Tata Tertib Siswa

BAB I

KETENTUAN UMUM

Pasal 1

Yang dimaksud dengan tata tertib adalah :

1. Seperangkat peraturan yang wajib ditaati dan dilaksanakan oleh siswa SMA Negeri 1 Kuala Tungkal.

2. Pemantau adalah Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Guru Bimbingan dan Konseling, SATPAM (Security), Guru Piket, Para Guru,  Wali Kelas serta Tenaga Administrasi  SMA Negeri 1 Kuala Tungkal

3. Tugas Pemantau adalah sebagai penegak tata tertib dan melaksanakan tindak lanjut secara konsisten, kontinyu dan bertanggung jawab.

 

BAB II

TUJUAN

Pasal 2

1. Mengatur kehidupan siswa sehari-hari di sekolah sesuai tujuan Pendidikan Nasional yaitu terciptalah siswa yang memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian yang baik, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negaranya

2. Membuat kondisi lingkungan kondusif untuk proses belajar dan mengajar siswa  

3. Menjaga proses belajar mengajar agar tertib lancar dan tenang.

4. Mengatur sikap dan tingkah laku siswa

5. Menggerakkan jiwa persatuan dan kesatuan siswa serta rasa memiliki Almamater.

6. Meningkatkan pembinaan siswa dalam rangka menunjang wawasan wiyata mandala.

7. Meningkatkan Ketahanan Sekolah

8. Mengetahui, memahami dan mentaati peraturan dan ketentuan tentang tata tertib siswa di lingkungan sekolah, baik itu siswa sebagai objek maupun  pihak sekolah sebagai subjek yang mengendalikan dan memantau Pelaksanaan Tata Tertib.


BAB III

HAK SISWA

Pasal 3

1. Semua siswa berhak mendapat perlakuan yang sama 

2. Semua siswa berhak mendapat pendidikan, pengajaran dan pelatihan 

3. Semua siswa berhak mempergunakan fasilitas sekolah

4. Semua siswa berhak untuk bertanya, menyampaikan pendapat, saran dan kritik yang membangun boleh langsung maupun melalui kotak saran

5. Semua siswa berhak berkonsultasi masalah pendidikan dengan bapak/Ibu guru, wali kelas, guru BK, wakil kepala sekolah dan kepala sekolah.

6. Semua siswa berhak mendapatkan kesempatan yang sama dalam meningkatkan prestasi sesuai potensi, minat dan bakat siswa yang bersangkutan.

7. Semua siswa berhak mendapat penghargaan sesuai dengan prestasi akademik maupun non akademik

BAB IV

PAKAIAN SERAGAM SEKOLAH 

Pasal 4

Seragam Putri

1. Hari Senin / Hari Upacara

• Baju putih dimasukan dan Rok abu-abu, memakai kaos dalam (singlet putih), badge OSIS pada saku sebelah kiri, nama siswa pada dada sebelah kanan, lokasi tingkat/kelas di lengan kiri, identitas SMA Negeri 1 Kuala Tungkal Kabupaten Tanjung Jabung Barat di lengan sebelah kanan.

• Ikat pinggang hitam. 

• Bagi yang berjilbab memakai kerudung putih dengan model jilbab sesuai dengan ketentuan sekolah, ujung jilbab dipanjangkan, tidak dikaitkan pada leher.

• Sepatu hitam tertutup, kaos kaki putih panjang tidak bermotif.

• Berdasi warna abu-abu dengan logo Tutwuri Handayani dan topi Tutwuri Handayani

• Potongan sesuai ketentuan sekolah

1. Hari Selasa, Rabu dan Kamis

o Ketentuan seragam sama dengan hari Senin

o Tidak bertopi

2. Hari Jumat 

o Seragam Melayu yang sesuai dengan ketentuan sekolah

o Sepatu hitam tertutup, kaos kaki hitam

3. Hari Sabtu

o Seragam Pramuka

o Ikat pinggang hitam

o Sepatu hitam tertutup, kaos kaki hitam

 

