran setelah disupervisi klinis untuk pengembangan pembelajaran 
3) Tidak menjelekkan atau mengkritik Kepala sekolah di depa siswa atau didepan umum 
4) Menjalankan tugas yang diberikan Kepala sekolah dan menerima serta membantu Kepala sekolah dalam pengembangan Peningkatan/Penjaminan  Mutu Sekolah 
5) Memberikan masukan atau saran positif dalam pengembangan pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler 
6) Memberikan gagasan-gagasan baru dalam melaksanakan peningkatan 7M....5T  
7) Memberikan gagasan-gagasan baru dalam melaksanakan 
peningkatan 6S ( Senyum, Sapa, Salam,  Santun, Serius, Sukses)



TATA KRAMA DAN TATA HUBUNGAN SEKOLAH DENGAN ORANG TUA,
ALUMNI DAN MASYARAKAT
Pasal 1
KETENTUAN UMUM
Hubungan Kemitraan sekolah dengan orang tua siswa dan masyarakat merupakan salah satu faktor penting untuk mewujudkan sekolah Efektif, Aman dan Nyaman. Upaya ini terlaksana apabila mendapat dukungan secara intensif dari orang tua siswa, alumni sekolah dan tokoh masyarakat setempat dalam upaya Penguatan Ekosistem Pendidikan.
Untuk mencapai kondisi seperti itu sekolah perlu menata hubungan antara sekolah dengan orang tua siswa, alumni dan tokoh masyarakat setempat.
Tata hubungan antara sekolah dengan orang tua siswa, alumni dan Tokoh Masyarakat setempat pada dasarnya diarahkan untuk mendukung terciptanya suasana kondusif bagi kegiatan pembelajaran siswa dan mengembangkan kepribadian serta budi pekerti siswa, baik di sekolah, di rumah maupun di lingkungan masyarakat. Oleh karenanya perlu dijaga dalam kesantunan kita sebagai konsep Layanan Prima dalam Layanan Publik untuk tetap tercipta pola kemitraan yang positif yang akan memperkuat Ekosistem Unit Pendidikan.
Pasal 2
KEWAJIBAN UMUM
Kewajiban sekolah, orang tua siswa dan masyarakat pada umumnya menyangkut hal-hal sebagai berikut :
1) Sekolah dapat menjaga amanah dan mewujudkan harapan orang tua siswa yang telah mempercayakan putera/puterinya untuk mendapat pendidikan di sekolah agar Putra Putri titipannya dapat tumbuh dan berkembang  pengetahuan (Kognitif), sikap (Afektif) dan keterampilannya (Psikomotorik) serta keseimbangan antara pembinaan keimanan dan ketaqwaan (IMTAQ) dengan ilmu pengetahuan dan teknologi 
2) Orang tua siswa membantu dan berperan aktif mendidik putera/puterinya dalam belajar, bersikap, berperilaku dan berbudi pekerti luhur melalui Tauladan
3) Alumni hendaknya peduli terhadap perkembangan sekolah yang telah ikut ambil bagian dan berperan dalam “membesarkan dirinya” dalam upaya menjaga nama baik Almamaternya
4) Masyarakat agar berperan serta dalam menjaga keamanan, kebersihan dan kesehatan lingkungan sekolah serta iklim kepedulian dalam kekeluargaan antar warga  sekolah 
5) Saling tukar informasi secara kontinyu antara sekolah dengan orangtua siswa mengenai perkembangan pembelajaran,perilaku dan kepribadian siswa 
6) Mengadakan dialok untuk mengatasi masalah yang berhubungan dengan kesalahfahaman antara sekolah,orangtua,alumni dan masyarakat dalam pendidikan dan pelaksanaan tata tertib siswa 
7) Diskusi untuk mendapatkan alternatif pemecahan masalah yang berhubungan dengan kesulitan belajar,norma,  etika,budi pekerti dan perilaku siswa. 