Pasal 5

Seragam Putra

1. Hari Senin/ Hari Upacara

  Baju putih dimasukkan, Celana Panjang abu-abu,  memakai kaos dalam (singlet putih), badge OSIS pada saku sebelah kiri, nama siswa pada dada sebelah kanan, lokasi tingkat/kelas di lengan kiri, identitas SMA Negeri 1 Kuala Tungkal Kabupaten Tanjung Jabung Barat di lengan sebelah kanan

o Memakai kaos dalam (singlet putih)

o Memakai ikat pinggang hitam 

o Sepatu hitam tertutup, kaos kaki putih.

o Berdasi, topi tutwuri handayani

o Potongan sesuai ketentuan sekolah

2. Hari Selasa, Rabu dan Kamis

o Ketentuan seragam sama dengan hari Senin

o Tidak bertopi

3. Hari Jumat 

o Seragam Melayu yang sesuai dengan ketentuan sekolah

o Sepatu hitam tertutup, kaos kaki hitam

4. Hari Sabtu

o Seragam Pramuka

o Ikat pinggang hitam

 

Pasal 6

Pakaian Olah Raga

Semua siswa dalam berolah raga wajib menggunakan pakaian olah raga sesuai dengan ketentuan sekolah.

 

BAB V

PENAMPILAN

Pasal 7

Siswa Putri

1. Rambut rapi dan tidak dicat

2. Rambut tidak terurai sehingga keluar dari jilbab bagi yang berjilbab.

3. Kuku dipotong pendek,  tidak dicat

4. Tidak ber make-up dan memakai perhiasan yang berlebihan

5. Tidak memakai tindik berlebihan

6. Tidak bertato

Pasal 8

Siswa Putra

1. Rambut dipotong rapi, tidak menyentuh alis mata, telinga dan tengkuk, serta tidak dicat.

2. Kuku dipotong pendek, tidak dicat

3. Tidak memakai assesoris (gelang, kalung, subang, anting, rantai dll)

4. Tidak bertato.

BAB VI

KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR

Pasal 9

1. Kegiatan Belajar Mengajar dimulai pukul 07.00 WIB,   diawali  dengan   membaca doa  di dalam kelas dipimpin oleh guru yang mengajar jam pertama.

2. Siswa yang datang terlambat boleh masuk mengikuti kegiatan belajar mengajar apabila mendapat ijin dari Guru Piket/SATPAM

3. Apabila berhalangan hadir, wajib memberikan surat ijin dari orang tua dan surat keterangan dari dokter bagi yang sakit, yang ditujukan kepada Kepala Sekolah atau Wali Kelas.

4. Siswa yang meninggalkan jam pelajaran/sekolah, harus seizin guru piket dan guru mata pelajaran.

5. Siswa hanya boleh menerima tamu pada jam istirahat dengan izin guru piket kecuali ada keperluan yang sangat mendesak.

6. Setiap siswa wajib mengikuti seluruh mata pelajaran dengan ketentuan ;

o Kehadiran minimal 90% dari setiap mata pelajaran yang diikuti

o Harus menyelesaikan tugas dan ulangan yang ditentukan oleh guru.

7. Siswa diperkenankan pulang setelah bel tanda pulang sekolah berbunyi.

8. Pada waktu bel tanda pulang sekolah berbunyi, siswa diwajibkan langsung pulang kerumah kecuali yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.

 

BAB VII

UPACARA BENDERA

Pasal 10

Setiap siswa wajib mengikuti Upacara Bendera yang diselenggarakan oleh sekolah secara tertib, yaitu:

1. Setiap hari Senin

Setiap siswa wajib mengikuti upacara bendera/apel dengan mengenakan pakaian seragam yang telah ditentukan oleh sekolah.

2. Peringatan hari-hari besar nasional sesuai dengan ketentuan yang berlaku

 

BAB VIII

EKSTRAKURIKULER 

Pasal 11

1. Siswa wajib mengikuti kegiatan ekstrakurikuler pilihannya,  sesuai dengan minat dan bakat serta  ketentuan sekolah.

 

BAB IX 

ORGANISASI SISWA

Pasal 12

1. Satu-satunya organisasi siswa yang diakui sah keberadaannya di sekolah adalah OSIS

2. Setiap siswa adalah anggota OSIS, yang masa keanggotaannya berlaku selama yang bersangkutan masih menjadi siswa SMA Negeri 1 Kuala Tungkal.

BAB X 

LARANGAN

Pasal 13

1. Meninggalkan pelajaran/sekolah pada jam efektif tanpa ijin guru piket.

2. Merusak nama baik sekolah baik disengaja atau tidak disengaja 

3. Membawa, memakai, menyimpan, mengedarkan obat terlarang, VCD porno, bacaan porno dan sejenisnya yang dilarang negara.

4. Membuat keonaran baik di sekolah atau di luar sekolah.

5. Mengotori lingkungan sekolah berupa corat-coret, membuang sampah atau hal lain yang tidak semestinya. 

6. Membawa rokok atau merokok di dalam sekolah atau di luar sekolah saat masih berseragam sekolah atau ada acara kegiatan di luar jam sekolah.

7. Membawa senjata tajam, senjata api atau sejenisnya yang tidak ada hubungannya dengan pelajaran dan pendidikan.

8. Merusak barang inventaris sekolah.

9. Keluar dari kelas saat pergantian pelajaran kecuali waktu istirahat.

10. Berbuat asusila atau hamil atau menghamili diluar nikah, dan melaksanakan pernikahan selama masih menjadi siswa/siswi SMA Negeri 1 Kuala Tungkal.

11. Membawa petasan atau bahan peledak dan sejenisnya.

12. Memeras atau mengompas teman atau orang lain.

13. Menganiaya teman atau orang lain di lingkungan sekolah.

14. Berkelahi atau membuat keributan dan kekacauan dalam bentuk apapun.

15. Menjadi anggota gank, atau memelopori menjadi gank.

16. Membawa kendaraan bermotor ke sekolah dengan tidak mempunyai SIM maupun STNK.

17. Mengaktifkan Handphone (HP)/TAB, pada saat pelajaran berlangsung dan saat ujian berlangsung kecuali seizin Guru Mata Pelajaran dengan maksud mendukung efektifitas pembelajaran.

18. Mengucapkan kata-kata yang tidak pantas, asusila yang menyinggung perasaan orang lain.

19. Menyelenggarakan kegiatan di lingkungan sekolah tanpa sepengetahuan / seijin sekolah.

 

BAB XI

SANKSI PELANGGARAN TATA TERTIB

Pasal 14

Siswa yang melanggar tata tertib sekolah akan menerima sanksi berdasarkan Tingkat Pelanggaran ;  Ringan, Sedang dan Pelanggaran Berat. 

1. Pelanggaran Ringan : dipanggil oleh penemu pelanggaran TATIB dan diproses di tempat saat kejadian

2. Pelanggaran Sedang : dipanggil oleh penemu pelanggaran, menghadap Guru BK dan Wali Kelas serta diiringi dengan Surat Pemberitahuan Kepada Orang Tua Peserta Didik tersebut

dan dihitung sebagai panggilan pertama terhadap Orang Tua Peserta Didik.

3. Pelanggaran Berat : dipanggil oleh penemu pelanggaran, menghadap Guru BK, Wali Kelas dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan dan dihitung sebagai panggilan kedua terhadap Orang Tua Peserta didik. Jika Si Pelanggar TATIB tidak menunjukkan perubahan dalam rentang waktu satu minggu berturut-turut, maka dilanjutkan dengan Kunjungan Rumah (Home Visit) oleh pihak sekolah yang ditunjuk dan dihitung sebagai panggilan ke tiga. Jika Si Pelanggar dalam rentang waktu dua minggu berturut-turut masih belum menunjukkan perubahan sesuai dengan ketentuan sekolah, maka Si Pelanggar tersebut dikembalikan kepada Orang Tua dan dilengkapi dengan surat pengembaliannya

BAB XIII

PENUTUP

Pasal 18

1. Dengan ditetapkan keputusan ini, maka ketentuan lain yang bertentangan dengan keputusan ini dinyatakan tidak berlaku.

2. Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

3. Hal-hal lain yang belum diatur dalam keputusan ini akan diatur lebih lanjut dalam ketentuan sendiri.

4. Apabila dalam keputusan ini ada kekeliruan yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan akan ditinjau kembali.

 

 

Komentar

logo

Web SMANSA

Social Links