Pasal 3
TUGAS SEKOLAH
1. Mewajibkan semua warga sekolah untuk berpakaian sederhana namun rapi selama berada di lingkungan sekolah serta bersikap ramah, sopan dan santun kepada semua warga sekolah. 
2. Melibatkan wakil orangtua siswa,alumni dan tokoh masyarakat dalam menyusun tata tertib dan peraturan sekolah 
3. Memasukkan aspek budi pekerti dalam penyusunan visi,misi,tujuan dan program sekolah serta kriteria kenaikan kelas/kelulusan belajar 
4. Menyampaikan visi, misi, tujuan dan program sekolah kepada orang tua siswa,alumni dan masyarakat 
5. Menyiapkan Media  Penghubung sebagai sarana komunikasi antara sekolah dengan orangtua siswa. 
6. Menyediakan Kotak Saran dan menanggapi dengan bijaksana masukan atau kritik yang disampaikan oleh orangtua siswa, alumni dan masyarakat 
7. Memberi laporan yang obyektif dan jujur kepada orangtua siswa mengenai penggunaan keuangan komite sekolah dan ketercapaian program sekolah 
8. Melaporkan kemajuan pembelajaran dan perilaku siswa di sekolah kepada orangtua siswa 
9. Melayani semua orangtua siswa yang datang ke sekolah dengan baik, ramah tanpa membedakan kedudukan,  agama,ras dan status sosial ekonomi 
10. Menginformasikan prestasi yang dicapai sekolah dibidang akademik maupun non akademik kepada orangtua siswa, alumni dan masyarakat 
11. Mengundang orangtua siswa,wakil alumni dan wakil masyarakat dalam berbagai pertemuan penting sekolah, seperti penyerahan hadiah kepada siswa berprestasi 
12. Melaksankan hukuman atas pelanggaran tata tertib yang dilakukan oleh siswa/warga sekolah sesuai peraturan yang disepakati sekolah dan orangtua siswa 
13. Mendata siswa yang berasal dari keluarga miskin yang akan digunakan untuk pengajuan pemberian Beasiswa Miskin
14. Melibatkan aparat setempat untuk membantu menjaga dan menanggulangi masalah keamanan seperti perkelahian antar pelajar. 
15. Bekerja sama dengan instansi terkait untuk memberikan ceramah/seminar mengenai cara meningkatkan kepercayaan diri (INSPIRASI, penanggulangan kenakalan remaja, pencegahan HIV-AIDS dan bahaya penyalah gunaan NARKOBA, GENRE dll 
16. Mengadakan razia terhadap siswa untuk mencegah agar siswa tidak membawa benda-benda berbahaya yang tidak ada hubungannya dengan pembelajaran di sekolah 
17. Mengirimkan wakil dan memberi santunan kepada orangtua siswa yang mengalami musibah 
18. Berupaya memiliki data alumni yang  akurat baik yang melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi maupun yang terjun ke dunia kerja 
19. Bekerjasama dengan alumni yang telah “berhasil” agar dapat menularkan kiat keberhasilannya kepada “adik-adiknya” yang masih aktif sebagai siswa di sekolah. 
Pasal 4
TUGAS ORANG TUA SISWA
1. Memperhatikan kesiapan dan kerapihan putera/puterinya sebelum berangkat ke sekolah, misalnya ketepatan waktu, kesiapan buku pelajaran, kerapihan pakaian, kebersihan pakaian dan kerapihan rambut 
2. Mengingatkan putera/puterinya untuk berpamitan sebelum berangkat ke sekolah dan mengingatkan agar langsung pulang ke rumah setelah pulang dari sekolah. 
3. Secara bijaksana memeriksa isi tas putera/puterinya untuk menghindari “terbawanya” barang-barang yang dilarang dan tidak ada hubungannya dengan proses belajar di sekolah misalnya : rokok, benda tajam, buku/gambar porno atau terlarang 
4. Memberikan dorongan kepada putera/puterinya untuk belajar menyelesaikan pekerjaan rumah dengan baik. 
5. Disiplin dan tertib dalam memberikan Pembiayaan  kepada putera/puterinya. 
6. Menghadiri undangan dari sekolah baik untuk rapat anggota komite sekolah, pengambilan buku raport, maupun panggilan untuk membicarakan masalah pembelajaran dan perilaku putera/puterinya. 
7. Menandatangani laporan perkembangan siswa (LKS, hasil ulangan dan raport). 
8. Memberitahukan kepada sekolah apabila ada masalah menyangkut putera/puterinya dirumah. 
9. Memberikan masukan atau kritik membangun untuk kemajuan sekolah 
10. Berpakaian sederhana dan rapi setiap kali berada di lingkungan sekolah. 
11. Bersikap ramah,  sopan dan  santun kepada semua warga sekolah. 
12. Membantu tegaknya wibawa Kepala sekolah dan guru serta Tenaga Administrasi Sekolah. 
13. Membantu menjaga nama baik sekolah. 
14. Membina suasana menyenangkan di rumah untuk meningkatkan motivasi belajar putera/puterinya di sekolah. 
15. Mendorong putera/puterinya dalam melaksanakan program 7K (Keamanan, Kebersihan, Ketertiban, Keindahan, Kerindangan, Kekeluargaan dan Kesejahteraan) 
16. Mendorong Putra/Putrinya dalam melaksanakan program 6S (Senyum, Sapa, Salam, Santun, Serius dan Sukses). 
Pasal 5
TUGAS ALUMNI
1. Membentuk wadah ikatan alumni untuk ikut memikirkan dan berpartisipasi dalam meningkatkan mutu sekolahnya. 
2. Bersikap sederhana namun rapi setiap berkunjung ke sekolah. 
3. Bersikap ramah, sopan dan santun kepada semua warga sekolah. 
4. Mensosialisasikan cara belajar dan bertingkah laku yang baik serta kiat-kiat mencapai keberhasilan kepada “adik-adik”nya. 
5. Membantu pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah 
6. Menyumbangkan tenaga kepada almamater, misalnya alumni yang telah menjadi dokter, secara berkala memberikan layanan kesehatan di sekolah. 
7. Memberikan saran dan kritik membangun untuk kemajuan sekolah. 
Pasal 6
TUGAS MASYARAKAT DI SEKITAR SEKOLAH
1. Berpakaian sederhana namun rapi ketika berada di lingkungan sekolah. 
2. Bersikap ramah dan sopan santun kepada semua warga sekolah. 
3. Memberikan informasi yang diperlukan oleh sekolah. 
4. Melaporkan kepada sekolah mengenai peristiwa yang terjadi di lingkungan sekolah yang melibatkan warga sekolah. 
5. Menghadiri undangan dari sekolah. 
6. Memberikan masukan dan kritik membangun kepada sekolah. 
7. Ikut menjaga keamanan sekolah. 
8. mengikut sertakan warga sekolah (selama tidak mengganggu kegiatan pembelajaran) dalam kegiatan kemasyarakatan. 
9. Secara berkala mengadakan pertemuan dengan pihak sekolah untuk membahas berbagai masalah yang terjadi di lingkungan sekolah.asda
Pasal 7
PENUTUP
Pelaksanaan Tata Hubungan Sekolah, orang tua siswa, alumni dan masyarakat di sekitar sekolah diharapkan akan menciptakan situasi kondusif yang dapat meningkatkan prestasi siswa baik di bidang akademik maupun non akademik serta peningkatan kepribadian dan budi pekerti luhur, dalam pola Kemitraan sehingga terwujud penguatan ekosistem pendidikan yang positif meraih Visi SMA Negeri 1 Kuala Tungkal.
Ditetapkan di : KUALA TUNGKAL
Pada tanggal : 04 JANUARI 2016
=====================
Kepala SMA Negeri 1 Kuala Tungkal,
DTO
KHAIRIL ANAM, S.Pd.
Pembina
NIP. 197010281997011002.


logo

Web SMANSA

Social Links